Insitekaltim, Samarinda – Berkurangnya pertumbuhan tanaman pakan selama musim kemarau menjadi salah satu persoalan yang perlu diantisipasi peternak sapi di Kalimantan Timur (Kaltim).
Selain berpengaruh terhadap ketersediaan hijauan, cuaca panas juga dapat mengurangi konsumsi pakan dan berdampak terhadap pertumbuhan bobot ternak.
Kepala Bidang Perbibitan, Pakan, dan Produksi Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim lhyan Nizam menjelaskan, sapi dapat mengalami perubahan pola konsumsi ketika cuaca panas, terutama jika kondisi kandang tidak memadai.
“Kalau musim panas dan kandangnya tidak layak otomatis sapi akan minum lebih banyak dan makan menjadi sedikit. Secara tidak langsung, itu bisa mengurangi produktivitas sapinya. Ke bobot juga bisa berpengaruh karena lebih banyak minum, sementara konsumsi pakannya berkurang,” kata Ihyan di Samarinda, Rabu, 14 Oktober 2026.
Persoalan pakan menjadi perhatian karena tanaman hijauan yang biasa dimanfaatkan peternak berpotensi tidak tumbuh optimal ketika curah hujan berkurang. Jika kondisi tersebut berlangsung, peternak perlu memiliki persediaan pakan agar kebutuhan nutrisi ternak tetap terpenuhi.
Salah satu cara yang dapat dilakukan ialah mengawetkan hijauan melalui metode silase. Teknik ini dilakukan dengan fermentasi bahan pakan dalam wadah tertutup sehingga dapat disimpan dan digunakan ketika ketersediaan rumput segar menurun.
Ihyan mengatakan, pengawetan pakan merupakan salah satu upaya yang dapat diperkenalkan kepada peternak untuk menghadapi kondisi tersebut.
“Makanya ada beberapa cara yang bisa kita evaluasi, misalnya dengan mengawetkan makanan. Ada pakan untuk saat kering, silase misalnya. Itu dibuat di wadah tertutup, kemudian diberi probiotik untuk proses fermentasi dan silase ini yang kita ajarkan,” ujarnya.
Peningkatan pengetahuan peternak mengenai pengolahan pakan juga dapat dilakukan melalui bimbingan teknis yang diselenggarakan pemerintah provinsi. Pelatihan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan teknik pengelolaan pakan yang sesuai dengan kebutuhan ternak.
Selain ketersediaan pakan, kondisi kesehatan sapi juga perlu diperhatikan selama musim kemarau. Ihyan menjelaskan, kecukupan nutrisi berkaitan dengan daya tahan tubuh ternak sehingga perubahan kondisi pemeliharaan dan konsumsi pakan perlu diantisipasi.
Meski demikian, ia tidak menyebut adanya penyakit menular tertentu yang secara khusus meningkat akibat musim kemarau di Kaltim.
“Kalau kondisi tubuh menurun, penyakit lebih mudah menyerang karena daya tahan tubuhnya berkurang. Untuk penyakit menular, saat ini tidak ada yang secara khusus yang perlu diperhatikan adalah kondisi daya tahan tubuh ternak,” tuturnya.

