Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sekda Samarinda Ikuti Forum Nasional Pembangunan Hukum 2026, Perkuat Harmonisasi Regulasi Daerah

    Oktober 15, 2026

    Rinda Wahyuni Apresiasi Inovasi DP2KB Samarinda, Program Kesehatan Tetap Berjalan Tanpa Anggaran

    Oktober 15, 2026

    Sekda Samarinda Tekankan Integritas di Bangku Sekolah

    Oktober 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Tongkang Lepas Kendali di Sungai Mahakam, Rumah Warga Jadi Korban
    Samarinda

    Tongkang Lepas Kendali di Sungai Mahakam, Rumah Warga Jadi Korban

    RidhoBy RidhoJanuari 4, 2026Updated:Februari 4, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kondisi dapur Djawati usai ditabrak tongkang
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Sebuah rumah warga di bantaran Sungai Mahakam mengalami kerusakan parah setelah ditabrak kapal tongkang pada Minggu dini hari, 4 Januari 2026. Bagian dapur rumah dilaporkan hancur dan sejumlah barang hanyut terbawa arus sungai.

    Teks: Djawati salah satu warga yang terdampak saat ditemui awak media

    Djawati, warga yang terdampak langsung dalam kejadian tersebut, menuturkan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.15 Wita. Ia mengaku terbangun setelah mendengar teriakan anaknya yang memperingatkan adanya tongkang yang mendekat ke arah rumah.

    “Anak saya sempat teriak, awas pak ada ponton mau nabrak. Saya langsung terbangun belum sempat apa-apa, tiba-tiba terdengar suara tabrakan keras,” ujar Djawati saat ditemui awak media.

    Ia menjelaskan, saat kejadian seluruh anggota keluarga berada di dalam rumah, termasuk tiga anaknya. Kondisi panik membuat dirinya sempat gemetar hingga harus ditarik oleh anggota keluarga lain untuk menyelamatkan diri.

    “Begitu kejadian semua langsung dievakuasi keluar rumah,” ungkapnya.

    Djawati yang telah menempati rumah tersebut sejak 1988 menyebutkan, tongkang menghantam bagian belakang rumahnya tepat di area dapur. Akibatnya, seluruh perabot dan perlengkapan dapur jatuh ke sungai.

    “Semua yang ada di dapur jatuh ke sungai mulai dari peralatan dapur, stok makanan, sampai solar cell dan keramba juga hanyut,” jelasnya.

    Sementara itu, Ketua RT 17 Jalan Cipto Mangunkusumo Setia Budi mengatakan, kapal tongkang tersebut tidak sedang melakukan proses pengolongan atau melintas di bawah Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) saat kejadian terjadi.

    “Kapal itu tidak melakukan pengolongan. Dari pengamatan kami tongkang tersebut larut dari arah hulu. Ada kapal asistensi yang sempat membantu tetapi baling-balingnya terlilit tali,” ujar Setia Budi.

    Ia menambahkan, di lokasi kejadian terdapat dua kapal, dan tongkang yang menabrak rumah warga diduga bernama Blora 7. Namun, pihaknya belum mengetahui secara pasti kronologi teknis penyebab tongkang tersebut lepas kendali.

    “Kami tidak tahu persis bagaimana kejadiannya yang jelas tongkang sudah mengarah ke rumah warga di pinggiran sungai dan kemudian menghantam rumah,” katanya.

    Menurut Setia Budi, kerusakan terparah terjadi pada bagian dapur rumah Djawati yang langsung terkena hantaman tongkang. Ia mengaku menyaksikan langsung kejadian tersebut dari posisi yang lebih tinggi.

    “Saya lihat langsung karena saya berada di atas jadi sangat jelas. Rumah itu yang terkena langsung oleh tongkang,” ungkapnya.

    Setelah menabrak rumah warga, lanjut Setia Budi, tongkang sempat ditahan oleh dua kapal. Namun upaya tersebut tidak berjalan maksimal karena kapal penahan mengalami gangguan teknis.

    “Sesudah menabrak rumah warga, tongkang sempat ditahan dua kapal, tapi tidak bisa berfungsi karena baling-balingnya terlilit. Akhirnya tongkang bergeser pelan mengikuti arus Sungai Mahakam ke arah Jembatan Mahulu,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Tanggap Darurat Samarinda Diperpanjang hingga 19 Oktober, Karhutla Capai 643 Hektare

    Oktober 8, 2026

    Disnaker Samarinda Kembangkan Auto-Matching AK1 untuk Percepat Pencari Kerja Temukan Lowongan

    Oktober 7, 2026

    Dua Bulan Padamkan Karhutla, 15 Relawan Samarinda Mengeluh Sesak Napas

    Oktober 7, 2026

    Seluruh Buaya Muara di Taman Satwa Palaran Direlokasi, Kolam Kini Kosong

    Oktober 5, 2026

    Harga Pertamax Naik, Pekerja di Samarinda Kurangi Pulang ke Marangkayu

    Oktober 3, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sekda Samarinda Ikuti Forum Nasional Pembangunan Hukum 2026, Perkuat Harmonisasi Regulasi Daerah

    SintaOktober 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda  – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mencermati arah kebijakan nasional dalam memperkuat tata…

    Rinda Wahyuni Apresiasi Inovasi DP2KB Samarinda, Program Kesehatan Tetap Berjalan Tanpa Anggaran

    Oktober 15, 2026

    Sekda Samarinda Tekankan Integritas di Bangku Sekolah

    Oktober 15, 2026

    Momok Antrean BBM, Andi Harun Minta Distribusi Diawasi

    Oktober 15, 2026

    Kasus ISPA Samarinda Tembus 36 Ribu

    Oktober 15, 2026
    1 2 3 … 3,387 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.