Insitekaltim, Samarinda – Pengalaman belajar di Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) mengantarkan Alifah Za’ima Nurhasanah menerapkan ilmu pariwisata melalui penelitian mengenai pengaruh kualitas fasilitas terhadap kepuasan wisatawan di Penginapan Negeri Jahetan Layar, Kutai Lama.
Penelitian tersebut menjadi bagian dari tugas akhir Alifah. Untuk memperoleh data, ia melakukan survei serta menyebarkan kuesioner kepada wisatawan yang berkunjung ke lokasi.
Dari penelitian yang dilakukan Alifah menemukan bahwa kualitas fasilitas memiliki pengaruh terhadap kepuasan wisatawan. Ia melihat terdapat beberapa aspek fasilitas yang masih dapat dikembangkan untuk semakin menunjang kenyamanan pengunjung, seperti area parkir, pencahayaan, serta jaringan internet atau WiFi.
Menurutnya pengembangan fasilitas menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman yang semakin baik kepada wisatawan selama berkunjung.
“Nyatanya kualitas fasilitas di Penginapan Negeri Jahetan Layar sangat berpengaruh dikarenakan wisatawan ingin merasakan puas ketika habis berkunjung ke tempat wisata tersebut,” ujar Alifah, Rabu, 26 Agustus 2026.
Melalui penelitian tersebut Alifah berharap hasil kajiannya dapat menjadi masukan dalam pengembangan fasilitas dan pelayanan di destinasi tersebut. Ia ingin wisatawan mendapatkan pengalaman yang memuaskan sehingga memiliki keinginan untuk kembali berkunjung.
“Dampak yang ingin saya berikan dalam penelitian saya ini adalah bisa membuat tempat destinasi tersebut kembali ramai, orang-orang ingin terus kembali berkunjung tidak hanya sekali dan merasa puas dengan fasilitas yang diberikan,” tuturnya.
Bagi Alifah penelitian tugas akhir juga menjadi pengalaman untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama menjalani pendidikan di Polnes. Menurutnya pembelajaran pariwisata tidak hanya berkaitan dengan destinasi, tetapi juga membentuk kesiapan mahasiswa menghadapi dunia profesional.
“Banyak yang kira pariwisata itu jalan-jalan. Tapi di Polnes saya belajar sisi profesionalnya,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut turut diperoleh Alifah melalui kegiatan presentasi dan praktik guiding wisatawan. Dari kegiatan itu, ia memahami bahwa kemampuan public speaking dan soft skill menjadi bagian penting yang dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja.
Ia juga belajar untuk memiliki kemampuan beradaptasi dalam menghadapi berbagai situasi pelayanan. Keluhan wisatawan maupun perubahan jadwal secara mendadak menjadi kondisi yang membutuhkan sikap tenang, ramah dan kemampuan mencari solusi.
“Kami diajarkan bahwa kepuasan tamu adalah nomor satu. Jadi saya terbiasa berpikir cepat, ramah dalam kondisi apa pun, dan kerja tim. Itu modal utama saya di industri pariwisata,” katanya.
Dalam menyelesaikan pendidikan dan tugas akhirnya, Alifah juga menghadapi tantangan. Ia mengaku harus melawan rasa malas, termasuk ketika menjalani proses bimbingan dengan dosen.
Namun, perjuangan orang tua menjadi salah satu motivasinya untuk terus menyelesaikan pendidikan. Ia mengingat berbagai pengorbanan yang telah diberikan orang tua dalam mendukung kebutuhan kuliahnya.
“Cara saya bangkit adalah melawan rasa malas sambil mengingat perjuangan orang tua yang sudah banyak mengorbankan segalanya untuk kebutuhan kuliah saya,” pungkasnya.
Bagi Alifah, pendidikan di Polnes tidak hanya memberinya pengetahuan di bidang pariwisata, tetapi juga pengalaman dalam melakukan penelitian, berkomunikasi, memberikan pelayanan, bekerja sama dan beradaptasi sebagai bekal menghadapi dunia kerja.

