Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Empat Tersangka Pencurian Kabel Samarinda, Kerugian Pemkot Capai Rp72 Juta

    Oktober 28, 2026

    Pemkot Samarinda Tegaskan Tak Ada Pihak Ketiga dalam Pengelolaan UMKM Teras

    Oktober 28, 2026

    Tiga Sekolah Rakyat Diusulkan di Kaltim, Kepastian Pembangunan Masih Menunggu Pusat

    Oktober 28, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»DPRD Samarinda Kritik Kesenjangan Sekolah Unggulan dan Non-Unggulan
    DPRD Samarinda

    DPRD Samarinda Kritik Kesenjangan Sekolah Unggulan dan Non-Unggulan

    LarasBy LarasJuli 2, 2024Updated:Juli 2, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Kesenjangan masih terjadi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) tahun ini.

    Teks: Ilustrasi pelajar

    Paradigma tentang sekolah unggulan versus non-unggulan menjadi perhatian utama warga Kaltim, khususnya Samarinda yang masih bisa dirasakan hingga detik ini terkait kualitas pendidikan yang dirasa belum merata.

    Masyarakat masih memiliki prasangka bahwa sejumlah sekolah dianggap memiliki tenaga pendidik dan fasilitas yang lebih baik, sementara sekolah lainnya tertinggal jauh. Fenomena ini terus berkembang dan menciptakan kesenjangan yang signifikan.

    Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar angkat bicara mengenai hal ini. Ia menegaskan bahwa label “sekolah unggulan” hanyalah stigma yang diciptakan segelintir orang dan tidak seharusnya menjadi standar masyarakat dalam memilih sekolah untuk anak-anak mereka.

    “Padahal, sekolah unggulan itu tidak ada. Label-label itu disematkan oleh segelintir orang saja dan tidak menjadi keharusan untuk masuk ke sekolah dengan label tersebut,” tegas Deni, Rabu (26/6/2024).

    Dia juga mengkritisi fenomena “siswa titipan” yang sering terjadi di sekolah-sekolah yang dianggap unggulan. Menurutnya, setiap sekolah memiliki potensi yang sama untuk mendidik siswa dengan baik dan penilaian berdasarkan label semata tidak adil.

    “Tidak boleh ada bahasa seperti itu dan setiap sekolah itu sama. Tinggal bagaimana sekolah itu bisa mendidik siswanya. Kita inginnya menghilangkan paradigma itu,” tuturnya.

    Politikus Partai Gerindra ini telah menyampaikan keprihatinannya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan mendorong agar tenaga pendidik dialihkan ke sekolah-sekolah di daerah pinggiran. Ia berpendapat bahwa guru yang andal dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.

    “Karena bagaimanapun menjadi sekolah yang bagus bukan soal fasilitas saja melainkan juga tenaga pendidiknya yang andal,” tegasnya.

    Selain masalah tenaga pendidik, Deni juga menyoroti kekurangan fasilitas di sekolah-sekolah, terutama di daerah pinggiran. Ia mendesak Disdikbud Samarinda untuk mengalokasikan dana secara merata agar semua sekolah dapat memenuhi standar pelayanan minimal dan menjadi pilihan yang layak bagi siswa baru.

    “Fasilitas di sekolah juga saat ini kita melihat dari acuan pembangunan infrastruktur saja sekolah yang di kota juga masih banyak kurangnya, standar pelayanan minimal juga belum terpenuhi dengan cukup. Nah kita ingin Disdikbud betul-betul mengalokasikan dana untuk memperhatikan seluruh sekolah,” tutupnya.

    Ia berharap kesenjangan pendidikan di Samarinda bisa dikurangi dan semua sekolah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan memberikan pendidikan yang berkualitas bagi semua siswa.

    Deni Hakim Anwar Disdikbud PPDB
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Soal Isu Pencurian Kabel di Samarinda, Deni: Kurangnya Pengawasan Pemerintah dan Warga

    Oktober 26, 2026

    Dorong OPD Jadi Pasar Awal Samaqua, Iswandi: Soroti Distribusi dan Harga

    Oktober 25, 2026

    Iswandi Minta Penyaluran BBM Subsidi Dibenahi Sebelum Kuota Dikurangi

    Oktober 25, 2026

    Abdul Rohim Usulkan Dana Perbaikan Infrastruktur untuk Atasi Krisis Air Bersih Samarinda

    Oktober 24, 2026

    Perda Pariwisata Samarinda Ditargetkan Rampung Desember 2026

    Oktober 24, 2026

    Keterbatasan Lahan Jadi Tantangan Pembangunan 59 Kopdes di Samarinda

    Oktober 24, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Empat Tersangka Pencurian Kabel Samarinda, Kerugian Pemkot Capai Rp72 Juta

    AminahOktober 28, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencurian dan perusakan…

    Pemkot Samarinda Tegaskan Tak Ada Pihak Ketiga dalam Pengelolaan UMKM Teras

    Oktober 28, 2026

    Tiga Sekolah Rakyat Diusulkan di Kaltim, Kepastian Pembangunan Masih Menunggu Pusat

    Oktober 28, 2026

    Kemiskinan Kaltim Masih 5,14 Persen, Angka di Desa Hampir Dua Kali Lipat Kota

    Oktober 28, 2026

    Kelurahan Bantuas Serah Terimakan Hasil Pembangunan Probebaya 2026, Dorong Manfaat bagi Warga

    Oktober 28, 2026
    1 2 3 … 3,412 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.