Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sektor Tambang Dominasi PHK di Kaltim, 1.233 Pekerja Ajukan Klaim JKP Periode Januari-Mei 2026

    Juni 11, 2026

    Perlu Evaluasi, Fuad Minta Penerapan TKA Tak Hambat Siswa Lanjut Pendidikan

    Juni 11, 2026

    Jaga Stamina dan Kewarasan Diri, Guru TK Rutin Bermain Bulu Tangkis

    Juni 11, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Daerah»Ribuan Dosis Vaksin Pfizer dan AstraZeneca di Bontang Terancam Kedaluwarsa
    Daerah

    Ribuan Dosis Vaksin Pfizer dan AstraZeneca di Bontang Terancam Kedaluwarsa

    SeliBy SeliMaret 5, 2022Updated:Maret 5, 202202 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bontang Adi Permana.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter: Iren – Editor: Redaksi

    Insitekaltim, Bontang – Pemberian vaksinasi Covid-19 masih terus dilakukan di Kota Bontang. Namun Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bontang telah membatasi penambahan jumlah vaksin dari pemerintah pusat, lantaran ribuan dosis vaksin belum tersalurkan, bahkan vaksin jenis AstraZeneca dan Pfizer terancam kedaluwarsa.

    Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bontang, Adi Permana kepada Insitekaltim.com, Jumat (4/3/2021).

    Adapun saat ini vaksin AstraZeneca, Pfizer dan Sinovac  yang disimpan di gudang penyimpanan Farmasi Bontang, jika ditotalkan sekitar 30 ribu dosis lebih.

    “Per jenis sekitar 10 ribu dosis yang belum disalurkan. Sementara masa kedaluwarsa sudah cukup singkat untuk jenis vaksin Pfizer dan AstraZeneca,” terangnya.

    Karena hal tersebut pemerintah pusat sudah mengingatkan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bontang untuk sementara tidak mengeluarkan vaksin AstraZeneca dari dalam gudang sampai ada imbauan lanjutan, sehingga yang saat ini digunakan merupakan vaksin jenis Pfizer dan Sinovac

    “Vaksin AstraZeneca dari pusat diimbau untuk disimpan dulu. Yang kita pakai sekarang vaksin Pfizer dan Sinovac,” jelasnya.

    Adapun vaksin AstraZeneca hanya mampu bertahan enam bulan. Begitu halnya vaksin Pfizer, namun vaksin jenis ini masih dapat ditoleransi karena beberapa kondisi. Sedangkan Sinovac bisa bertahan hingga satu tahun.

    Adi Permana menerangkan, jika sudah saatnya vaksin kedaluwarsa, maka pihak kesehatan akan melakukan pemusnahan dengan skema pemusnahan limbah medis.

    “Jika sudah kedaluwarsa, ya nanti dimusnahkan seperti musnah limbah medis pada umumnya,” tuturnya.

    Sementara itu, Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bontang Letkol Arh Choirul Huda mengimbau masyarakat untuk divaksin. Bukan karena takut kadaluwarsa namun karena tingkat vaksinasi menjadi parameter penentuan tingkat PPKM.

    “Jika vaksinasi terus stagnan dan angka kasus baru terus meningkat di atas 100-150 jangan salahkan pemerintah jika Bontang turun ke PPKM Level 4,” tegasnya.

    Jika hal tersebut terjadi, pemerintah akan kembali menerapkan beberapa batasan yang tentunya akan berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

    “Pola pikir masyarakat itu harus diubah, jika tidak dampaknya mereka pun yang merasakan sendiri nantinya,” pungkasnya.

    Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bontang Adi Permana Pemkot Bontang Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bontang Arh Choirul Huda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Seli

    Related Posts

    Penduduk Bertambah, Fasilitas Kesehatan Terus Berkembang

    Juni 11, 2026

    Peserta Gratispol Boleh Naik Kelas, tapi Perawatan Diusulkan Tak Lagi Ditanggung APBD

    Juni 10, 2026

    Pasien Tetap Berhak Dijamin BPJS Kesehatan, Meski Menolak Tindakan Medis Tertentu

    Juni 9, 2026

    Perbedaan Susu Pasteurisasi dan Susu UHT yang Perlu Diketahui, Konsumen Jangan Salah Pilih

    Juni 6, 2026

    Kasus TBC dan HIV di Samarinda Terus Meningkat, Penanganan Kesehatan Masih Jadi Tantangan

    Juni 6, 2026

    RSUD IA Moeis Tambah Kapasitas Ruang Isolasi TBC dan HIV dari 6 Menjadi 10 Tempat Tidur

    Juni 5, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sektor Tambang Dominasi PHK di Kaltim, 1.233 Pekerja Ajukan Klaim JKP Periode Januari-Mei 2026

    Nur AjijahJuni 11, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Samarinda, Murniati, mengatakan sejak Januari hingga Mei 2026…

    Perlu Evaluasi, Fuad Minta Penerapan TKA Tak Hambat Siswa Lanjut Pendidikan

    Juni 11, 2026

    Jaga Stamina dan Kewarasan Diri, Guru TK Rutin Bermain Bulu Tangkis

    Juni 11, 2026

    Satu-satunya di Kaltim, Prodi Pendidikan Otomotif IKIP PGRI Tawarkan Keunggulan Ganda

    Juni 11, 2026

    PGRI Kaltim Siapkan Mata Kuliah Coding Berbasis AI untuk Calon Guru

    Juni 11, 2026
    1 2 3 … 3,139 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.