Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Pilih Teguran dan Pembinaan, Bagi ASN Langgar Aturan WFH Belum Disanksi

    Juli 21, 2026

    Sekitar 1.700 Atlet Kota Samarinda Masih Menunggu Kejelasan Anggaran Keikutsertaan Porprov 2026

    Juli 21, 2026

    HYROX, Olahraga yang Menggabungkan Lari dan Latihan Kekuatan dalam Satu Tantangan

    Juli 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kutim»Sudah Diakui, Tarian Hudoq Asal Kutim Terima Sertifikat KIK
    Diskominfo Kutim

    Sudah Diakui, Tarian Hudoq Asal Kutim Terima Sertifikat KIK

    SeliBy SeliJuni 20, 202303 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Tarian Hudoq asal Kabupaten Kutim diakui Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kaltim. Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) telah diterima oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim di Ballroom Hotel Aston, Samarinda pada Selasa (20/6/2023).

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur Mulyono yang menerima sertifikat tersebut mengapresiasi Tarian Hudoq telah berhasil mendapatkan pengakuan hukum lewat sertifikat KIK.

    Mulyono mengatakan setelah Tarian Hudoq, masih ada PR yang harus diperjuangkan Disdikbud Kutim untuk mendapatkan sertifikat KIK untuk tiga tari tradisional yakni Tarian Upacara Nom lan, Lom Plai, dan Tari Gong

    “Tiga tarian lainnya, yaitu tarian upacara Nom lan, Lom Plai, dan Tari Gong masih dalam proses pengajuan. Kami berharap mereka juga akan segera mendapatkan pengakuan serupa,” ungkap Mulyono usai acara.

    Mulyono juga menambahkan bahwa masih banyak tarian lainnya yang ada di Kutai Timur. Dalam hal ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur sedang melakukan pemutahiran data terkait kekayaan budaya daerah.

    “Proses pengajuan tarian-tarian tersebut dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” tambahnya.

    Lebih lanjut menurutnya, Tarian Hudoq termasuk dalam kesenian barongan dan memiliki ciri khas kostum dan topeng. Para penari Hudoq mengenakan busana yang terbuat dari kulit pohon yang ditutupi rumbai daun pisang. Beberapa penari juga menggunakan daun kelapa dan topeng berbulu yang menyerupai kepala binatang. Selain itu, mereka juga memegang tongkat kayu di tangan kanan.

    Di Kabupaten Kutai Timur, khususnya di Kecamatan Muara Wahau, setiap tahunnya suku Dayak Wehea merayakan pesta adat bernama Lom Plai.

    Tarian Hudoq dapat dilakukan oleh pria, wanita, anak-anak, maupun dewasa. Selain sebagai sarana ungkapan syukur, tarian ini juga dipercaya memiliki kekuatan penyembuhan terhadap penyakit tertentu dan dapat membawa semangat atau roh padi.

    “Tujuan sebenarnya dari Tarian Hudoq adalah untuk memastikan bahwa pada musim tanam berikutnya, padi akan tumbuh subur dengan bulir yang lebat dan berisi. Tarian ini memiliki makna sakral dalam kehidupan suku Dayak, di mana mereka memohon kepada Sang Pencipta agar memberikan rezeki yang melimpah dan hasil panen yang baik pada tahun mendatang,” terangnya.

    “Kami bersama tim sedang mendata memasuki wilayah-wilayah pedalaman untuk mendata tari, situs dan budaya kita,” imbuhnya.

    Selama Tarian Hudoq, juga disajikan makanan berupa ketupat dan pisang sebagai bentuk sedekah kepada para dewa. Dalam kepercayaan suku Dayak, sedekah ini bertujuan agar para dewa menjadi murah hati dalam memberikan anugerah dan rezeki yang melimpah bagi masyarakat.

    Dalam proses pemilihan penari dan persiapan tarian ini, suku Dayak melibatkan seluruh masyarakat sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya. Generasi muda diajarkan untuk menguasai gerakan dan teknik dalam Tarian Hudoq,

    “Semoga acara ini menjadi sarana sehingga tradisi ini dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang,” harapnya.

    Disdikbud KIK Mulyono
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Seli

    Related Posts

    Bencana di Sumatera Jadi Peringatan, Kaltim Tegaskan Komitmen Jaga Hutan dan Tekan Deforestasi

    Desember 15, 2025

    Lambannya Sertifikasi Lahan Hambat Pengembangan Sekolah, Salehuddin Desak Percepatan

    November 11, 2024

    DPRD Kaltim Desak Tindakan Tegas Bagi Oknum Sekolah yang Jual Buku

    Agustus 8, 2024

    Transportasi Massal Berbasis Lingkungan Mendapat Dukungan DPRD Samarinda

    Agustus 5, 2024

    DPRD Samarinda Kritik Kesenjangan Sekolah Unggulan dan Non-Unggulan

    Juli 2, 2024

    Di Samarinda Masih Ada Permukiman Padat, Tapi SMP Belum Ada

    Mei 10, 2024
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Pilih Teguran dan Pembinaan, Bagi ASN Langgar Aturan WFH Belum Disanksi

    Nur AjijahJuli 21, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Hingga kini, pelanggaran Work From Home (WFH) yang ditemukan di Samarinda, masih sebatas…

    Sekitar 1.700 Atlet Kota Samarinda Masih Menunggu Kejelasan Anggaran Keikutsertaan Porprov 2026

    Juli 21, 2026

    HYROX, Olahraga yang Menggabungkan Lari dan Latihan Kekuatan dalam Satu Tantangan

    Juli 21, 2026

    SPM HIV Capai 99,8 Persen, Samarinda Jadi Lokus Supervisi Kemenkes

    Juli 21, 2026

    Pemda Samarinda Siapkan Parkir Berlangganan, Sebagai Sumber PAD Baru

    Juli 21, 2026
    1 2 3 … 3,230 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.