Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Fashion Berbasis Wastra Didorong Jadi Sumber Ekonomi Budaya di Kaltim

    September 13, 2026

    Polda Kaltim Tangani 37 Kasus Karhutla, 12 Orang Jadi Tersangka

    September 13, 2026

    Jalan Tanpa Tujuan, Ketika Keluar Rumah Jadi Cara Melepas Penat

    September 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Transisi ke SMP dan SMA Jadi Fase Paling Rawan Anak Putus Sekolah di Samarinda
    Pendidikan

    Transisi ke SMP dan SMA Jadi Fase Paling Rawan Anak Putus Sekolah di Samarinda

    AminahBy AminahJuli 23, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Suasana MPLS di SMAN 10 Samarinda. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda mencatat masa transisi dari sekolah dasar (SD) ke sekolah menengah pertama (SMP) serta dari SMP ke sekolah menengah atas (SMA) menjadi fase paling rentan anak putus sekolah. Kondisi itu tercermin dari penurunan angka partisipasi sekolah pada jenjang pendidikan menengah.

    Teks: Kepala BPS Kota Samarinda, Supriyanto (Insitekaltim/Aminah)

    Kepala BPS Kota Samarinda Supriyanto mengatakan, hampir seluruh anak usia sekolah dasar telah mengenyam pendidikan. Namun, risiko putus sekolah mulai meningkat saat mereka melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

    “Kalau dari angka partisipasi sekolah, yang rentan putus sekolah itu sebetulnya saat transisi dari SD ke SMP dan dari SMP ke SMA,” katanya kepada Insitekaltim, Rabu, 22 Juli 2026.

    Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025, angka partisipasi sekolah (APS) pada kelompok usia SD mencapai 99,73 persen. Angka tersebut kemudian turun menjadi 96,11 persen pada jenjang SMP dan kembali menurun menjadi 87,63 persen di tingkat SMA.

    Menurut Supriyanto, penurunan partisipasi sekolah dipengaruhi berbagai faktor. Selain keterbatasan ekonomi keluarga, sebagian anak terpaksa membantu orang tua mencari nafkah. Faktor lingkungan pergaulan juga menjadi salah satu penyebab anak memilih tidak melanjutkan pendidikan.

    “Bisa karena kemampuan ekonomi orang tua tidak mampu memenuhi kebutuhan pendidikan. Dampaknya anak ikut membantu mencari nafkah. Bisa juga karena pengaruh lingkungan sehingga anak memilih tidak melanjutkan sekolah,” ujarnya.

    Ia menambahkan, sebagai daerah perkotaan, Samarinda juga menghadapi fenomena sebagian remaja yang memilih bekerja atau merintis usaha setelah lulus sekolah karena telah memperoleh penghasilan.

    “Mungkin ada yang mencoba usaha, kemudian merasa nyaman sehingga memilih bekerja daripada melanjutkan sekolah,” ucapnya.

    Selain APS, BPS juga mencatat penurunan Angka Partisipasi Murni (APM) pada seluruh jenjang pendidikan dibandingkan tahun sebelumnya. APM SD turun dari 98,10 persen pada 2024 menjadi 96,62 persen pada 2025. Di jenjang SMP, APM menurun dari 84,70 persen menjadi 83,12 persen. Sementara itu, penurunan terbesar terjadi pada jenjang SMA, yakni dari 78,78 persen menjadi 71,91 persen.

    Menurut Supriyanto, tren tersebut perlu menjadi perhatian karena menunjukkan semakin sedikit anak yang mengenyam pendidikan sesuai kelompok usianya.

    “Walaupun pendidikan gratis, tetap ada biaya lain yang harus dikeluarkan keluarga untuk menunjang pendidikan. Itu bisa berpengaruh terhadap keberlanjutan sekolah anak,” pungkasnya.

     

    Anak Putus Sekolah BPS Samarinda Pendidikan Supriyanto
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Jadi Sumber Inspirasi Anak, Guru PAUD Dituntut Kreatif

    September 12, 2026

    Polnes Borong 9 Prestasi di KMIPN VIII 2026, Bawa Pulang Empat Gelar Juara I

    September 12, 2026

    Bunda Harum: Anak PAUD Jangan Dibebani Target Calistung

    September 11, 2026

    TPP Guru Samarinda Belum Dibayar, Ismail Latisi: Tidak Ada Wacana Pengurangan dan Penghilangan

    September 10, 2026

    BIFF Siapkan Siswa SMK Kaltim Tampil di Melbourne

    September 10, 2026

    Masa Depan Samarinda Dibangun dari Ruang Kelas

    September 10, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Fashion Berbasis Wastra Didorong Jadi Sumber Ekonomi Budaya di Kaltim

    R’syaSeptember 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIV Kalimantan Timur (Kaltim) Titit Lestari…

    Polda Kaltim Tangani 37 Kasus Karhutla, 12 Orang Jadi Tersangka

    September 13, 2026

    Jalan Tanpa Tujuan, Ketika Keluar Rumah Jadi Cara Melepas Penat

    September 13, 2026

    Jalan Cendana Samarinda Pusat Jajanan Murah yang Ramai Diserbu Warga

    September 13, 2026

    Karhutla Dekat APT Pranoto, Penerbangan Tetap Normal

    September 13, 2026
    1 2 3 … 3,338 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.