Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Pastikan LPG 3 Kg untuk Warga Miskin Aman, 18 Ribu Penerima Terdata

    Juni 19, 2026

    Kanada Pesta Gol ke Gawang Qatar, Kemenangan 6-0 Ukir Sejarah Baru di Piala Dunia 2026

    Juni 19, 2026

    Sekolah Berkeadilan Tak Bisa Lahir dari SPMB yang Bermasalah

    Juni 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Reses Di Lempake, Anggota DPRD Kaltim Ini Prioritaskan Pertanian
    DPRD Kaltim

    Reses Di Lempake, Anggota DPRD Kaltim Ini Prioritaskan Pertanian

    AdminBy AdminFebruari 13, 202003 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter: Nada – Editor: Redaksi
    Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Timur (DPRD Kaltim) Nidya Listiyono lakukan reses serap aspirasi masyarakat di Jalan Usaha Tani, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Kamis (13/2/2020).
    Tyo, sapaannya, mengatakan bahwa ada beberapa hal yang disampaikan masyarakat setempat mengenai kebutuhan alat bantu untuk pertanian.

    “Sumber mata pencaharian warga disini ialah pertanian dan peternakan. Mereka mengeluhkan soal alat-alat yang memang harus di modernisasi, tidak bisa lagi menggunakan alat yang lama karena ini terkait dengan produksi, efisiensi dan produktivitas,” ungkap Tyo yang ditemui usai lakukan reses.
    Ia menyatakan bahwa masyarakat di wilayah yang sering disebut juga ‘Jalan Betapus’ itu sudah bisa menggunakan teknologi terbaru untuk usaha pertaniannya.
    “Pemerintah juga harus peduli. Saya lihat pembangunan infrastrukturnya sudah baik, ada pengecoran jalan walaupun ada beberapa kilo yang kurang seharusnya pemerintah bisa memperhatikan juga,” katanya.

    Tyo menyatakan bahwa permohonan permintaan pembangunan irigasi juga disampaikan oleh warga Betapus.
    “Sudah banyak yang rusak. Tentu kita akan komunikasikan ini, inventarisasi titik-titik yang mana termasuk ada pintu air yang rusak, ini akan kita bicarakan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim untuk memberikan bantuan-bantuannya segera,” jelasnya.
    Ia menegaskan bahwa pemerintah harus bekerja cepat.
    “Bekerja tuntas, jangan sampai ketika banjir disini jadi susah. Potong rumput saja harus pakai arit dan mereka mengaku kesusahan. Saya akan bicara ke teman-teman di dewan Kota Samarinda dan Provinsi Kaltim,” lugasnya.
    Anggota dewan fraksi Golkar ini juga memberikan usulan bahwa ada potensi lain yang dimiliki masyarakat Betapus.
    “Sebenarnya potensinya ada, mungkin bisa membuat pasar tradisional untuk menjual hasil pertanian. Kita mengacu kepada Yogyakarta, bencana alam bisa jadi tempat wisata, disini juga harus mengubah mindset untuk kedepannya,” tambahnya.

    Sahar Ketua RT 23 sekaligus tenaga penyuluhan pertanian menyatakan potensi unggulan di wilayahnya memang dari pertanian.
    “Potensi wilayah yang kita miliki ada 350 hektar, namun ada banyak masalah terutama irigasi, banyak yang tidak jalan dan ada sarana lain juga yang bermasalah,” lanjutnya.
    Untuk potensi wisata yang diusulkan Nidya Listiyono, dirinya mengaku setuju.
    “Kita dukung sama-sama, karena jujur yang kita miliki itu ada 32 kelompok tani. Ada sayuran, bawang merah dan putih, padi jagung, sepanjang jalan ini kan dilewati masyarakat ada yang berjualan dan laku. Bisa kita tata untuk ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

    Yusuf Pata’dung selaku Ketua Komisi Irigasi (Komir) Kota Samarinda menuturkan bahwa sudah 6 tahun saluran primernya tidak berfungsi.
    “Kita sudah menyampaikan ke Dinas PUPR Samarinda maupun Provinsi Kaltim namun belum digubris dan direalisasikan. Janjinya 2020 ini,” terangnya.
    Ia mengaku kalau irigasi tidak lancar dampaknya bisa alih fungsi.
    “Menjadi lahan kering jadi tidak berfungsi menjadi lahan sawah. Kemudian untuk alat pompa air, itu modalnya besar, jadi tiap musim untuk satu orang petani harus siapkan biaya sendiri sebesar 1 juta, dampak lainnya produksi menurun,” tuturnya.
    Ia berharap pemerintah mau memberikan bantuan lebih agar pencapaian produksi bisa terpenuhi.
    “Terakhir hanya 3,5 ton, kita ingin peningkatan produksi bisa terpenuhi nantinya tanpa harus memikirkan kendala,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    Didesak Maju Pilwali Samarinda, Saefuddin Zuhri Pilih Fokus Bekerja Ketimbang Berpolitik

    Juni 19, 2026

    Pangkas Celah Titipan, Parlemen Kaltim Minta Kuota Sekolah Negeri Dikunci

    Juni 18, 2026

    Lahan Pemakaman Menyusut, Pengembang Perumahan Akan Wajib Sediakan Area Makam

    Juni 17, 2026

    Belum Kantongi Andalalin, Ronal Desak Pemkot Tindak Tegas THM W Superclub

    Juni 17, 2026

    Permohonan Hibah TPU ke PT BBE Belum Terealisasi, DPRD Memfasilitasi Realisasi Permintaan Lahan

    Juni 17, 2026

    PDIP Desak Evaluasi Aturan Desil SPMB, Dinilai Menyulitkan Warga Miskin dan Memicu Ketimpangan Baru

    Juni 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Pastikan LPG 3 Kg untuk Warga Miskin Aman, 18 Ribu Penerima Terdata

    Nur AjijahJuni 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Hingga saat ini, sebanyak 18 ribu warga, penerima manfaat telah terdata dan memperoleh…

    Kanada Pesta Gol ke Gawang Qatar, Kemenangan 6-0 Ukir Sejarah Baru di Piala Dunia 2026

    Juni 19, 2026

    Sekolah Berkeadilan Tak Bisa Lahir dari SPMB yang Bermasalah

    Juni 19, 2026

    Titipan dan Jual Beli Kursi Jadi Musuh Utama SPMB 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Sanksi Berat

    Juni 19, 2026

    Fokus Utama Layanan Pemda, HIV Masih Jadi Tantangan Kesehatan, Samarinda Catat 492 Kasus Sepanjang 2025

    Juni 19, 2026
    1 2 3 … 3,156 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.