Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Tak Semata Hafalan, Pancasila Jadi Pedoman Generasi Muda dalam Bersikap

    Juni 1, 2026

    Kasus Dugaan Malapraktik di AWS Jadi Ujian Kepercayaan Publik, Dewas Turun Evaluasi

    Juni 1, 2026

    Tambang Mulai Lesu, Samarinda Siaga Antisipasi Gelombang PHK dan Pelemahan Daya Beli

    Juni 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kutim»Sudah Diakui, Tarian Hudoq Asal Kutim Terima Sertifikat KIK
    Diskominfo Kutim

    Sudah Diakui, Tarian Hudoq Asal Kutim Terima Sertifikat KIK

    SeliBy SeliJuni 20, 202303 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Tarian Hudoq asal Kabupaten Kutim diakui Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kaltim. Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) telah diterima oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim di Ballroom Hotel Aston, Samarinda pada Selasa (20/6/2023).

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur Mulyono yang menerima sertifikat tersebut mengapresiasi Tarian Hudoq telah berhasil mendapatkan pengakuan hukum lewat sertifikat KIK.

    Mulyono mengatakan setelah Tarian Hudoq, masih ada PR yang harus diperjuangkan Disdikbud Kutim untuk mendapatkan sertifikat KIK untuk tiga tari tradisional yakni Tarian Upacara Nom lan, Lom Plai, dan Tari Gong

    “Tiga tarian lainnya, yaitu tarian upacara Nom lan, Lom Plai, dan Tari Gong masih dalam proses pengajuan. Kami berharap mereka juga akan segera mendapatkan pengakuan serupa,” ungkap Mulyono usai acara.

    Mulyono juga menambahkan bahwa masih banyak tarian lainnya yang ada di Kutai Timur. Dalam hal ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur sedang melakukan pemutahiran data terkait kekayaan budaya daerah.

    “Proses pengajuan tarian-tarian tersebut dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” tambahnya.

    Lebih lanjut menurutnya, Tarian Hudoq termasuk dalam kesenian barongan dan memiliki ciri khas kostum dan topeng. Para penari Hudoq mengenakan busana yang terbuat dari kulit pohon yang ditutupi rumbai daun pisang. Beberapa penari juga menggunakan daun kelapa dan topeng berbulu yang menyerupai kepala binatang. Selain itu, mereka juga memegang tongkat kayu di tangan kanan.

    Di Kabupaten Kutai Timur, khususnya di Kecamatan Muara Wahau, setiap tahunnya suku Dayak Wehea merayakan pesta adat bernama Lom Plai.

    Tarian Hudoq dapat dilakukan oleh pria, wanita, anak-anak, maupun dewasa. Selain sebagai sarana ungkapan syukur, tarian ini juga dipercaya memiliki kekuatan penyembuhan terhadap penyakit tertentu dan dapat membawa semangat atau roh padi.

    “Tujuan sebenarnya dari Tarian Hudoq adalah untuk memastikan bahwa pada musim tanam berikutnya, padi akan tumbuh subur dengan bulir yang lebat dan berisi. Tarian ini memiliki makna sakral dalam kehidupan suku Dayak, di mana mereka memohon kepada Sang Pencipta agar memberikan rezeki yang melimpah dan hasil panen yang baik pada tahun mendatang,” terangnya.

    “Kami bersama tim sedang mendata memasuki wilayah-wilayah pedalaman untuk mendata tari, situs dan budaya kita,” imbuhnya.

    Selama Tarian Hudoq, juga disajikan makanan berupa ketupat dan pisang sebagai bentuk sedekah kepada para dewa. Dalam kepercayaan suku Dayak, sedekah ini bertujuan agar para dewa menjadi murah hati dalam memberikan anugerah dan rezeki yang melimpah bagi masyarakat.

    Dalam proses pemilihan penari dan persiapan tarian ini, suku Dayak melibatkan seluruh masyarakat sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya. Generasi muda diajarkan untuk menguasai gerakan dan teknik dalam Tarian Hudoq,

    “Semoga acara ini menjadi sarana sehingga tradisi ini dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang,” harapnya.

    Disdikbud KIK Mulyono
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Seli

    Related Posts

    Samarinda Disebut Kota Musik, DPRD: Jangan Hanya Slogan Tanpa Realisasi

    April 23, 2026

    Kasus Pelecehan Tak Kunjung Reda, Disdikbud Kaltim Singgung Kegagalan Pengawasan Sekolah

    April 14, 2026

    Disdikbud Kaltim Targetkan 2027 Tak Ada Sekolah Rusak, Kekurangan Guru Produktif Jadi Sorotan

    April 14, 2026

    Sekolah Gratis Belum Menjawab Masalah, Disdikbud Kaltim Soroti Anak Putus Sekolah dan Rendahnya Kualitas Pendidikan

    April 14, 2026

    Enam Ruang Kelas Terdampak Kebakaran, Disdikbud Samarinda Fokus Pemulihan Sarana Belajar

    April 3, 2026

    Andi Harun Tekankan Konsolidasi Birokrasi dan Pengisian Jabatan Usai Pelantikan Sekda

    April 2, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Tak Semata Hafalan, Pancasila Jadi Pedoman Generasi Muda dalam Bersikap

    R’syaJuni 1, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Momentum Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni menjadi pengingat akan…

    Kasus Dugaan Malapraktik di AWS Jadi Ujian Kepercayaan Publik, Dewas Turun Evaluasi

    Juni 1, 2026

    Tambang Mulai Lesu, Samarinda Siaga Antisipasi Gelombang PHK dan Pelemahan Daya Beli

    Juni 1, 2026

    Libur Hari Lahir Pancasila, Edulab Samarinda Dipadati Pengunjung

    Juni 1, 2026

    PTTUN Jakarta Menangkan Kubu Teguh Sumarno, PGRI Kaltim Minta Konflik Internal Disudahi

    Juni 1, 2026
    1 2 3 … 3,114 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.