Insitekaltim, Samarinda – Meski revitalisasi pasar telah rampung, tapi ribuan kios di Pasar Pagi Samarinda hingga kini belum beroperasi.
Kondisi tersebut membuat potensi perputaran ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD), belum tergarap secara maksimal.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Perdagangan, memberikan kesempatan hingga akhir Agustus 2026 kepada para penerima kios. Untuk segera menempati dan menjalankan, aktivitas usahanya.
Jika hingga batas waktu tersebut kios masih dibiarkan kosong, hak penggunaannya akan dievaluasi dan dapat dialihkan kepada pedagang lain yang siap berjualan.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan, persoalan masih banyaknya kios yang belum aktif. Menjadi salah satu pembahasan dalam rapat evaluasi Pasar Pagi pekan lalu.
Menurutnya, keberadaan kios yang kosong membuat aktivitas perdagangan belum tumbuh optimal dan mengurangi daya tarik masyarakat untuk berbelanja di pasar rakyat.
“Hampir 1.500 kios masih belum terisi. Disdag sudah memberikan imbauan, bahkan menetapkan batas waktu. Kalau sampai akhir Agustus tidak dimanfaatkan, maka akan diambil alih untuk diberikan kepada pedagang yang benar-benar mau berjualan,” ujarnya, di Samarinda, Senin, 20 Juli 2026.
Ia menegaskan, kios yang hanya dimiliki tanpa digunakan tidak memberikan manfaat bagi perekonomian daerah. Selain membuat kawasan pasar terlihat sepi, kondisi tersebut juga menghambat optimalisasi aset milik pemerintah.
“Kalau cuma disimpan begitu saja, tentu tidak menarik perhatian masyarakat. Aktivitas perdagangan tidak tumbuh dan potensi PAD juga tidak maksimal,” katanya.
Sebelumnya, Dinas Perdagangan Kota Samarinda telah menerbitkan pengumuman tertanggal 18 Juni 2026 yang meminta seluruh penerima fasilitas kios segera mengambil kunci dan menempati lapaknya.
Pedagang yang tidak menunjukkan komitmen untuk berniaga berpotensi kehilangan hak penggunaan kios.
Dari sekitar 2.500 unit kios yang tersedia, sekitar 1.500 di antaranya masih belum aktif beroperasi. Sebagian pedagang telah mengambil kunci tetapi belum membuka usaha, sementara sebagian lainnya belum memanfaatkan lapak yang telah diberikan.
Pemkot berharap evaluasi yang dilakukan hingga akhir Agustus mampu meningkatkan tingkat keterisian kios sehingga aktivitas perdagangan di Pasar Pagi kembali bergeliat.
Dengan semakin banyak kios yang beroperasi, perputaran ekonomi di kawasan pasar diharapkan meningkat dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap PAD Kota Samarinda.

