Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jahidin Meninggal Dunia, Kaltim Kehilangan Legislator Senior

    Oktober 15, 2026

    Lahan Pemkot yang Menganggur Diusulkan Jadi TPU di Samarinda

    Oktober 15, 2026

    DPRD Samarinda Minta Pemkot dan Pemprov Bersinergi soal Pembangunan RSUD AMS II

    Oktober 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Soal BPJS Kota dan Provinsi, Iswandi Tegaskan Jangan Bikin Publik Bingung
    Samarinda

    Soal BPJS Kota dan Provinsi, Iswandi Tegaskan Jangan Bikin Publik Bingung

    Andika SaputraBy Andika SaputraApril 16, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi saat menanggapi polemik BPJS (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Iswandi menilai polemik terkait kepesertaan Badan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan antara pemerintah kota dan provinsi tidak perlu dibesar-besarkan di ruang publik.

    Menurutnya, persoalan tersebut pada dasarnya merupakan urusan teknis anggaran yang seharusnya dibahas secara internal, bukan menjadi konsumsi masyarakat luas.

    “Ini sebenarnya tidak usah dibesar-besarkan. Kalau sudah dibawa ke publik, kesannya jadi politis dan masyarakat yang bingung,” ujarnya, Rabu 15 April 2026.

    Ia menjelaskan baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kota memiliki dasar masing-masing dalam kebijakan tersebut. Namun, perbedaan muncul pada mekanisme pengalihan pembiayaan yang dinilai belum melalui komunikasi yang matang.

    “Dua-duanya benar. Ini soal bagaimana kebijakan itu disampaikan dan dibicarakan. Kalau bicara anggaran, tempatnya di dewan, bukan di ruang publik,” tegasnya.

    Iswandi mengungkapkan sebelumnya pembiayaan sekitar 49 ribu peserta telah diatur melalui kebijakan pemerintah provinsi. Namun ketika terjadi perubahan, pemerintah kota bereaksi karena tidak adanya penjelasan awal yang komprehensif.

    Meski demikian, substansi utama dari persoalan ini adalah kewajiban pemerintah dalam menjamin layanan kesehatan masyarakat.

    “Mau dibayar provinsi atau kota itu tetap tugas pemerintah. Kesehatan itu kebutuhan dasar yang dijamin undang-undang,” katanya.

    Ia juga memaparkan beban anggaran yang saat ini sudah ditanggung Pemerintah Kota Samarinda. Berdasarkan data lebih dari 117 ribu peserta telah dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kota, di luar yang ditanggung pemerintah pusat.

    Jika ditambah sekitar 49 ribu peserta lagi maka total tanggungan pemerintah kota akan meningkat signifikan, yang tentunya berdampak pada perencanaan anggaran.

    “Kalau ditambah jumlahnya jadi besar. Tapi itu tetap harus dicarikan solusi, misalnya melalui pergeseran anggaran atau pembahasan di perubahan APBD,” jelasnya.

    Iswandi menegaskan solusi terbaik adalah mencari jalan keluar bersama melalui mekanisme resmi, bukan memperdebatkan di ruang publik yang berpotensi menimbulkan keresahan.

    “Yang penting bagaimana 49 ribu ini tetap terlayani. Itu tugas kita bersama, bukan dipolemikkan ke masyarakat,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Tanggap Darurat Samarinda Diperpanjang hingga 19 Oktober, Karhutla Capai 643 Hektare

    Oktober 8, 2026

    Disnaker Samarinda Kembangkan Auto-Matching AK1 untuk Percepat Pencari Kerja Temukan Lowongan

    Oktober 7, 2026

    Dua Bulan Padamkan Karhutla, 15 Relawan Samarinda Mengeluh Sesak Napas

    Oktober 7, 2026

    Seluruh Buaya Muara di Taman Satwa Palaran Direlokasi, Kolam Kini Kosong

    Oktober 5, 2026

    Harga Pertamax Naik, Pekerja di Samarinda Kurangi Pulang ke Marangkayu

    Oktober 3, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Jahidin Meninggal Dunia, Kaltim Kehilangan Legislator Senior

    AminahOktober 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) periode 2024–2029 Jahidin meninggal dunia pada Kamis…

    Lahan Pemkot yang Menganggur Diusulkan Jadi TPU di Samarinda

    Oktober 15, 2026

    DPRD Samarinda Minta Pemkot dan Pemprov Bersinergi soal Pembangunan RSUD AMS II

    Oktober 15, 2026

    Raperda Penyelamatan Kebakaran Samarinda Rampung Dibahas, Segera Masuk Tahap Harmonisasi

    Oktober 15, 2026

    Kemarau Ganggu Ketersediaan Pakan, Peternak Sapi di Kaltim Perlu Siapkan Silase

    Oktober 15, 2026
    1 2 3 … 3,386 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.