Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Segiri Driving Golf Diperebutkan Tiga Vendor, Pemkot Matangkan Kajian

    Juli 3, 2026

    Panjat Tebing Resmi Masuk O2SN, Kaltim Seleksi Atlet Terbaik Menuju Nasional

    Juli 3, 2026

    Siswa Mutasi dan Telat Daftar Masih Bisa Masuk SMP Negeri, Ini Syaratnya

    Juli 3, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Siswa Mutasi dan Telat Daftar Masih Bisa Masuk SMP Negeri, Ini Syaratnya
    Pendidikan

    Siswa Mutasi dan Telat Daftar Masih Bisa Masuk SMP Negeri, Ini Syaratnya

    SittiBy SittiJuli 3, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Aktivitas siswa di salah satu SMP Negeri di Samarinda (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda memastikan pintu masuk menuju Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri belum sepenuhnya tertutup rapat.

    Calon siswa baru dengan status khusus, seperti anak aparatur negara yang mengikuti mutasi orang tua atau siswa berprestasi yang terlambat mendaftar, dinyatakan masih memiliki peluang untuk mengisi bangku kosong di fasilitas pendidikan milik pemerintah.

    Kendati demikian, peluang tersebut dibatasi oleh syarat yang ketat. Disdikbud menegaskan tidak akan membuka rombongan belajar (rombel) baru atau menambah kuota pada sekolah-sekolah favorit yang dayatampungnya telah terkunci oleh sistem.

    Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Samarinda Mohammad Wahiduddin membeberkan, dinamika di lapangan menunjukkan adanya sejumlah calon siswa potensial yang luput dari jadwal pendaftaran reguler karena kendala administratif perpindahan antardaerah.

    “Tidak menutup kemungkinan ada mereka yang jalur sesungguhnya harusnya jalur mutasi, jalur afirmasi, atau jalur prestasi, tapi pada saat tanggal pendaftaran itu mereka tidak berada di tempat atau tidak mengetahui informasi. Sehingga begitu mengetahui, jalurnya sudah lewat,” ungkap Wahiduddin, Kamis, 2 Juli 2026.

    Kasus yang paling sering ditemui pasca-pengumuman Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) adalah kepindahan keluarga pegawai dari luar daerah yang baru terealisasi setelah seluruh tahapan seleksi daring selesai digulirkan.

    Bagi kategori siswa tersebut, Disdikbud memberikan lampu hijau untuk diakomodasi. Syarat utamanya orang tua siswa harus menurunkan ego dan bersedia menerima sisa kuota bangku kosong di sekolah negeri mana pun yang ditunjuk oleh dinas, meskipun lokasinya berada di luar radius domisili terdekat mereka.

    “Ada yang pindah dari luar Kota Samarinda ke Kota Samarinda, dan pindahnya itu setelah jalur mutasi selesai. Yang seperti ini ada. Tapi sekali lagi, kalaupun dia mau diakomodasi, tetap terhadap sekolah yang kuotanya masih tersedia. Bukan mencari atau memaksa tetap masuk ke sekolah yang kuotanya sudah penuh,” tegasnya.

    Meskipun peluang tersebut terbuka, mekanisme teknis pengisian sisa kursi kosong ini tidak bisa diproses secara otomatis oleh pihak sekolah. Disdikbud Samarinda saat ini tengah menyusun laporan pemetaan sisa kuota untuk disodorkan kepada kepala daerah guna mendapatkan persetujuan legal.

    Langkah ini diambil untuk mengantisipasi adanya tuduhan jalur belakang atau titipan ilegal yang rawan diembuskan oleh masyarakat di tengah masa transisi pasca-SPMB.

    “Kami masih konsultasi dulu dengan pimpinan, terutama dengan Pak Wali Kota. Seperti apa nanti mekanismenya, apakah kursi yang kosong itu bisa diisi atau tidak. Kalau pimpinan sudah menyetujui, baru bisa bergerak. Namun yang jelas, sudah tidak ada jalur pendaftaran baru lagi karena SPMB sebenarnya sudah selesai. Ini murni sekadar memenuhi kuota yang masih tersedia saja,” pungkas Wahiduddin.

     

    Disdikbud Samarinda Mohammad Wahiduddin Sekolah SMP SPMB SPMB 2026
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Disdikbud Samarinda Sebut 32 Siswa Aduan TRC PPA Belum Tentu Masuk SMP Negeri Dekat Rumah

    Juli 3, 2026

    Antisipasi Korban Zonasi, Disdikbud Samarinda Pastikan Kuota SMP Negeri Dirangkum Akhir Pekan Ini

    Juli 2, 2026

    Kuota SMP Negeri Minim, DPRD Samarinda Ambil Alih Jalur Darurat Manual dan Usut Oknum Manipulasi Koordinat

    Juli 2, 2026

    Sengkarut Jalur Zonasi di Samarinda, Siswa Palaran Terlempar 7 Kilometer ke Seberang

    Juli 1, 2026

    Buntut Pembatalan Sepihak, LBH Samarinda Bersiap Bawa Sengketa Gratispol ke Meja Hijau

    Juni 30, 2026

    Guru Makin Rentan Terjerat Persoalan Hukum, PGRI Kaltim Bentuk Lembaga Bantuan Hukum

    Juni 29, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Segiri Driving Golf Diperebutkan Tiga Vendor, Pemkot Matangkan Kajian

    Nur AjijahJuli 3, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda belum memutuskan pihak yang akan mengelola fasilitas Segiri…

    Panjat Tebing Resmi Masuk O2SN, Kaltim Seleksi Atlet Terbaik Menuju Nasional

    Juli 3, 2026

    Siswa Mutasi dan Telat Daftar Masih Bisa Masuk SMP Negeri, Ini Syaratnya

    Juli 3, 2026

    BPS Kaltim Perbarui Potensi Ekonomi Lewat Sensus Ekonomi 2026

    Juli 3, 2026

    DPRD Desak Pendataan Ulang Konsesi Tambang, Kepastian Hak Tanah Warga Tak Boleh Diabaikan

    Juli 3, 2026
    1 2 3 … 3,190 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.