Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Karhutla Tol Balsam Meluas, Pemprov Kaltim Buka Peluang Usulkan Status Bencana Nasional

    Oktober 14, 2026

    Pemkot Samarinda Cari Dana Provinsi dan Pusat untuk Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

    Oktober 14, 2026

    Jaga Struktur Jembatan Mahkota II, Pemkot Samarinda Tegaskan Fungsi Portal Pembatas Ketinggian

    Oktober 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Tangani Siswa Buta Aksara hingga Putus Sekolah, Kini SRT 57 Samarinda Mulai Torehkan Prestasi
    Pendidikan

    Tangani Siswa Buta Aksara hingga Putus Sekolah, Kini SRT 57 Samarinda Mulai Torehkan Prestasi

    IraBy IraJuni 20, 2026Updated:Juli 5, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala SRT 47 Samarinda Pahrijal saat open house SRT 57 Samarinda, Sabtu, 20/6/2026 (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Penuh tantangan, tahun pertama penyelenggaraan pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 57 Samarinda.

    Hasil asesmen sekolah menunjukkan sejumlah siswa datang dengan kondisi buta aksara, putus sekolah, rendahnya minat belajar, hingga krisis kepercayaan diri.

    Kepala SRT 57 Samarinda Pahrijal mengatakan, mayoritas peserta didik berasal dari keluarga desil satu dan desil dua, yang menjadi sasaran Program Sekolah Rakyat.

    “Ada yang sampai jenjang SMP belum bisa membaca. Ada yang putus sekolah, minat belajarnya rendah, krisis percaya diri, kondisi kesehatannya kurang baik, kedisiplinannya rendah, bahkan untuk diarahkan cukup sulit,” kata Pahrijal saat Open House Sekolah Rakyat di BPVP Samarinda, Sabtu, 20 Juni 2026.

    Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan gratis berasrama, yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Untuk memutus, rantai kemiskinan melalui pendidikan.

    Program tersebut dibangun atas tiga filosofi utama. Yakni menjangkau kelompok yang selama ini belum terlayani pendidikan, memberikan kesempatan kepada anak-anak yang sebelumnya sulit mengakses sekolah. Serta mengangkat derajat masyarakat kecil, melalui pendidikan.

    “Kalau hari ini orang tuanya miskin, anaknya jangan sampai miskin lagi. Kalau orang tuanya tidak bisa membaca, anaknya jangan sampai mengalami hal yang sama. Kemiskinan jangan menjadi budaya yang diwariskan,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, seluruh kebutuhan siswa selama menempuh pendidikan ditanggung negara, mulai dari makan, pakaian, perlengkapan sekolah hingga kebutuhan kebersihan sehari-hari.

    Pahrijal menegaskan, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran atau seleksi penerimaan siswa baru seperti sekolah pada umumnya.

    Penentuan peserta didik, 9 dilakukan melalui sistem penjangkauan berdasarkan data keluarga miskin yang dihimpun pemerintah.

    Dalam proses pembinaan, sekolah mengusung konsep “Tangguh dalam Karakter dan Unggul dalam Karya”.

    Pembentukan karakter dilakukan melalui sistem asrama, penguatan kegiatan keagamaan, pembiasaan hidup mandiri. Serta kerja sama dengan TNI, untuk membangun kedisiplinan siswa.

    “Penggunaan handphone saat ini, sudah nol di lingkungan asrama. Anak-anak kami biasakan hidup mandiri, disiplin, bangun pagi, salat berjamaah, belajar mengaji, dan bergotong royong,” katanya.

    Menurut Pahrijal, hasil pembinaan mulai terlihat setelah hampir satu tahun berjalan. Siswa yang sebelumnya bergantung pada gawai kini mampu beradaptasi dengan kehidupan berasrama dan lebih percaya diri tampil di depan umum.

    Beberapa siswa, bahkan telah mampu menjadi imam salat. Mengikuti kegiatan seni dan keagamaan, serta tampil dalam berbagai kegiatan publik.

    Di bidang prestasi, siswa SRT 57 Samarinda berhasil meraih Juara 3 Umum Lomba Tari Kreasi Nusantara tingkat Kalimantan Timur, Juara Harapan Lomba Water Rocket jenjang SMP dan SMA tingkat Provinsi Kalimantan Timur, serta Juara 3 Kejuaraan Pencak Silat Pelajar tingkat provinsi.

    “Sebagai sekolah yang baru berjalan satu tahun, capaian ini menjadi bukti bahwa anak-anak memiliki potensi besar ketika diberikan kesempatan dan pendampingan yang tepat,” ujarnya.

    Selain itu, sejumlah siswa saat ini tengah mengikuti berbagai kompetisi tingkat nasional, di antaranya lomba cerita digital berbasis animasi, dongeng tutur, dan penulisan cerpen.

    Ke depan, sekolah menyiapkan sejumlah program pengembangan, seperti gelar karya tahunan, pendampingan belajar oleh teman sebaya, kegiatan pengabdian masyarakat, hingga penguatan keterampilan digital melalui desain grafis, coding, dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).

    Open House Sekolah Rakyat digelar serentak di tiga lokasi di Samarinda, yakni SRT 57 di BPVP Samarinda, SRT 28 di BPMP Samarinda, dan SRT 58 di kawasan Sempaja Selatan dirangkai dengan pembagian raport serta penjemputan siswa.

    Open House bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai keberadaan dan perkembangan Sekolah Rakyat, sekaligus membuka ruang bagi kritik, saran, dan evaluasi demi peningkatan kualitas layanan pendidikan.

    “Kami berharap ada masukan, evaluasi, dan kritik terkait sekolah kami. Segala masukan dan kritik itu akan menjadi bahan untuk menjadikan sekolah ini lebih baik lagi,” tutupnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Disdikbud Kaltim Dorong Seniman Masuk Sekolah, Karya Seni Lokal Diusulkan Masuk Museum

    Oktober 13, 2026

    PJJ di Samarinda Bergantung Kualitas Udara, Sekolah Diminta Berkoordinasi dengan Puskesmas

    Oktober 12, 2026

    Kebijakan Tak Naik Kelas Berisiko Tekan Siswa, Disdikbud Kaltim Khawatir Siswa Enggan Sekolah

    Oktober 12, 2026

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Mahasiswa Dorong Perpustakaan Samarinda Tingkatkan Fasilitas sebagai Ruang Belajar

    Oktober 5, 2026

    Polemik Pascapilrek Unmul Berlanjut, Agenda 100 Hari Rektor Terpilih Bergeser

    Oktober 2, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Karhutla Tol Balsam Meluas, Pemprov Kaltim Buka Peluang Usulkan Status Bencana Nasional

    AminahOktober 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) membuka peluang mengusulkan status bencana nasional…

    Pemkot Samarinda Cari Dana Provinsi dan Pusat untuk Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

    Oktober 14, 2026

    Jaga Struktur Jembatan Mahkota II, Pemkot Samarinda Tegaskan Fungsi Portal Pembatas Ketinggian

    Oktober 14, 2026

    Penerimaan Retribusi Samarinda Belum Capai 40 Persen, Bapenda Petakan Potensi Pendapatan

    Oktober 14, 2026

    Perluas Jaminan BPJS Ketenagakerjaan, Pemkot Samarinda Bidik Dukungan CSR Perusahaan

    Oktober 14, 2026
    1 2 3 … 3,383 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.