Insitekaltim, Samarinda – Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Samarinda Muhammad Sai’in menegaskan Piala Soeratin tetap akan digelar di Samarinda meski tanpa bergantung pada bantuan pemerintah provinsi.
Menurutnya kompetisi usia muda tersebut, merupakan bagian dari regulasi nasional PSSI yang wajib dilaksanakan di setiap kabupaten dan kota.
“Selama regulasi dari PSSI Pusat masih berlaku, kami tetap menggelar Soeratin. Ini bukan soal ada atau tidak ada bantuan dari provinsi, tetapi kewajiban menjalankan regulasi kompetisi nasional,” ujarnya di Samarinda, Selasa, 30 Juni 2026.
Sai’in menjelaskan, Piala Soeratin merupakan kompetisi berjenjang yang menjadi pintu masuk bagi klub-klub usia muda untuk melangkah ke tingkat provinsi hingga nasional.
Karena itu setiap asosiasi kabupaten dan kota wajib menyelenggarakan kompetisi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan PSSI.
Apabila suatu daerah tidak menggelar Piala Soeratin, kata dia, daerah tersebut otomatis kehilangan kesempatan mengirimkan wakil pada putaran tingkat provinsi.
“Kalau kota itu tidak menggelar Piala Soeratin, otomatis tidak bisa mengikuti kompetisi tingkat provinsi. Itu sudah menjadi aturan dalam sistem kompetisi PSSI,” jelasnya.
Ia menerangkan, pelaksanaan kompetisi di daerah tidak harus menggunakan nama Piala Soeratin. Penyelenggara dapat memakai nama piala kepala daerah atau nama lainnya, sepanjang sistem pertandingan tetap mengacu pada regulasi resmi PSSI.
Setelah kompetisi tingkat kota selesai, lanjut Sai’in, penyelenggaraan akan berlanjut di tingkat provinsi yang menjadi kewenangan PSSI Provinsi. Juara pada putaran tersebut kemudian berhak mewakili daerah di kompetisi nasional yang digelar PSSI Pusat.
“Setelah kota selesai, giliran PSSI Provinsi yang menggelar putaran provinsi. Juaranya kemudian mewakili daerah ke tingkat nasional yang diselenggarakan PSSI Pusat. Jadi semua sudah memiliki jenjang yang jelas,” terangnya.
Ia menambahkan, PSSI Kota Samarinda telah menyiapkan penyelenggaraan Piala Soeratin secara mandiri. Ia menyebut, kompetisi ini harus tetap berjalan agar pembinaan pesepak bola usia muda tidak terputus dan klub-klub di Samarinda tetap memiliki jalur resmi menuju kompetisi yang lebih tinggi.
“Yang kami jaga bukan sekadar kompetisinya, tetapi kesempatan pemain-pemain muda Samarinda agar tetap memiliki jalur menuju level yang lebih tinggi melalui sistem kompetisi resmi PSSI,” tutupnya.

