Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Titipan dan Jual Beli Kursi Jadi Musuh Utama SPMB 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Sanksi Berat

    Juni 19, 2026

    Fokus Utama Layanan Pemda, HIV Masih Jadi Tantangan Kesehatan, Samarinda Catat 492 Kasus Sepanjang 2025

    Juni 19, 2026

    Belum Berdampak Signifikan, Pemkot Samarinda Perketat Pemantauan Inflasi Kenaikan BBM

    Juni 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Setahun Tak Digaji, Buruh Teras Samarinda Diusir dari Kontrakan
    DPRD Samarinda

    Setahun Tak Digaji, Buruh Teras Samarinda Diusir dari Kontrakan

    LarasBy LarasFebruari 27, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ricuh pekerja Teras Samarinda menuntut keadilan upah di DPRD Samarinda
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Buruh Teras Samarinda masih berjuang mendapatkan hak mereka setelah setahun bekerja tanpa menerima gaji. Tanpa kepastian, banyak dari mereka kini hidup dalam kondisi memprihatinkan, termasuk harus bertahan di tempat tinggal yang jauh dari kata layak.

    Rina, istri salah satu buruh, menjadi salah satu korban dari ketidakjelasan ini. Setelah diusir dari kontrakan karena tak mampu membayar sewa, ia kini tinggal di gudang bekas bengkel bersama dua anaknya.

    “Kami sudah setahun menunggu hak kami dibayar. Setelah audiensi di DPRD pun belum ada kejelasan. Banyak dari kami hidup susah, bahkan ada yang diusir dari kontrakan,” ungkap salah satu perwakilan buruh, Kamis, 27 Februari 2025.

    Kondisi tempat tinggal mereka sangat memprihatinkan. Atap bocor, lantai kotor, dan bau menyengat dari barang rongsokan menjadi bagian dari keseharian mereka.

    “Bayangkan saja, kotoran tikus di mana-mana, atap bolong-bolong. Ini bekas bengkel, penuh barang rongsokan. Saya sudah tidak tahan,” ujar Rina dengan mata berkaca-kaca.

    Menjelang Ramadan, kesulitan semakin terasa. Tanpa penghasilan, kebutuhan makan dan anak-anaknya menjadi beban berat.

    Tak hanya menghadapi tempat tinggal yang tidak layak, Rina juga harus menerima kenyataan pahit bahwa suaminya pergi karena tak sanggup menanggung beban hidup.

    “Saya punya tiga anak, dua bersama saya, satu bersama suami. Tapi suami saya pergi karena tidak sanggup lagi,” ucapnya lirihnya.

    Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk meminta bantuan kepada Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim Rina Zainun. Namun, hingga kini belum ada kepastian kapan hak buruh akan dibayarkan.

    “Saya sudah bilang ke Kak Rina Zainun, tapi disuruh nunggu lagi. Saya tidak mau nunggu lagi. Saya mau hak suami saya dibayar. Saya mau cari tempat tinggal yang layak, saya mau jualan untuk menghidupi anak-anak saya,” tegasnya.

    Buruh Teras Samarinda berharap perusahaan segera membayarkan hak mereka. Mereka juga meminta pemerintah turun tangan agar nasib mereka tidak semakin terpuruk.

    “Kami harus menunggu apa lagi? Harus tinggal di emperan jalan kah? Saya mohon, tolong bantu kami,” pungkas Rina penuh harap.

    DPRD Samarinda Ramadan Teras Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Lahan Pemakaman Menyusut, Pengembang Perumahan Akan Wajib Sediakan Area Makam

    Juni 17, 2026

    PDIP Desak Evaluasi Aturan Desil SPMB, Dinilai Menyulitkan Warga Miskin dan Memicu Ketimpangan Baru

    Juni 17, 2026

    Belum Kantongi Andalalin, Ronal Desak Pemkot Tindak Tegas THM W Superclub

    Juni 17, 2026

    Permohonan Hibah TPU ke PT BBE Belum Terealisasi, DPRD Memfasilitasi Realisasi Permintaan Lahan

    Juni 17, 2026

    PDIP Desak Evaluasi Aturan Desil SPMB, Dinilai Menyulitkan Warga Miskin dan Memicu Ketimpangan Baru

    Juni 17, 2026

    Sri Puji Astuti: Ingatkan Perusahaan Soal Status BPJS Kesehatan Pasca-PHK

    Juni 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Titipan dan Jual Beli Kursi Jadi Musuh Utama SPMB 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Sanksi Berat

    SittiJuni 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan tidak akan…

    Fokus Utama Layanan Pemda, HIV Masih Jadi Tantangan Kesehatan, Samarinda Catat 492 Kasus Sepanjang 2025

    Juni 19, 2026

    Belum Berdampak Signifikan, Pemkot Samarinda Perketat Pemantauan Inflasi Kenaikan BBM

    Juni 19, 2026

    Bukan Sekadar Estetika, Arsitektur Modern Samarinda Jadi Media Belajar Visual Pelajar

    Juni 19, 2026

    Didesak Maju Pilwali Samarinda, Saefuddin Zuhri Pilih Fokus Bekerja Ketimbang Berpolitik

    Juni 19, 2026
    1 2 3 … 3,155 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.