Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Pilih Teguran dan Pembinaan, Bagi ASN Langgar Aturan WFH Belum Disanksi

    Juli 21, 2026

    Sekitar 1.700 Atlet Kota Samarinda Masih Menunggu Kejelasan Anggaran Keikutsertaan Porprov 2026

    Juli 21, 2026

    HYROX, Olahraga yang Menggabungkan Lari dan Latihan Kekuatan dalam Satu Tantangan

    Juli 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Politik»Realisasi Retribusi Masih Lemah, DPRD Samarinda Usul Pemkot Buat Dashboard PAD Real Time
    Politik

    Realisasi Retribusi Masih Lemah, DPRD Samarinda Usul Pemkot Buat Dashboard PAD Real Time

    SittiBy SittiMei 22, 2026Updated:Juli 2, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi saat menyampaikan evaluasi PAD Triwulan I 2026, Jumat, 22/5/2026 (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda Iswandi menyoroti masih rendahnya realisasi retribusi daerah pada triwulan pertama Tahun Anggaran 2026. Meski sistem transaksi pemerintahan sudah mayoritas berbasis digital, peningkatan penerimaan daerah dinilai belum berjalan optimal.

    Secara umum realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Samarinda masih tergolong positif karena berhasil melampaui target triwulan pertama yang dipatok sebesar 15 persen.

    “Kalau tadi itu masih pemaparan triwulan pertama ya. Secara umum relatif cukup baik karena PAD sudah mencapai 17,24 persen,” ujarnya usai menghadiri high level meeting di Ballroom Arutala Lantai 4 Bapperida Kota Samarinda, Jumat, 22 Mei 2026.

    Kontribusi terbesar PAD masih berasal dari sektor pajak daerah seperti pajak makanan dan minuman, listrik, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), hotel, hingga Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

    “Pajak daerah juga sudah di angka 20,11 persen. Itu terbesar dari pajak makanan-minuman, listrik, BPHTB, hotel, sama PBB-P2,” katanya.

    Lemahnya realisasi sektor retribusi daerah yang baru menyentuh angka 11,72 persen. Beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) bahkan disebut masih jauh di bawah target yang telah ditetapkan.

    “Yang masih lemah itu retribusi daerah, masih 11,72 persen. Ada beberapa OPD yang masih jauh di bawah target,” tegas Iswandi.

    Rendahnya capaian retribusi di sejumlah OPD seperti Dinas Perhubungan yang realisasinya disebut hanya berada di kisaran 0,6 hingga 0,7 persen.

    Selain itu, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Bagian Umum Sekretariat Daerah juga dinilai masih rendah.

    “Retribusi di Dinas Perhubungan misalnya tadi saya catat hanya sekitar 0,6 sampai 0,7 persen. BPKAD 5,84 persen dan Bagian Umum Setda sekitar 11,84 persen,” ujarnya.

    Meski demikian, DPRD tetap mengapresiasi langkah Pemkot Samarinda dalam mendorong digitalisasi transaksi pemerintahan. Sejumlah OPD disebut sudah mencapai 100 persen transaksi non tunai atau elektronik.

    “Digitalisasi transaksi meningkat, beberapa OPD sudah 100 persen. Dinas Kesehatan, Perikanan, PUPR, DPMPTSP, DLH itu sudah digital semua,” katanya.

    Akan tetapi, menurut Iswandi, digitalisasi belum otomatis berdampak pada peningkatan penerimaan daerah apabila persoalan mendasar seperti pendataan objek pajak dan pengawasan belum dibenahi secara serius.

    “Digitalisasi belum otomatis meningkatkan penerimaan. Masih ada potensi masalah pada pendataan objek pajak, pengawasan, bahkan kemungkinan kebocoran,” ujarnya.

    Sebagai solusi, DPRD Samarinda mendorong pemerintah kota membangun sistem dashboard PAD berbasis real time agar monitoring capaian pendapatan tiap OPD dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.

    “Kalau saya solusinya minimal Pemkot harus membuat dashboard PAD per OPD, real time. Jadi bisa dipantau harian atau mingguan, jangan menunggu laporan triwulan baru dievaluasi,” tegasnya.

    Ia menilai pola evaluasi triwulan yang selama ini berjalan membuat pemerintah terlambat mengetahui persoalan di lapangan.

    “Kalau kita monitor per triwulan itu telat. Penyakitnya baru ketahuan di akhir,” katanya.

    Selain itu, pola realisasi pendapatan daerah yang kerap menumpuk di akhir tahun anggaran atau yang disebutnya sebagai bubble pendapatan. Kondisi itu dinilai kurang sehat bagi tata kelola keuangan daerah.

    “Kebanyakan terjadi bubble pendapatan di ujung tahun. Seharusnya distribusi pendapatan lebih merata tiap triwulan,” ujarnya.

    Ke depan, DPRD meminta seluruh OPD dengan capaian rendah agar menyampaikan kendala yang dihadapi serta memetakan potensi riil penerimaan yang masih bisa dioptimalkan.

    “OPD yang pencapaiannya di bawah target harus menyampaikan penyebabnya apa, kendalanya apa, dan potensi riilnya bagaimana,” tandasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    TKD Kaltim Anjlok, Kepala Daerah Harus Bersatu Tagih Hak ke Pemerintah Pusat

    Juli 21, 2026

    PDIP Tetap Dorong Hak Angket, Samsun: Kalau Rugikan Rakyat Harus Dijalankan

    Juli 20, 2026

    Data Partai Politik di Kaltim Dimutakhirkan, KPU Mulai Validasi Berkelanjutan

    Juli 19, 2026

    Hak Angket DPRD Kaltim Mandek, Pengamat: Diduga Sengaja Diulur hingga Publik Lelah

    Juli 18, 2026

    IKN Dikebut Menuju Ibu Kota Politik 2028, Otorita Evaluasi Seluruh Proyek Strategis

    Juli 18, 2026

    Simpang Siur Kehadiran Presiden di IKN, Ini Respons Ketua Gerindra Samarinda

    Juli 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Pilih Teguran dan Pembinaan, Bagi ASN Langgar Aturan WFH Belum Disanksi

    Nur AjijahJuli 21, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Hingga kini, pelanggaran Work From Home (WFH) yang ditemukan di Samarinda, masih sebatas…

    Sekitar 1.700 Atlet Kota Samarinda Masih Menunggu Kejelasan Anggaran Keikutsertaan Porprov 2026

    Juli 21, 2026

    HYROX, Olahraga yang Menggabungkan Lari dan Latihan Kekuatan dalam Satu Tantangan

    Juli 21, 2026

    SPM HIV Capai 99,8 Persen, Samarinda Jadi Lokus Supervisi Kemenkes

    Juli 21, 2026

    Pemda Samarinda Siapkan Parkir Berlangganan, Sebagai Sumber PAD Baru

    Juli 21, 2026
    1 2 3 … 3,230 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.