Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Samarinda Minta Pemkot dan Pemprov Bersinergi soal Pembangunan RSUD AMS II

    Oktober 15, 2026

    Raperda Penyelamatan Kebakaran Samarinda Rampung Dibahas, Segera Masuk Tahap Harmonisasi

    Oktober 15, 2026

    Kemarau Ganggu Ketersediaan Pakan, Peternak Sapi di Kaltim Perlu Siapkan Silase

    Oktober 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Kemarau Ganggu Ketersediaan Pakan, Peternak Sapi di Kaltim Perlu Siapkan Silase
    Ekonomi

    Kemarau Ganggu Ketersediaan Pakan, Peternak Sapi di Kaltim Perlu Siapkan Silase

    AminahBy AminahOktober 15, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sejumlah sapi tampak berada di kandang yang dilengkapi pakan hijauan, di kawasan Lempake Kota Samarinda. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Berkurangnya pertumbuhan tanaman pakan selama musim kemarau menjadi salah satu persoalan yang perlu diantisipasi peternak sapi di Kalimantan Timur (Kaltim).

    Selain berpengaruh terhadap ketersediaan hijauan, cuaca panas juga dapat mengurangi konsumsi pakan dan berdampak terhadap pertumbuhan bobot ternak.

    Kepala Bidang Perbibitan, Pakan, dan Produksi Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim lhyan Nizam menjelaskan, sapi dapat mengalami perubahan pola konsumsi ketika cuaca panas, terutama jika kondisi kandang tidak memadai.

    “Kalau musim panas dan kandangnya tidak layak otomatis sapi akan minum lebih banyak dan makan menjadi sedikit. Secara tidak langsung, itu bisa mengurangi produktivitas sapinya. Ke bobot juga bisa berpengaruh karena lebih banyak minum, sementara konsumsi pakannya berkurang,” kata Ihyan di Samarinda, Rabu, 14 Oktober 2026.

    Persoalan pakan menjadi perhatian karena tanaman hijauan yang biasa dimanfaatkan peternak berpotensi tidak tumbuh optimal ketika curah hujan berkurang. Jika kondisi tersebut berlangsung, peternak perlu memiliki persediaan pakan agar kebutuhan nutrisi ternak tetap terpenuhi.

    Salah satu cara yang dapat dilakukan ialah mengawetkan hijauan melalui metode silase. Teknik ini dilakukan dengan fermentasi bahan pakan dalam wadah tertutup sehingga dapat disimpan dan digunakan ketika ketersediaan rumput segar menurun.

    Ihyan mengatakan, pengawetan pakan merupakan salah satu upaya yang dapat diperkenalkan kepada peternak untuk menghadapi kondisi tersebut.

    “Makanya ada beberapa cara yang bisa kita evaluasi, misalnya dengan mengawetkan makanan. Ada pakan untuk saat kering, silase misalnya. Itu dibuat di wadah tertutup, kemudian diberi probiotik untuk proses fermentasi dan silase ini yang kita ajarkan,” ujarnya.

    Peningkatan pengetahuan peternak mengenai pengolahan pakan juga dapat dilakukan melalui bimbingan teknis yang diselenggarakan pemerintah provinsi. Pelatihan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan teknik pengelolaan pakan yang sesuai dengan kebutuhan ternak.

    Selain ketersediaan pakan, kondisi kesehatan sapi juga perlu diperhatikan selama musim kemarau. Ihyan menjelaskan, kecukupan nutrisi berkaitan dengan daya tahan tubuh ternak sehingga perubahan kondisi pemeliharaan dan konsumsi pakan perlu diantisipasi.

    Meski demikian, ia tidak menyebut adanya penyakit menular tertentu yang secara khusus meningkat akibat musim kemarau di Kaltim.

    “Kalau kondisi tubuh menurun, penyakit lebih mudah menyerang karena daya tahan tubuhnya berkurang. Untuk penyakit menular, saat ini tidak ada yang secara khusus yang perlu diperhatikan adalah kondisi daya tahan tubuh ternak,” tuturnya.

     

    Kemarau lhyan Nizam Peternakan Lokal
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Kaltim Masih Bergantung Sapi dari Luar Daerah, 58 Ekor Disalurkan ke Peternak Samarinda

    Oktober 14, 2026

    Harga Cabai di Samarinda Naik, Disdag Sebut Biaya Pengiriman Jadi Pemicu

    Oktober 13, 2026

    El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027, Kaltim Terancam Kekeringan dan Gangguan Pangan

    Oktober 11, 2026

    Wagub Kaltim Dorong Peningkatan PAD dari Sektor Energi, Soroti PI dan Antrean BBM

    Oktober 10, 2026

    Beda dengan Pemprov Kaltim, Pemkot Samarinda Tak Wajibkan ASN Menginap di Hotel Pemda

    Oktober 8, 2026

    Harga TBS Sawit Kaltim Menguat, Dinas Perkebunan Ingatkan Petani Soal Tengkulak

    Oktober 6, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Samarinda Minta Pemkot dan Pemprov Bersinergi soal Pembangunan RSUD AMS II

    Ratu ArifanzaOktober 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda Deni Hakim Anwar meminta Pemerintah Kota…

    Raperda Penyelamatan Kebakaran Samarinda Rampung Dibahas, Segera Masuk Tahap Harmonisasi

    Oktober 15, 2026

    Kemarau Ganggu Ketersediaan Pakan, Peternak Sapi di Kaltim Perlu Siapkan Silase

    Oktober 15, 2026

    Pemkot Samarinda Jajaki Kolaborasi dengan Kompas Media Group untuk Perluas Publikasi Pembangunan

    Oktober 14, 2026

    Pemkot Samarinda Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah Bersama Bankaltimtara

    Oktober 14, 2026
    1 2 3 … 3,386 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.