Insitekaltim, Samarinda – Cabang olahraga panjat tebing untuk pertama kalinya resmi dipertandingkan dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Momentum perdana ini dimanfaatkan Pengurus Provinsi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kalimantan Timur (Kaltim) dengan menggelar seleksi tingkat provinsi guna menentukan atlet yang akan mewakili daerah pada O2SN tingkat nasional.
Kepala Bidang Litbang Pengprov FPTI Kaltim, Agung Sugiarto menjelaskan, O2SN merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Namun khusus cabang panjat tebing, tahun 2026 menjadi edisi perdana sehingga seluruh daerah melaksanakan seleksi secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.
“Seleksi dimulai dari kabupaten dan kota, kemudian dilanjutkan ke tingkat provinsi. Nantinya para juara provinsi akan menjadi wakil daerah di O2SN tingkat nasional,” ujar Agung di Gelora Kadrie Oening Sempaja, Samarinda, Jumat, 3 Juli 2026.
Seleksi tingkat Provinsi Kaltim berlangsung pada 2–4 Juli 2026 di Samarinda. Sebanyak sembilan kabupaten/kota mengirimkan atlet terbaiknya, sementara Kabupaten Mahakam Ulu belum mengikutsertakan peserta.
Pada kategori SMA, seleksi diikuti 18 atlet yang terdiri atas sembilan putra dan sembilan putri. Sementara di jenjang SMP terdapat 13 atlet, yakni enam putra dan tujuh putri.
Dengan demikian, total 31 atlet pelajar bersaing memperebutkan tiket menuju O2SN tingkat nasional.
Agung mengatakan Samarinda dipilih sebagai tuan rumah karena memiliki fasilitas panjat tebing yang paling lengkap di Kaltim, sekaligus mempertimbangkan efisiensi anggaran serta letaknya yang dinilai strategis.
“Venue di Samarinda paling lengkap dan memenuhi standar. Selain itu, lokasinya berada di tengah sehingga lebih mudah dijangkau peserta dari wilayah utara maupun selatan Kaltim,” jelasnya.
Dalam seleksi itu, atlet bertanding pada dua nomor, yakni lead dan speed. Pada nomor lead, penilaian didasarkan pada ketinggian atau poin yang berhasil diraih atlet di lintasan.
Sementara nomor speed mengutamakan catatan waktu tercepat hingga mencapai puncak. Jalur perlombaan untuk atlet putra dan putri juga dibuat berbeda meski pertandingan berlangsung secara bersamaan.
Ia menilai persaingan pada seleksi kali ini berlangsung cukup ketat. Berdasarkan hasil klasifikasi sementara, atlet asal Kota Balikpapan dan Kabupaten Kutai Timur menunjukkan performa yang menonjol dan berpeluang besar menjadi wakil Kaltim di tingkat nasional.
Nantinya, Kaltum akan mengirimkan empat atlet, masing-masing satu putra dan satu putri dari jenjang SMA serta satu putra dan satu putri dari jenjang SMP, untuk berlaga pada O2SN tingkat nasional.

