Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kasus ISPA Kaltim Mulai Turun, Asap dan Minim Hujan Masih Jadi Ancaman

    September 24, 2026

    Kemarau Tekan Panen Kaltim, Bulog Andalkan Pasokan Beras dari Sulsel dan Jatim

    September 24, 2026

    KPK Supervisi Perencanaan APBD Kaltim, Pemprov Siapkan Penyesuaian untuk RAPBD 2027

    September 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Politik»Sawit Warga Loa Janan Rusak Diterjang Lumpur, Tiga Perusahaan Tambang Didesak Bertanggung Jawab
    Politik

    Sawit Warga Loa Janan Rusak Diterjang Lumpur, Tiga Perusahaan Tambang Didesak Bertanggung Jawab

    AminahBy AminahMei 26, 2026Updated:Juli 2, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Rapat dengar pendapat Komisi I DPRD Kaltim membahas laporan warga terkait dugaan pencemaran dan banjir lumpur di kawasan Desa Batuah, Loa Janan. Selasa, 26/5/2026. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – DPRD Kaltim meminta tiga perusahaan tambang batu bara bertanggung jawab atas dugaan kerusakan kebun sawit milik warga di RT 06 Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar) yang terendam banjir lumpur selama beberapa bulan terakhir.

    Permasalahan itu dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kaltim, Selasa, 26 Mei 2026 menyusul laporan warga terkait kebun sawit yang terdampak lumpur diduga akibat aktivitas pertambangan dan buruknya pengelolaan drainase perusahaan.

    Teks: Anggota Komisi I DPRD Kaltim, Didik Agung Eko Wahono (Insitekaltim/Aminah)

    Anggota Komisi I DPRD Kaltim Didik Agung Eko Wahono mengatakan, penyelesaian awal diminta dilakukan melalui musyawarah antara perusahaan dan masyarakat dengan fasilitasi pemerintah desa.

    Persoalan utama saat ini ialah belum adanya kesepakatan nilai ganti rugi antara warga dan perusahaan tambang.

    “Kami menyampaikan agar ini bisa didiskusikan, dimusyawarahkan dengan perusahaan, masyarakat, dan difasilitasi oleh desa. Diselesaikan secara musyawarah dan mufakat,” ujarnya.

    Tiga perusahaan yang harus bertanggungjawab dalam persoalan tersebut, yakni PT Karya Putra Borneo (KPB), PT Welarco Subur Jaya dalam grup PT Anugerah Bara Kaltim (ABK), serta satu perusahaan lainnya yang wilayah aktivitasnya bersinggungan dengan lokasi terdampak.

    Ketiga perusahaan itu telah mengakui adanya persoalan pada saluran drainase yang diduga menjadi pemicu banjir lumpur ke kebun warga.

    “Yang jelas ketiga perusahaan sudah mengakui kesalahannya. Karena salurannya tadi, perusahaan itu punya drainase, pengakuannya karena tidak dirawat sehingga menimbulkan tanah longsor dan membuat kerugian tadi,” tegasnya.

    Kerusakan terjadi pada kebun sawit produktif milik warga yang dipenuhi lumpur akibat aliran air yang tersumbat dan menggenang selama sekitar empat bulan.

    “Berarti selama empat bulan ini warga tidak bisa panen. Ini banjir lumpur menurut pengakuannya,” katanya.

    Bentuk penyelesaian dapat dilakukan melalui berbagai opsi, mulai dari ganti rugi lahan, pembebasan lahan, hingga tukar guling disertai kompensasi terhadap tanaman sawit produktif yang rusak.

    “Tidak cukup hanya tukar guling karena ada tumbuhan sawit produktif. Maka harus ada ganti rugi di situ plus tanah atau pembebasan,” ujarnya.

    Namun DPRD Kaltim mengingatkan apabila musyawarah tidak mencapai kesepakatan, maka persoalan tersebut akan direkomendasikan ke pemerintah sesuai kewenangan, termasuk kementerian terkait.

    “Kalau ini tidak clear, tidak deal, kita merekomendasikan meminta pemerintah untuk menangani,” ucap Didik.

    Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim Joko Istanto menjelaskan, pengawasan terhadap dugaan pelanggaran lingkungan harus dilakukan oleh instansi yang menerbitkan dokumen lingkungan perusahaan.

    “Ada laporan dari masyarakat, ada lahan milik masyarakat yang diduga disebabkan oleh tiga PT tadi yang beraktivitas. Sesuai PP 22 Tahun 2021, yang menerbitkan dokumen lingkungan maka yang bertanggung jawab melakukan pengawasan,” jelasnya.

    Sebagian kewenangan pengawasan berada di pemerintah pusat karena dokumen lingkungan perusahaan diterbitkan kementerian.

    “Karena ini kewenangan pusat, maka pusat yang berhak melakukan pengawasan sesuai Pasal 493 PP 22 Tahun 2021,” katanya.

    DLH Kaltim pun menyarankan agar Kementerian Lingkungan Hidup turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas perusahaan untuk memastikan pengelolaan lingkungan berjalan sesuai aturan.

    Sebelumnya, warga RT 06 Desa Batuah melaporkan dugaan kerusakan kebun sawit tersebut ke Polres Kutai Kartanegara. Menindaklanjuti laporan itu, DLHK Kukar bersama kepolisian, Dinas Perkebunan Kukar, perusahaan tambang, dan pelapor melakukan peninjauan lapangan pada 21 April 2026.

    Dari hasil pemeriksaan lapangan, DLHK Kukar menemukan adanya penyumbatan dan penyempitan aliran air akibat longsoran material tanah dari disposal PT Welarco Subur Jaya.

    Selain itu, ditemukan pula aktivitas pemompaan air tambang oleh PT Karya Putra Borneo dari area sump menuju lingkungan tanpa pengelolaan memadai di bagian hulu lokasi terdampak.

    Akibat kondisi tersebut, kebun sawit seluas sekitar 2 hektare milik warga bernama Habibi dipenuhi lumpur dan tergenang air, sehingga mengganggu aktivitas produksi dan panen warga.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Parkir Berlangganan Samarinda Belum Siap, DPRD Soroti Sistem dan Target Rp200 Miliar

    September 23, 2026

    Gerindra Buka Semua Pintu Koalisi, Duet dengan PDIP Belum Jadi Kesepakatan

    September 22, 2026

    Gerindra Punya Dua Nama di Bursa Pilwali Samarinda, Helmi: Semua Kader Punya Potensi

    September 21, 2026

    APBD Perubahan Samarinda Dibayangi Dana Kurang Salur dan PAD Seret

    September 21, 2026

    Air Bersih Menipis, Dewan Samarinda Usul Dana Probebaya Bangun Sumur

    September 20, 2026

    Jembatan Lembak Cermin Ketimpangan Anggaran, Legislator Kaltim Sebut Kebijakan Pusat Zalim

    September 19, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kasus ISPA Kaltim Mulai Turun, Asap dan Minim Hujan Masih Jadi Ancaman

    AminahSeptember 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menunjukkan…

    Kemarau Tekan Panen Kaltim, Bulog Andalkan Pasokan Beras dari Sulsel dan Jatim

    September 24, 2026

    KPK Supervisi Perencanaan APBD Kaltim, Pemprov Siapkan Penyesuaian untuk RAPBD 2027

    September 23, 2026

    Sodetan KM 2 Loa Janan Ulu Terancam Timbulkan Masalah Baru, Sungai Penerima Belum Ditangani

    September 23, 2026

    SK Nomor Tanding Terbit, Samarinda Masih Menanti THB Porprov 2026

    September 23, 2026
    1 2 3 … 3,360 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.