Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Banjir Kampung Jawa Belum Tuntas, Jasno Desak Drainase Pasundan Dilanjutkan

    Agustus 28, 2026

    Terowongan Rampung Tapi Belum Dibuka, Jasno Soroti Izin Kementerian

    Agustus 28, 2026

    AI Makin Canggih, Dosen Polnes Ingatkan Mahasiswa TI Jangan Kehilangan Kemampuan Berpikir

    Agustus 28, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Sapi Kurban Masuk Samarinda dari Sulawesi dan NTT, DKPP Pastikan Aman dari Penyakit
    Samarinda

    Sapi Kurban Masuk Samarinda dari Sulawesi dan NTT, DKPP Pastikan Aman dari Penyakit

    AminahBy AminahMei 21, 2026Updated:Juli 2, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sapi kurban asal luar daerah yang telah melalui proses pemeriksaan kesehatan dan siap didistribusikan di wilayah Samarinda. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H, arus masuk hewan kurban di Kota Samarinda didominasi oleh pasokan dari luar daerah khususnya Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Samarinda Maskuri mengatakan, seluruh sapi kurban yang masuk ke wilayah Samarinda wajib memiliki dokumen Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai syarat utama distribusi.

    “Kalau sapi yang masuk ke sini rata-rata dari Sulawesi dan Kupang. Dari sana sudah dilakukan pemeriksaan dan dilengkapi sertifikat kesehatan hewan. Jadi baru bisa dikirim ke Kaltim,” ujar Maskuri saat melakukan sidak di Rumah Potong Hewan (RPH) Tanah Merah, Kamis, 21 Mei 2026.

    Hingga saat ini belum ditemukan adanya indikasi penyakit pada sapi kurban yang masuk ke Samarinda. Pengawasan ketat juga terus dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit hewan, khususnya penyakit mulut dan kuku (PMK).

    “Sejauh ini belum ada indikasi penyakit. Alhamdulillah sapi-sapi yang masuk masih dalam kondisi sehat,” katanya.

    Meski sejumlah daerah asal ternak memiliki status berbeda, namun wilayah seperti Kupang NTT masuk kategori zona hijau atau bebas risiko PMK. Meski demikian, pemerintah tetap melakukan vaksinasi lanjutan setelah hewan tiba di Samarinda.

    “Kalau Kupang itu green zone. Tapi tetap setelah masuk kita lakukan vaksinasi PMK sebagai langkah pengendalian,” jelasnya.

    Ia menyebut vaksinasi PMK dan Lumpy Skin Disease (LSD) telah dilakukan sejak awal tahun sebagai bagian dari program mitigasi pemerintah.

    “Sejak Januari sampai Maret kita sudah lakukan vaksinasi. Ini untuk memastikan hewan kurban aman saat penyembelihan nanti,” tambahnya.

    DKPP juga menurunkan tim pengawasan ke lapangan, termasuk memeriksa RPH dan lapak penjual hewan kurban di berbagai titik di Samarinda. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan setiap hewan yang diperjualbelikan memenuhi standar kesehatan.

    “Semua hewan wajib memiliki SKKH. Kalau tidak ada, kami sarankan untuk dilaporkan agar bisa diperiksa,” tegas Maskuri.

    Berdasarkan data sementara DKPP, jumlah sapi kurban yang masuk ke Samarinda mencapai lebih dari 15 ribu ekor. Namun, tingkat serapan untuk kebutuhan lokal diperkirakan sekitar 65 persen, mengingat Samarinda juga berfungsi sebagai pusat distribusi ke daerah sekitar seperti Tenggarong dan Bontang.

    “Ini memang pusat perdagangan juga, jadi tidak semua untuk Samarinda. Sebagian besar juga didistribusikan ke daerah lain,” ujarnya.

    DKPP mencatat tren pergeseran jenis hewan kurban dalam beberapa tahun terakhir, termasuk mulai meningkatnya penggunaan kerbau dan domba di sejumlah wilayah karena faktor harga yang lebih terjangkau.

    Meski demikian, Maskuri memastikan pengawasan akan terus diperketat hingga hari penyembelihan untuk menjamin keamanan pangan masyarakat.

    “Kita tetap lakukan mitigasi dari awal sampai hari H agar tidak ada masalah kesehatan hewan saat kurban,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Sungai Mahakam Hadapi Masalah Alur hingga Tata Kelola, Pengelolaan Terpadu Dinilai Mendesak

    Agustus 7, 2026

    150 Anak Jadi Tersangka Narkoba dalam 10 Bulan, BNN Dorong Penguatan Rehabilitasi

    Juli 20, 2026

    Rooftop Pasar Pagi Bakal Jadi Kafe Panorama Sungai Mahakam

    Juli 19, 2026

    42 Calon Paskibraka Samarinda Digembleng Disiplin, Integritas, dan Jiwa Bela Negara

    Juli 17, 2026

    Kemiskinan Samarinda Turun, Serapan Anggaran Dinsos Baru 31 Persen

    Juli 15, 2026

    BUMRT Bakal Kelola Kandang Anti Bau, Varia Niaga Siapkan Model Bisnis dan Pendampingan

    Juli 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Banjir Kampung Jawa Belum Tuntas, Jasno Desak Drainase Pasundan Dilanjutkan

    Andika SaputraAgustus 28, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pembangunan drainase di kawasan Jalan Pasundan Kota Samarinda dinilai perlu dilanjutkan untuk…

    Terowongan Rampung Tapi Belum Dibuka, Jasno Soroti Izin Kementerian

    Agustus 28, 2026

    AI Makin Canggih, Dosen Polnes Ingatkan Mahasiswa TI Jangan Kehilangan Kemampuan Berpikir

    Agustus 28, 2026

    Bahaya Multitasking Berlebihan, Kognitif Menurun hingga Memori Cepat Lemot

    Agustus 28, 2026

    Dishub Samarinda Finalisasi Parkir Berlangganan, Target Awal 300 Ribu Kendaraan

    Agustus 28, 2026
    1 2 3 … 3,304 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.