Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Doa Bersama Jadi Aksi Simbolis, Massa Kaltim Siap Turun 21 April

    April 19, 2026

    Pemkot Samarinda Pastikan Distribusi Aman, Renovasi SMP 2 Dikebut Usai Insiden

    April 19, 2026

    Jejak Semangat Mohammad Sukri: Pesan Sederhana yang Kini Menjadi Amanah

    April 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Target Eliminasi 2030, Penanganan TBC dan HIV/AIDS di Samarinda Perlu Kolaborasi
    Kesehatan

    Target Eliminasi 2030, Penanganan TBC dan HIV/AIDS di Samarinda Perlu Kolaborasi

    Andika SaputraBy Andika SaputraApril 13, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Narasumber kegiatan sosialisasi rancangan peraturan daerah (Raperda) pencegahan dan penanggulangan TBC dan HIV/AIDS, Masdar John saat diwawancara Awak media (Insitekaltim/Andika
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS di Kota Samarinda dinilai memerlukan keterlibatan seluruh elemen, mengingat target eliminasi penyakit tersebut pada tahun 2030 semakin dekat.

    Hal itu disampaikan Tim Pakar Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Masdar John, dalam kegiatan Sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperd) Pencegahan dan Penanggulangan TBC dan HIV/AIDS yang digelar di Aula PKK Kota Samarinda, Senin 13 April 2026.

    Menurutnya, selama ini penanganan TBC dan HIV/AIDS masih cenderung bertumpu pada sektor kesehatan saja, padahal diperlukan dukungan lintas sektor agar penanganan dapat berjalan optimal.

    “Penanganan ini tidak cukup hanya oleh Dinas Kesehatan (Dinkes), tetapi perlu keterlibatan lintas sektor termasuk akademisi, swasta, dan masyarakat,” ungkapnya.

    Ia menjelaskan sektor swasta dapat berperan melalui dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), seperti membantu edukasi, promosi kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan gizi dan pengobatan bagi penderita.

    Selain itu masyarakat juga memiliki peran penting dalam menemukan kasus di lapangan, mendampingi pasien, serta mengurangi stigma terhadap penderita.

    “Masyarakat menjadi garda terdepan baik dalam penemuan kasus maupun pendampingan, termasuk menghilangkan stigma,” jelasnya.

    Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari inisiasi DPRD Kota Samarinda melalui panitia khusus (pansu) IV, yang dilaksanakan dalam tiga tahap dan melibatkan berbagai unsur.

    “Hari ini pesertanya dari akademisi, mahasiswa, serta organisasi. Besok akan dihadiri lebih banyak kader, dan hari ketiga direncanakan di rutan,” terangnya.

    Dalam kegiatan tersebut peserta juga mendapatkan pemaparan terkait kebijakan yang telah ada, baik di tingkat nasional, provinsi, maupun kondisi terkini kasus TBC dan HIV/AIDS di Kota Samarinda.

    Ia mengungkapkan kasus TBC dan HIV/AIDS di Samarinda masih menunjukkan peningkatan setiap tahunnya sehingga diperlukan langkah konkret dan terkoordinasi.

    “Kasus masih meningkat setiap tahun, sementara target eliminasi ada di 2030. Waktu kita semakin terbatas,” katanya.

    Melalui penyusunan Raperda ini diharapkan dapat menjadi dasar hukum yang kuat dalam mendorong kerja sama lintas sektor untuk menekan angka kasus di masa mendatang.

    “Perda ini penting agar semua pihak bisa bergerak bersama dalam pencegahan dan penanggulangan TBC dan HIV/AIDS,” pungkasnya.

    Masdar John Pansus Raperda TBC dan HIV/AIDS
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Kasus HIV dan TBC Meningkat, Dinkes Samarinda Tegaskan Fokus pada Deteksi Dini

    April 15, 2026

    Camat Samarinda Ulu Dukung Perda TBC, Soroti Pentingnya Jaminan Sosial bagi Penderita

    April 14, 2026

    Mandek Dua Tahun, DPRD Samarinda Hidupkan Kembali Raperda TBC dan HIV/AIDS

    April 13, 2026

    Kasus TBC Samarinda Tembus 4.000, Dinkes Genjot Deteksi Dini di Tengah Keterbatasan Anggaran

    April 13, 2026

    PAD dari Reklame Disorot, DPRD Samarinda Siapkan Perda Baru dengan QR Code

    April 13, 2026

    Target Eliminasi 2030, Penanganan TBC dan HIV/AIDS di Samarinda Perlu Kolaborasi

    April 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Doa Bersama Jadi Aksi Simbolis, Massa Kaltim Siap Turun 21 April

    Ratu ArifanzaApril 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar doa…

    Pemkot Samarinda Pastikan Distribusi Aman, Renovasi SMP 2 Dikebut Usai Insiden

    April 19, 2026

    Jejak Semangat Mohammad Sukri: Pesan Sederhana yang Kini Menjadi Amanah

    April 19, 2026

    Pemkot Samarinda Matangkan Sistem WFH Digital, Sudah Uji Coba Tanpa Bug

    April 18, 2026

    WFH ASN Samarinda Hemat BBM Hingga 1.800 Liter per Hari, Nilai Efisiensi Capai Puluhan Juta

    April 18, 2026
    1 2 3 … 3,061 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.