Insitekaltim, Samarinda – Ketua DPD Partai Gerindra Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji merespon terkait pengakuan Wali Kota Samarinda Andi Harun yang menyebut dirinya tidak pernah lagi diundang dalam agenda-agenda internal partai politik (parpol) di tingkat provinsi.
Seno Aji mengatakan ketiadaan undangan untuk Andi Harun sama sekali tidak berkaitan dengan isu keretakan hubungan atau konflik personal di internal partai berlambang kepala garuda tersebut.
Beberapa agenda yang digelar belakangan ini murni merupakan rapat teknis yang dikhususkan bagi jajaran pengurus struktural DPD Gerindra Kaltim.
“Kami ini mengadakan rapat pengurus. Jadi, kalau bukan pengurus, memang tidak diundang,” ujar Seno Aji saat dikonfirmasi, Selasa, 30 Juni 2026.
Mekanisme kepartaian telah mengatur kluster keterlibatan kader berdasarkan kebutuhan agenda organisasi.
Ia memastikan pihak DPD tetap akan melibatkan mantan Ketua DPD Gerindra Kaltim tersebut dalam agenda-agenda besar yang melibatkan seluruh elemen kader dan anggota partai.
“Artinya kalau nanti rapat besar atau rapat anggota, ya pasti kita undang. Jadi bukan ada sesuatu di sana, tidak ada apa-apa. Yang kita lakukan kemarin adalah rapat pengurus, maka hanya pengurus yang hadir,” katanya.
Pernyataan Seno Aji ini senada dengan penjelasan Sekretaris DPD Gerindra Kaltim Agus Suwandy yang sebelumnya menyatakan posisi Andi Harun dalam Surat Keputusan (SK) kepengurusan saat ini berstatus sebagai kader atau anggota, bukan lagi bagian dari jajaran pengurus harian struktural tingkat provinsi.
“Acara tersebut adalah rapat pengurus. Berdasarkan SK, posisi beliau adalah kader atau anggota, bukan pengurus partai,” pungkas Agus.

