Insitekaltim, Samarinda – Latihan rutin yang dijalani atlet-atlet usia dini taekwondo di Dojang Taekwondo mulai membuahkan hasil. Sejumlah atlet berhasil meraih prestasi pada berbagai kejuaraan tingkat kota setelah menjalani pembinaan secara konsisten.
Jihan yang berusia 11 tahun menjadi salah satu atlet yang berhasil meraih juara III pada kejuaraan taekwondo di Universitas Mulawarman (Unmul). Sementara itu, Nafisa yang berusia 12 tahun sukses meraih juara I pada ajang Koni Bayan.
Jihan mengaku mulai menekuni taekwondo setelah diajak seorang teman. Berawal dari keinginan mengisi waktu luang, ia kini rutin mengikuti latihan dan berbagai kejuaraan.
“Awalnya diajak teman. Lama-lama jadi suka karena seru,” ujarnya usai latihan di Dojang Taekwondo, Polder Air Hitam Samarinda, Kamis, 2 Juli 2026.
Ia mengatakan latihan dilaksanakan setiap Selasa, Kamis dan Minggu mulai pukul 15.00 hingga 18.00 Wita. Menjelang kejuaraan, para atlet juga menjalani latihan tambahan untuk mematangkan teknik dan kondisi fisik.
Menurut Jihan, salah satu teknik yang cukup sulit dikuasai adalah narae chagi karena membutuhkan keseimbangan, kecepatan dan ketepatan dalam melakukan tendangan.
Hal senada disampaikan Nafisa. Ia menuturkan tidak semua atlet mengikuti setiap kejuaraan. Pada kompetisi tertentu, peserta dipilih untuk mewakili kelompok latihan berdasarkan kesiapan dan kemampuan masing-masing.
“Tidak semua ikut. Ada juga yang dipilih untuk mewakili latihan saat pertandingan,” terangnya.
Nafisa menyebut tantangan selama berlatih adalah meningkatkan kecepatan (speed) dan kekuatan (power) agar mampu bersaing saat bertanding. Meski demikian, ia tetap semangat karena latihan yang dijalani sepadan dengan pengalaman dan prestasi yang diperoleh.
Selain mengejar prestasi, keduanya menilai taekwondo memberikan banyak manfaat, mulai dari menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan kelenturan, hingga melatih kemampuan bela diri.
Jihan dan Nafisa mengungkapkan mereka mendapat dukungan penuh dari orang tua untuk terus berlatih dan mengikuti kejuaraan, meski orang tua sempat mengkhawatirkan risiko cedera. Orang tua juga membayar iuran latihan sebesar Rp150 ribu setiap bulan.

