Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bahaya Multitasking Berlebihan, Kognitif Menurun hingga Memori Cepat Lemot

    Agustus 28, 2026

    Dishub Samarinda Finalisasi Parkir Berlangganan, Target Awal 300 Ribu Kendaraan

    Agustus 28, 2026

    Komisi III DPRD Samarinda Akan Panggil Dishub Bahas Antrean BBM

    Agustus 28, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Reses Di Lempake, Anggota DPRD Kaltim Ini Prioritaskan Pertanian
    DPRD Kaltim

    Reses Di Lempake, Anggota DPRD Kaltim Ini Prioritaskan Pertanian

    AdminBy AdminFebruari 13, 202003 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter: Nada – Editor: Redaksi
    Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Timur (DPRD Kaltim) Nidya Listiyono lakukan reses serap aspirasi masyarakat di Jalan Usaha Tani, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Kamis (13/2/2020).
    Tyo, sapaannya, mengatakan bahwa ada beberapa hal yang disampaikan masyarakat setempat mengenai kebutuhan alat bantu untuk pertanian.

    “Sumber mata pencaharian warga disini ialah pertanian dan peternakan. Mereka mengeluhkan soal alat-alat yang memang harus di modernisasi, tidak bisa lagi menggunakan alat yang lama karena ini terkait dengan produksi, efisiensi dan produktivitas,” ungkap Tyo yang ditemui usai lakukan reses.
    Ia menyatakan bahwa masyarakat di wilayah yang sering disebut juga ‘Jalan Betapus’ itu sudah bisa menggunakan teknologi terbaru untuk usaha pertaniannya.
    “Pemerintah juga harus peduli. Saya lihat pembangunan infrastrukturnya sudah baik, ada pengecoran jalan walaupun ada beberapa kilo yang kurang seharusnya pemerintah bisa memperhatikan juga,” katanya.

    Tyo menyatakan bahwa permohonan permintaan pembangunan irigasi juga disampaikan oleh warga Betapus.
    “Sudah banyak yang rusak. Tentu kita akan komunikasikan ini, inventarisasi titik-titik yang mana termasuk ada pintu air yang rusak, ini akan kita bicarakan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim untuk memberikan bantuan-bantuannya segera,” jelasnya.
    Ia menegaskan bahwa pemerintah harus bekerja cepat.
    “Bekerja tuntas, jangan sampai ketika banjir disini jadi susah. Potong rumput saja harus pakai arit dan mereka mengaku kesusahan. Saya akan bicara ke teman-teman di dewan Kota Samarinda dan Provinsi Kaltim,” lugasnya.
    Anggota dewan fraksi Golkar ini juga memberikan usulan bahwa ada potensi lain yang dimiliki masyarakat Betapus.
    “Sebenarnya potensinya ada, mungkin bisa membuat pasar tradisional untuk menjual hasil pertanian. Kita mengacu kepada Yogyakarta, bencana alam bisa jadi tempat wisata, disini juga harus mengubah mindset untuk kedepannya,” tambahnya.

    Sahar Ketua RT 23 sekaligus tenaga penyuluhan pertanian menyatakan potensi unggulan di wilayahnya memang dari pertanian.
    “Potensi wilayah yang kita miliki ada 350 hektar, namun ada banyak masalah terutama irigasi, banyak yang tidak jalan dan ada sarana lain juga yang bermasalah,” lanjutnya.
    Untuk potensi wisata yang diusulkan Nidya Listiyono, dirinya mengaku setuju.
    “Kita dukung sama-sama, karena jujur yang kita miliki itu ada 32 kelompok tani. Ada sayuran, bawang merah dan putih, padi jagung, sepanjang jalan ini kan dilewati masyarakat ada yang berjualan dan laku. Bisa kita tata untuk ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

    Yusuf Pata’dung selaku Ketua Komisi Irigasi (Komir) Kota Samarinda menuturkan bahwa sudah 6 tahun saluran primernya tidak berfungsi.
    “Kita sudah menyampaikan ke Dinas PUPR Samarinda maupun Provinsi Kaltim namun belum digubris dan direalisasikan. Janjinya 2020 ini,” terangnya.
    Ia mengaku kalau irigasi tidak lancar dampaknya bisa alih fungsi.
    “Menjadi lahan kering jadi tidak berfungsi menjadi lahan sawah. Kemudian untuk alat pompa air, itu modalnya besar, jadi tiap musim untuk satu orang petani harus siapkan biaya sendiri sebesar 1 juta, dampak lainnya produksi menurun,” tuturnya.
    Ia berharap pemerintah mau memberikan bantuan lebih agar pencapaian produksi bisa terpenuhi.
    “Terakhir hanya 3,5 ton, kita ingin peningkatan produksi bisa terpenuhi nantinya tanpa harus memikirkan kendala,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    Bertahun-tahun Mengajar, 500 Guru di Kaltim Masih Tanpa SK Pengangkatan

    Agustus 28, 2026

    DPRD Kaltim Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Perusahaan Tangani Karhutla Kukar

    Agustus 27, 2026

    Rayakan HUT RI, Helmi Tegaskan Kegiatan DPRD Samarinda Tanpa Gunakan APBD

    Agustus 26, 2026

    Trans Samarinda Ditargetkan Beroperasi 2027, Tarif Rp5 Ribu dan Bayar Pakai QRIS

    Agustus 26, 2026

    Kaltim Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Dana Konservasi

    Agustus 25, 2026

    Abdul Rohim Dorong Inspektorat Periksa Dugaan Pungli dalam Antrean BBM Bersubsidi

    Agustus 25, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Bahaya Multitasking Berlebihan, Kognitif Menurun hingga Memori Cepat Lemot

    Ratu ArifanzaAgustus 28, 2026

    Insitekaltim – ​Di era digital yang serba cepat, melakukan beberapa tugas dalam satu waktu (multitasking)…

    Dishub Samarinda Finalisasi Parkir Berlangganan, Target Awal 300 Ribu Kendaraan

    Agustus 28, 2026

    Komisi III DPRD Samarinda Akan Panggil Dishub Bahas Antrean BBM

    Agustus 28, 2026

    Karhutla Purwajaya Terkendala Medan, Aparat Gabungan Lakukan Pemadaman Manual

    Agustus 28, 2026

    UMKM Kaltim Butuh Modal dan Pelatihan, Mirni Dorong Solusi Lewat Koperasi

    Agustus 28, 2026
    1 2 3 … 3,304 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.