Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Tak Sekadar Nyaman, Gaya Casual Kini Jadi Identitas Anak Muda

    Juni 3, 2026

    Benarkah Pendidikan Gratis Bisa Menghapus Angka Putus Sekolah?

    Juni 3, 2026

    Raperda Reklame Masuk Tahap Krusial, DPRD Upayakan Keseimbangan PAD dan Iklim Investasi

    Juni 3, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Pemkot Samarinda Matangkan Sistem WFH Digital, Sudah Uji Coba Tanpa Bug
    Samarinda

    Pemkot Samarinda Matangkan Sistem WFH Digital, Sudah Uji Coba Tanpa Bug

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaApril 18, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda, Suparmin, saat memberikan keterangan kepada awak media.(Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mematangkan sistem digital untuk mendukung kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Hingga tahap uji coba, sistem yang dikembangkan ini diklaim telah berjalan tanpa kendala teknis signifikan.

    Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda Suparmin menjelaskan, proses perancangan sistem dilakukan secara bertahap dan terstruktur. Pada minggu pertama, tim kecil yang bekerja secara WFH mulai menyusun konsep awal. Tim ini melibatkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), bagian organisasi, pemerintahan, serta sekretariat daerah yang dipimpin langsung oleh sekretaris daerah (sekda).

    “Setelah konsep matang, wali kota memberikan arahan hingga ke tahap pembuatan mock-up. Proses ini memakan waktu sekitar satu minggu, kemudian dipaparkan pada minggu berikutnya,” ujarnya saat ditemui di Gedung Diskominfo Kota Samarinda, Jumat, 17 April 2026.

    Selanjutnya, proses coding aplikasi dilakukan selama satu minggu penuh, mulai Jumat hingga Jumat berikutnya. Pada tahap ini, sistem juga telah melalui proses paparan dan pengujian bersama BKPSDM. Hasil sementara menunjukkan tidak ditemukan adanya kesalahan sistem atau bug.

    Saat ini, tim tengah memasuki tahap evaluasi dan validasi data. Salah satu temuan awal adalah adanya pegawai yang tidak dapat melakukan presensi karena berada di luar radius yang telah ditentukan.

    “Ada sekitar tujuh orang yang tidak bisa presensi, setelah dicek ternyata posisinya di Tenggarong, di luar radius 20 kilometer, sehingga sistem otomatis menolak,” jelasnya.

    Ia menambahkan, akurasi sistem sangat bergantung pada kualitas data baseline. Oleh karena itu, tim akan melakukan pengecekan ulang terhadap titik koordinat, moda transportasi, hingga jenis bahan bakar yang digunakan ASN di 20 perangkat daerah.

    Di sisi kebijakan, Wali Kota Samarinda menargetkan penerapan WFH sebesar 50 persen. Penentuan daftar ASN yang masuk skema tersebut ditargetkan rampung paling lambat Kamis, agar sistem dapat mulai dijalankan pada Jumat.

    Selain itu, sistem juga akan dilengkapi fitur tambahan berupa algoritma yang mampu mengonversi penggunaan listrik dan air selama WFH ke dalam satuan rupiah, sebagai bagian dari upaya efisiensi energi.

    Dari segi aksesibilitas, masyarakat dapat memantau data umum melalui dasbor resmi yang diperbarui setiap hari Jumat. Namun, data detail bersifat terbatas dan hanya dapat diakses oleh pihak tertentu, seperti wali kota, admin super, dan kepala perangkat daerah sesuai kewenangannya.

    Untuk menjamin keamanan, sistem ini juga dibekali teknologi pendeteksi konsistensi data, termasuk upaya manipulasi lokasi menggunakan fake GPS.

    “Data yang sudah masuk saat ini mencapai sekitar 2.000 data riil dari 20 perangkat daerah,” tutupnya.

    BKPSDM Diskominfo Pemkot Samarinda Suparmin WFH ASN
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Tak Semata Hafalan, Pancasila Jadi Pedoman Generasi Muda dalam Bersikap

    Juni 1, 2026

    Tambang Mulai Lesu, Samarinda Siaga Antisipasi Gelombang PHK dan Pelemahan Daya Beli

    Juni 1, 2026

    DLH Masih Temukan Limbah Kurban Dibuang ke Sungai, Tiga Karung Jeroan Dievakuasi dari Karang Mumus

    Juni 1, 2026

    Di Balik Layar Ada Manusia, Dosen Ilkom Ingatkan Nilai Pancasila di Ruang Digital

    Juni 1, 2026

    Pancasila Tak Hanya Pemersatu Bangsa, tetapi Fondasi Perdamaian Global

    Juni 1, 2026

    Saefuddin Zuhri, Bhinneka Tunggal Ika Harus Jadi Benteng Persatuan Bangsa

    Juni 1, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Tak Sekadar Nyaman, Gaya Casual Kini Jadi Identitas Anak Muda

    R’syaJuni 3, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul) angkatan 2020, Ale menjadikan fashion sebagai…

    Benarkah Pendidikan Gratis Bisa Menghapus Angka Putus Sekolah?

    Juni 3, 2026

    Raperda Reklame Masuk Tahap Krusial, DPRD Upayakan Keseimbangan PAD dan Iklim Investasi

    Juni 3, 2026

    Tiga Jemaah Haji Lansia Asal Kaltim Meninggal di Tanah Suci, Dua Akibat Serangan Jantung

    Juni 3, 2026

    Harga TBS Sawit Kaltim Turun, Dipicu Pelemahan Harga CPO dan Kernel

    Juni 3, 2026
    1 2 3 … 3,118 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.