Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pendidikan Jangan Hanya Andalkan Hafalan, Siswa Harus Dilatih Berkolaborasi

    Agustus 15, 2026

    Supardi Sebut Kaltim Jadi Penugasan Paling Berkesan dalam Kariernya

    Agustus 14, 2026

    Efisiensi Jadi Landasan RAPBD 2027 Samarinda, Belanja Tak Prioritas Ditunda

    Agustus 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Tak Hadir Rapat Paripurna Lagi, Gubernur Jadi Sorotan
    DPRD Kaltim

    Tak Hadir Rapat Paripurna Lagi, Gubernur Jadi Sorotan

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaJuli 21, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Syahariah Mas’ud
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Rapat Paripurna ke-25 DPRD Provinsi Kalimantan Timur yang digelar di Gedung B Jalan Teuku Umar, Senin 21 Juli 2025 diwarnai interupsi dari Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Syahariah Mas’ud.

    Dalam interupsinya, Syahariah menyoroti ketidakhadiran Gubernur Kaltim dalam beberapa kali sidang paripurna, yang dinilai tidak mencerminkan penghormatan terhadap forum tertinggi di lembaga legislatif daerah tersebut.

    “Dalam interupsi ini saya ingin menyampaikan terkait kehadiran Gubernur yang beberapa waktu lalu diwakili oleh staf ahli, dalam hal ini Pak Arief. Kalau memang ada keperluan, oke, tidak masalah. Tapi ini saya lihat sudah hampir lima kali rapat paripurna tidak ada Gubernur, atau setidaknya Wakil Gubernur atau Sekda,” ungkap Syahariah dengan nada tegas.

    Meski menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud meremehkan kehadiran perwakilan gubernur, Syahariah menekankan bahwa rapat paripurna memiliki kedudukan yang penting dalam jalannya pemerintahan daerah.

    “Bukan berarti saya tidak senang dengan kehadiran Pak Arief, tapi rapat paripurna ini adalah rapat tertinggi. Lantas kenapa Gubernur tidak hadir dalam beberapa kali pertemuan penting seperti ini?” lanjutnya.

    Tak hanya menyoal kehadiran Gubernur, politisi perempuan dari Komisi IV ini juga meminta perhatian terhadap kehadiran organisasi perangkat daerah (OPD) atau dinas-dinas terkait dalam agenda DPRD.

    “Saya juga meminta dinas-dinas terkait untuk hadir. Ini urusan dan tanggung jawab kita bersama, bukan hanya DPRD saja,” tegasnya.

    Menanggapi interupsi tersebut, Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur Hasanuddin Mas’ud menjelaskan bahwa ketidakhadiran Gubernur bukan tanpa alasan. Ia menjelaskan bahwa jika Gubernur berhalangan hadir, maka secara tata tertib, telah diatur adanya pendelegasian tugas kepada pejabat struktural lainnya.

    “Apabila Gubernur berhalangan hadir, maka biasanya mendelegasikan kepada Sekretaris Daerah, atau Asisten I, II, atau III. Surat pendelegasian itu sudah dilaksanakan sesuai dengan tata tertib kita,” jelas Hasanuddin.

    Ia juga menambahkan bahwa pada kesempatan tertentu, ketidakhadiran Gubernur bersamaan dengan agenda nasional, termasuk rapat melalui sambungan virtual bersama Presiden RI.

    Namun, Hasanuddin menegaskan bahwa ke depan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan jajaran staf gubernur dan protokoler. Langkah ini diambil agar jadwal rapat paripurna DPRD bisa disesuaikan dengan agenda Gubernur, demi meningkatkan sinergitas dan komitmen terhadap mekanisme demokrasi daerah.

    “Kita sudah berikan jadwal selama satu bulan penuh agar waktu-waktu paripurna bisa disiapkan dengan baik, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” tutupnya.

    Rapat paripurna kali ini juga membahas berbagai agenda strategis daerah, termasuk pandangan fraksi-fraksi terhadap laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024. Diharapkan ke depan, komunikasi dan kehadiran antarunsur pemerintahan daerah dapat lebih selaras demi memperkuat tata kelola pemerintahan di Kalimantan Timur.

    OPD Rapat Paripurna Syahariah Mas’ud
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Demi Matangkan Regulasi, DPRD Samarinda Tambah Masa Kerja Pansus I

    Agustus 8, 2026

    Utang Rp671 Miliar Jadi Alarm, PDIP Nilai Ruang Fiskal Samarinda Kian Tercekik

    Juli 30, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan Perwali untuk Akhiri Tumpang Tindih Program dan Data Antar-OPD

    Juli 22, 2026

    Pemkot Pilih Teguran dan Pembinaan, Bagi ASN Langgar Aturan WFH Belum Disanksi

    Juli 21, 2026

    Sekda Kaltim Saring Belanja OPD di Atas Rp10 Juta, Prioritaskan Anggaran Mendesak

    Juli 9, 2026

    Harum Tegaskan Belanja OPD Harus Tepat Sasaran dan Berdampak Nyata bagi Masyarakat

    Juni 23, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pendidikan Jangan Hanya Andalkan Hafalan, Siswa Harus Dilatih Berkolaborasi

    R’syaAgustus 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun meminta dunia pendidikan tidak hanya berorientasi pada…

    Supardi Sebut Kaltim Jadi Penugasan Paling Berkesan dalam Kariernya

    Agustus 14, 2026

    Efisiensi Jadi Landasan RAPBD 2027 Samarinda, Belanja Tak Prioritas Ditunda

    Agustus 14, 2026

    Kaltim Kejar Swasembada Beras, Capaian Pangan Naik dari 30 Persen Jadi 58 Persen

    Agustus 14, 2026

    Skirining Jadi Kekuatan Pemerintah Kota Samarinda Percepat Jaring Penderita HIV

    Agustus 14, 2026
    1 2 3 … 3,278 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.