Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Banjir Kampung Jawa Belum Tuntas, Jasno Desak Drainase Pasundan Dilanjutkan

    Agustus 28, 2026

    Terowongan Rampung Tapi Belum Dibuka, Jasno Soroti Izin Kementerian

    Agustus 28, 2026

    AI Makin Canggih, Dosen Polnes Ingatkan Mahasiswa TI Jangan Kehilangan Kemampuan Berpikir

    Agustus 28, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Tangani Siswa Buta Aksara hingga Putus Sekolah, Kini SRT 57 Samarinda Mulai Torehkan Prestasi
    Pendidikan

    Tangani Siswa Buta Aksara hingga Putus Sekolah, Kini SRT 57 Samarinda Mulai Torehkan Prestasi

    IraBy IraJuni 20, 2026Updated:Juli 5, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala SRT 47 Samarinda Pahrijal saat open house SRT 57 Samarinda, Sabtu, 20/6/2026 (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Penuh tantangan, tahun pertama penyelenggaraan pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 57 Samarinda.

    Hasil asesmen sekolah menunjukkan sejumlah siswa datang dengan kondisi buta aksara, putus sekolah, rendahnya minat belajar, hingga krisis kepercayaan diri.

    Kepala SRT 57 Samarinda Pahrijal mengatakan, mayoritas peserta didik berasal dari keluarga desil satu dan desil dua, yang menjadi sasaran Program Sekolah Rakyat.

    “Ada yang sampai jenjang SMP belum bisa membaca. Ada yang putus sekolah, minat belajarnya rendah, krisis percaya diri, kondisi kesehatannya kurang baik, kedisiplinannya rendah, bahkan untuk diarahkan cukup sulit,” kata Pahrijal saat Open House Sekolah Rakyat di BPVP Samarinda, Sabtu, 20 Juni 2026.

    Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan gratis berasrama, yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Untuk memutus, rantai kemiskinan melalui pendidikan.

    Program tersebut dibangun atas tiga filosofi utama. Yakni menjangkau kelompok yang selama ini belum terlayani pendidikan, memberikan kesempatan kepada anak-anak yang sebelumnya sulit mengakses sekolah. Serta mengangkat derajat masyarakat kecil, melalui pendidikan.

    “Kalau hari ini orang tuanya miskin, anaknya jangan sampai miskin lagi. Kalau orang tuanya tidak bisa membaca, anaknya jangan sampai mengalami hal yang sama. Kemiskinan jangan menjadi budaya yang diwariskan,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, seluruh kebutuhan siswa selama menempuh pendidikan ditanggung negara, mulai dari makan, pakaian, perlengkapan sekolah hingga kebutuhan kebersihan sehari-hari.

    Pahrijal menegaskan, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran atau seleksi penerimaan siswa baru seperti sekolah pada umumnya.

    Penentuan peserta didik, 9 dilakukan melalui sistem penjangkauan berdasarkan data keluarga miskin yang dihimpun pemerintah.

    Dalam proses pembinaan, sekolah mengusung konsep “Tangguh dalam Karakter dan Unggul dalam Karya”.

    Pembentukan karakter dilakukan melalui sistem asrama, penguatan kegiatan keagamaan, pembiasaan hidup mandiri. Serta kerja sama dengan TNI, untuk membangun kedisiplinan siswa.

    “Penggunaan handphone saat ini, sudah nol di lingkungan asrama. Anak-anak kami biasakan hidup mandiri, disiplin, bangun pagi, salat berjamaah, belajar mengaji, dan bergotong royong,” katanya.

    Menurut Pahrijal, hasil pembinaan mulai terlihat setelah hampir satu tahun berjalan. Siswa yang sebelumnya bergantung pada gawai kini mampu beradaptasi dengan kehidupan berasrama dan lebih percaya diri tampil di depan umum.

    Beberapa siswa, bahkan telah mampu menjadi imam salat. Mengikuti kegiatan seni dan keagamaan, serta tampil dalam berbagai kegiatan publik.

    Di bidang prestasi, siswa SRT 57 Samarinda berhasil meraih Juara 3 Umum Lomba Tari Kreasi Nusantara tingkat Kalimantan Timur, Juara Harapan Lomba Water Rocket jenjang SMP dan SMA tingkat Provinsi Kalimantan Timur, serta Juara 3 Kejuaraan Pencak Silat Pelajar tingkat provinsi.

    “Sebagai sekolah yang baru berjalan satu tahun, capaian ini menjadi bukti bahwa anak-anak memiliki potensi besar ketika diberikan kesempatan dan pendampingan yang tepat,” ujarnya.

    Selain itu, sejumlah siswa saat ini tengah mengikuti berbagai kompetisi tingkat nasional, di antaranya lomba cerita digital berbasis animasi, dongeng tutur, dan penulisan cerpen.

    Ke depan, sekolah menyiapkan sejumlah program pengembangan, seperti gelar karya tahunan, pendampingan belajar oleh teman sebaya, kegiatan pengabdian masyarakat, hingga penguatan keterampilan digital melalui desain grafis, coding, dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).

    Open House Sekolah Rakyat digelar serentak di tiga lokasi di Samarinda, yakni SRT 57 di BPVP Samarinda, SRT 28 di BPMP Samarinda, dan SRT 58 di kawasan Sempaja Selatan dirangkai dengan pembagian raport serta penjemputan siswa.

    Open House bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai keberadaan dan perkembangan Sekolah Rakyat, sekaligus membuka ruang bagi kritik, saran, dan evaluasi demi peningkatan kualitas layanan pendidikan.

    “Kami berharap ada masukan, evaluasi, dan kritik terkait sekolah kami. Segala masukan dan kritik itu akan menjadi bahan untuk menjadikan sekolah ini lebih baik lagi,” tutupnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    AI Makin Canggih, Dosen Polnes Ingatkan Mahasiswa TI Jangan Kehilangan Kemampuan Berpikir

    Agustus 28, 2026

    Bertahun-tahun Mengajar, 500 Guru di Kaltim Masih Tanpa SK Pengangkatan

    Agustus 28, 2026

    Mirni Dorong Persoalan SMP Batu Majang Jadi Catatan untuk Penguatan Kebijakan Pusat

    Agustus 27, 2026

    Belajar Riset Dengan Kuliah, Mahasiswi Polnes Teliti Fasilitas dan Kepuasan Wisatawan

    Agustus 26, 2026

    Tari Nusantara hingga Dayak, 30 Siswa SMK Medika Samarinda Ramaikan HUT TVRI

    Agustus 23, 2026

    Seno Aji Dorong Gratispol Pendidikan Kaltim Jadi Program Nasional

    Agustus 22, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Banjir Kampung Jawa Belum Tuntas, Jasno Desak Drainase Pasundan Dilanjutkan

    Andika SaputraAgustus 28, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pembangunan drainase di kawasan Jalan Pasundan Kota Samarinda dinilai perlu dilanjutkan untuk…

    Terowongan Rampung Tapi Belum Dibuka, Jasno Soroti Izin Kementerian

    Agustus 28, 2026

    AI Makin Canggih, Dosen Polnes Ingatkan Mahasiswa TI Jangan Kehilangan Kemampuan Berpikir

    Agustus 28, 2026

    Bahaya Multitasking Berlebihan, Kognitif Menurun hingga Memori Cepat Lemot

    Agustus 28, 2026

    Dishub Samarinda Finalisasi Parkir Berlangganan, Target Awal 300 Ribu Kendaraan

    Agustus 28, 2026
    1 2 3 … 3,304 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.