Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Mandek Dua Tahun, DPRD Samarinda Hidupkan Kembali Raperda TBC dan HIV/AIDS

    April 13, 2026

    Kasus TBC Samarinda Tembus 4.000, Dinkes Genjot Deteksi Dini di Tengah Keterbatasan Anggaran

    April 13, 2026

    Jelang Aksi 21 April, Pemprov Kaltim Tegaskan Tidak Ada Upaya Redam Demo

    April 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Putus Sekolah di Kaltim Tembus 16 Ribu, DPRD Sentil Biaya Hidup Pelajar
    DPRD Kaltim

    Putus Sekolah di Kaltim Tembus 16 Ribu, DPRD Sentil Biaya Hidup Pelajar

    SittiBy SittiJuni 19, 2025Updated:Juni 19, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Darlis Pattalongi
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Sebanyak 16.000 anak di Kalimantan Timur (Kaltim) tercatat putus sekolah sepanjang 2024. Angka ini dirilis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim dan menjadi perhatian serius DPRD Kaltim, terutama terkait kualitas dan akses pendidikan menengah dan tinggi.

    Anggota DPRD Kaltim dari Fraksi PAN–NasDem, Darlis Pattalongi menyoroti faktor utama di balik rendahnya angka rata-rata lama sekolah di Kaltim yang hanya 10 tahun setara dengan kelas 1 SMA. Menurutnya, bukan sekadar biaya kuliah atau UKT yang menjadi hambatan, melainkan juga biaya hidup (living cost) seperti transportasi dan akomodasi yang kerap tidak terjangkau oleh keluarga siswa.

    “Salah satu target kita meningkatkan lama usia sekolah. Maka dari itu Program Gratispol dirancang bukan hanya membayar UKT, tapi juga didukung seragam, buku, dan bantuan lainnya dari pemprov,” kata Darlis belum lama ini.

    Pemprov sudah menyubsidi banyak hal, tetapi kolaborasi dengan sektor swasta masih sangat diperlukan. Dalam konteks ini, Darlis menyebut perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kaltim bisa menyalurkan CSR (corporate social responsibility)-nya ke bentuk bantuan yang lebih tepat sasaran.

    “Banyak perusahaan salurkan CSR dalam bentuk beasiswa. Tapi kami minta jangan tumpang tindih dengan UKT yang sudah dibiayai APBD. Perusahaan lebih baik berpartisipasi dalam bentuk living cost seperti transportasi atau akomodasi,” jelasnya.

    Menurut Darlis, kolaborasi antara pemerintah dan swasta menjadi penting mengingat karakteristik unik Kaltim yang berbeda dengan provinsi lain seperti di Jawa. Ia menyebut pertumbuhan penduduk di Kaltim mencapai 2,8 persen, namun tidak didominasi oleh kelahiran atau kematian, melainkan karena faktor migrasi.

    “Orang datang ke Kaltim dengan segala masalahnya, itu menyebabkan angka pendidikan sulit stabil. Tiap saat bisa berubah. Ini tantangan daerah yang berkembang karena migrasi,” ujar Darlis.

    Sebagai Anggota Komisi IV dan Badan Anggaran DPRD Kaltim, Darlis juga menyoroti aspek penting lain dari pembangunan pendidikan, yakni kualitas pengajar dan sarana prasarana pendidikan. Menurutnya, program gratis seperti Gratispol tidak boleh hanya fokus pada pembiayaan.

    “Kami khawatir pembiayaan sudah berjalan, tapi kualitas guru, dosen, dan fasilitas tidak diperhatikan. Ini harus dikawal agar tujuan utamanya, yaitu peningkatan kualitas pendidikan, tidak buyar,” tegasnya.

    Darlis optimistis, jika kebijakan pendidikan di Kaltim dijalankan secara holistik menggabungkan pembiayaan, kualitas SDM pengajar, serta partisipasi swasta dalam menanggung biaya hidup pelajar maka angka putus sekolah bisa ditekan secara signifikan, dan rata-rata lama sekolah bisa meningkat dalam lima tahun ke depan.

    APBD Darlis Pattalongi SDM UKT
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Tanggapi Kadinkes dan Sudarno, Andi harun: Polemik JKN Bukan Soal Kemampuan Daerah

    April 11, 2026

    Andi Harun Bantah Pernyataan Kadinkes Kaltim, Sebut Tidak Ada Pembahasan Soal JKN

    April 11, 2026

    Andi Harun: Tekanan APBN Berimbas ke Daerah, Daya Beli Masyarakat Terancam

    April 4, 2026

    IMM Kaltim Soroti Isu Lingkungan Hingga SDM, Tegaskan Peran Strategis Mahasiswa dalam Kebijakan Daerah

    April 4, 2026

    Kontribusi Besar Pembangunan Minim, IMABA Desak Transparansi APBD Kukar untuk Muara Badak

    April 3, 2026

    Kemiskinan Tak Bisa Ditangani Parsial, Andi Harun Tegaskan Pendekatan Lintas Sektoral

    April 1, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Mandek Dua Tahun, DPRD Samarinda Hidupkan Kembali Raperda TBC dan HIV/AIDS

    Andika SaputraApril 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Setelah sempat terhenti sejak 2023, DPRD Kota Samarinda kembali menggenjot pembahasan Rancangan…

    Kasus TBC Samarinda Tembus 4.000, Dinkes Genjot Deteksi Dini di Tengah Keterbatasan Anggaran

    April 13, 2026

    Jelang Aksi 21 April, Pemprov Kaltim Tegaskan Tidak Ada Upaya Redam Demo

    April 13, 2026

    Pemprov Kaltim Gelar Coffee Morning Bersama Ormas, Perkuat Silaturahmi dan Serap Aspirasi

    April 13, 2026

    PAD dari Reklame Disorot, DPRD Samarinda Siapkan Perda Baru dengan QR Code

    April 13, 2026
    1 2 3 … 3,054 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.