Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Desak Pendataan Ulang Konsesi Tambang, Kepastian Hak Tanah Warga Tak Boleh Diabaikan

    Juli 3, 2026

    Rawan Jadi Lokasi Bunuh Diri, DPRD Desak Pemasangan Pagar Pengaman di Jembatan Mahakam

    Juli 3, 2026

    Disiplin Berlatih Berbuah Prestasi, Atlet Cilik Taekwondo Samarinda Terus Ukir Pencapaian

    Juli 3, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Nasional»Samarinda Catat Kasus Kekerasan Tertinggi di Kaltim, Hetifah Sjaifudian Beri Tanggapan
    Nasional

    Samarinda Catat Kasus Kekerasan Tertinggi di Kaltim, Hetifah Sjaifudian Beri Tanggapan

    LarasBy LarasJuni 29, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Berdasarkan data aplikasi Sistem Informasi Online (Simfoni) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Desember 2023, Kota Samarinda mencatat kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tertinggi di Kalimantan Timur (Kaltim).

    Data menunjukkan 498 kasus, terdiri dari 309 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 189 kasus kekerasan terhadap anak. Hingga Mei 2024, kasus kekerasan sudah mencapai 99 kasus, dengan 46 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 53 kasus kekerasan terhadap anak.

    Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyampaikan pandangannya. Hetifah menyebut bahwa tingginya angka kekerasan mungkin menunjukkan bahwa masyarakat Samarinda lebih berani melaporkan kasus kekerasan.

    Walau terdengar mengkhawatirkan, tetapi tingginya angka kekerasan di Samarinda juga menunjukkan adanya peningkatan terhadap kesadaran masyarakat untuk melaporkan tindak kekerasan anak ke pihak berwenang.

    “Angka kekerasan yang tinggi bisa jadi karena masyarakat Samarinda sudah mulai sadar untuk berbicara atau mengadukan kekerasan,” ujarnya dalam Podcast Kupas Tuntas di S Caffe, Sabtu (29/6/2027).

    Politikus Partai Golkar ini menambahkan bahwa keberanian masyarakat untuk mengadukan kasus kekerasan dapat dilihat sebagai hal positif. Di daerah pedalaman, kekerasan mungkin terjadi tetapi tidak dilaporkan karena masyarakat tidak tahu kemana harus mengadu atau belum berani berbicara.

    “Di Samarinda, mereka tidak menutupi kondisi tersebut. Orang Samarinda lebih berani untuk mengadukan,” jelasnya.

    Lebih lanjut, ia meminta adanya saluran pengaduan yang berfungsi selama 24 jam. Menurutnya, kasus kekerasan tidak selalu terjadi di jam kerja, dan hotline yang tidak buka 24 jam menyulitkan korban untuk melaporkan kejadian.

    “Kasus-kasus seperti ini bisa saja terjadi di malam hari atau subuh. Jadi diperlukan hotline yang berfungsi 24 jam,” tambahnya.

    Selain itu, ia memandang perlunya crisis center atau tempat perlindungan bagi para pengadu tindak kekerasan. Ia menyebutkan bahwa setelah melaporkan kekerasan, korban seringkali memerlukan perlindungan karena mendapatkan ancaman dari pelaku, keluarga pelaku atau bahkan keluarga korban sendiri.

    “Para pengadu tindak kekerasan memerlukan perlindungan agar keselamatan mereka tidak terancam,” tegasnya.

    Kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa terjadi bukan hanya karena faktor pakaian, tetapi juga karena daerah rawan kekerasan seperti tempat yang minim penerangan atau kurangnya pengawasan di sekolah. Diperlukan pentingnya kesadaran sosial dan kerja sama dari seluruh pihak dalam mengatasi masalah ini.

    “Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Kesadaran sosial dan kerja sama dari semua pihak sangat diperlukan,” tutupnya.

    Hetifah Sjaifudian SIMFONI Wakil Ketua Komisi X DPR RI
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Hetifah: Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kompas Kebijakan Hadapi Ketidakpastian Global

    Juni 27, 2026

    Partisipasi Aktif Pelaku Usaha Kaltim, Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

    Juni 26, 2026

    20 Juta Kiloliter Bensin Masih Impor, Bahlil: Akan Kita Konversi ke Etanol

    Mei 22, 2026

    Bahlil Ingatkan KKKS, Segera Serahkan PI Kaltim

    Mei 21, 2026

    Rekrutmen CASN 2026 Makin Dekat, Kepala BKN Pastikan Pengumuman Segera Dirilis

    Mei 20, 2026

    Sertifikasi Gratis Jadi Bekal Peserta Magang Hadapi Dunia Kerja

    Mei 7, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Desak Pendataan Ulang Konsesi Tambang, Kepastian Hak Tanah Warga Tak Boleh Diabaikan

    SittiJuli 3, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – DPRD Kota Samarinda mendorong percepatan penataan dan inventarisasi lahan konsesi pertambangan sebagai…

    Rawan Jadi Lokasi Bunuh Diri, DPRD Desak Pemasangan Pagar Pengaman di Jembatan Mahakam

    Juli 3, 2026

    Disiplin Berlatih Berbuah Prestasi, Atlet Cilik Taekwondo Samarinda Terus Ukir Pencapaian

    Juli 3, 2026

    Anggaran Pariwisata Samarinda Mengenaskan, Komisi II DPRD Usul Pemisahan OPD

    Juli 3, 2026

    Disdikbud Samarinda Sebut 32 Siswa Aduan TRC PPA Belum Tentu Masuk SMP Negeri Dekat Rumah

    Juli 3, 2026
    1 2 3 … 3,189 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.