Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bantuan Seragam Gratispol Tuai Banyak Pujian, Siswa Nyaman Orang Tua Bahagia

    Mei 20, 2026

    Konflik Lahan Bendungan Marangkayu Mulai Temui Titik Terang, Ganti Rugi Segera Diproses

    Mei 19, 2026

    Kaltim Diincar Jadi Provinsi Pelopor Penerapan Manajemen Talenta ASN Secara Penuh

    Mei 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Pemkot Samarinda Matangkan Sistem WFH Digital, Sudah Uji Coba Tanpa Bug
    Samarinda

    Pemkot Samarinda Matangkan Sistem WFH Digital, Sudah Uji Coba Tanpa Bug

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaApril 18, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda, Suparmin, saat memberikan keterangan kepada awak media.(Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mematangkan sistem digital untuk mendukung kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Hingga tahap uji coba, sistem yang dikembangkan ini diklaim telah berjalan tanpa kendala teknis signifikan.

    Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda Suparmin menjelaskan, proses perancangan sistem dilakukan secara bertahap dan terstruktur. Pada minggu pertama, tim kecil yang bekerja secara WFH mulai menyusun konsep awal. Tim ini melibatkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), bagian organisasi, pemerintahan, serta sekretariat daerah yang dipimpin langsung oleh sekretaris daerah (sekda).

    “Setelah konsep matang, wali kota memberikan arahan hingga ke tahap pembuatan mock-up. Proses ini memakan waktu sekitar satu minggu, kemudian dipaparkan pada minggu berikutnya,” ujarnya saat ditemui di Gedung Diskominfo Kota Samarinda, Jumat, 17 April 2026.

    Selanjutnya, proses coding aplikasi dilakukan selama satu minggu penuh, mulai Jumat hingga Jumat berikutnya. Pada tahap ini, sistem juga telah melalui proses paparan dan pengujian bersama BKPSDM. Hasil sementara menunjukkan tidak ditemukan adanya kesalahan sistem atau bug.

    Saat ini, tim tengah memasuki tahap evaluasi dan validasi data. Salah satu temuan awal adalah adanya pegawai yang tidak dapat melakukan presensi karena berada di luar radius yang telah ditentukan.

    “Ada sekitar tujuh orang yang tidak bisa presensi, setelah dicek ternyata posisinya di Tenggarong, di luar radius 20 kilometer, sehingga sistem otomatis menolak,” jelasnya.

    Ia menambahkan, akurasi sistem sangat bergantung pada kualitas data baseline. Oleh karena itu, tim akan melakukan pengecekan ulang terhadap titik koordinat, moda transportasi, hingga jenis bahan bakar yang digunakan ASN di 20 perangkat daerah.

    Di sisi kebijakan, Wali Kota Samarinda menargetkan penerapan WFH sebesar 50 persen. Penentuan daftar ASN yang masuk skema tersebut ditargetkan rampung paling lambat Kamis, agar sistem dapat mulai dijalankan pada Jumat.

    Selain itu, sistem juga akan dilengkapi fitur tambahan berupa algoritma yang mampu mengonversi penggunaan listrik dan air selama WFH ke dalam satuan rupiah, sebagai bagian dari upaya efisiensi energi.

    Dari segi aksesibilitas, masyarakat dapat memantau data umum melalui dasbor resmi yang diperbarui setiap hari Jumat. Namun, data detail bersifat terbatas dan hanya dapat diakses oleh pihak tertentu, seperti wali kota, admin super, dan kepala perangkat daerah sesuai kewenangannya.

    Untuk menjamin keamanan, sistem ini juga dibekali teknologi pendeteksi konsistensi data, termasuk upaya manipulasi lokasi menggunakan fake GPS.

    “Data yang sudah masuk saat ini mencapai sekitar 2.000 data riil dari 20 perangkat daerah,” tutupnya.

    BKPSDM Diskominfo Pemkot Samarinda Suparmin WFH ASN
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    WFH Diawasi Real-Time, Andi Harun Yakin ASN Samarinda Tak Berani Main Mata

    Mei 16, 2026

    Pelantikan PDKT Kaltim 2026–2031, DPRD Samarinda Soroti Penguatan Peran Masyarakat Adat

    Mei 16, 2026

    Samarinda Tuan Rumah Judo Kapolri Cup 2026, Wali Kota Tekankan Sportivitas

    Mei 16, 2026

    Festival Samarinda Naik Kelas, Andi Harun Dorong Payung Hukum Perda untuk Agenda Budaya

    Mei 14, 2026

    Belum Ditemukan Pencemaran Lingkungan Akibat Limbah Beracun

    Mei 11, 2026

    Mahasiswa Lakukan Aksi Simbolik, Pemprov Kaltim Sebut Tak Ada Undangan Resmi

    Mei 6, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Bantuan Seragam Gratispol Tuai Banyak Pujian, Siswa Nyaman Orang Tua Bahagia

    SittiMei 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Program Gratispol seragam gratis yang dijalankan Pemerintah Provinsi Kaltim mulai dirasakan manfaatnya…

    Konflik Lahan Bendungan Marangkayu Mulai Temui Titik Terang, Ganti Rugi Segera Diproses

    Mei 19, 2026

    Kaltim Diincar Jadi Provinsi Pelopor Penerapan Manajemen Talenta ASN Secara Penuh

    Mei 19, 2026

    Terima Audiensi Massa Konflik Agraria, Rudy Mas’ud Janji Bentuk Tim Khusus dan Evaluasi Perizinan

    Mei 19, 2026

    Konflik Agraria di Kaltim Meletus di 20 Titik, Masyarakat Desak Pemprov Kaltim Bantu Selesaikan

    Mei 19, 2026
    1 2 3 … 3,098 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.