Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    PDIP Dorong RUU Perampasan Aset Rampung, DPR Pasang Target 15 Desember

    Agustus 29, 2026

    Parkir Teras Samarinda Jadi Potensi PAD, Jasno Dorong Sistem Portal

    Agustus 29, 2026

    DPRD Samarinda Dorong Plaza 21 Citra Niaga Jadi Kantong Parkir

    Agustus 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Kemiskinan Tak Bisa Ditangani Parsial, Andi Harun Tegaskan Pendekatan Lintas Sektoral
    Samarinda

    Kemiskinan Tak Bisa Ditangani Parsial, Andi Harun Tegaskan Pendekatan Lintas Sektoral

    Andika SaputraBy Andika SaputraApril 1, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wali Kota Samarinda, Andi Harun Saat menyampaikan pernyataan pers (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan penanggulangan kemiskinan di wilayah perkotaan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui pendekatan lintas sektoral yang terintegrasi.

    Ia menjelaskan bahwa penanganan kemiskinan menjadi salah satu agenda penting pemerintah kota yang terus dijalankan secara berkelanjutan. Namun, kompleksitas persoalan di wilayah perkotaan membuat upaya tersebut membutuhkan strategi yang lebih menyeluruh.

    “Penanggulangan kemiskinan tidak bisa parsial. Tidak boleh lagi egosektoral, harus lintas,” ujarnya, Rabu 1 April 2026.

    Menurutnya, terdapat berbagai faktor yang menyebabkan seseorang masuk dalam kategori miskin, mulai dari kondisi tempat tinggal, pendapatan, hingga akses terhadap layanan dasar seperti air bersih dan infrastruktur.

    Oleh karena, itu penanganannya harus melibatkan berbagai perangkat daerah sesuai dengan bidangnya masing-masing.

    Ia mencontohkan persoalan rumah layak huni ditangani oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) sementara infrastruktur jalan menjadi tanggung jawab dinas pekerjaan umum. Begitu pula akses air bersih yang menjadi kewenangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

    “Karena variabelnya banyak, maka pendekatannya juga harus lintas sektoral,” tegasnya.

    Ia menilai, pendekatan tersebut telah diterapkan sejak 2022 dan terus dilanjutkan hingga saat ini. Namun, ia mengakui faktor eksternal juga turut memengaruhi tingkat kemiskinan di Samarinda.

    Salah satunya adalah laju pertumbuhan penduduk serta arus urbanisasi yang terus meningkat. Menurutnya tidak semua pendatang memiliki keterampilan yang memadai, sehingga turut menjadi tantangan dalam penyediaan pelayanan publik.

    “Kita tetap harus melayani, tidak hanya warga yang sudah menetap, tetapi juga arus urban yang masuk,” jelasnya.

    Meski demikian, ia memastikan angka kemiskinan di Kota Samarinda mengalami penurunan. Ia bahkan mempersilakan untuk membandingkan capaian tersebut dengan daerah lain sebagai bentuk transparansi kinerja pemerintah.

    “Kita patut bersyukur angka kemiskinan kita mengalami penurunan,” ungkapnya.

    Namun, penanggulangan kemiskinan bukanlah persoalan yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Menurutnya yang terpenting adalah menjaga agar angka kemiskinan tidak mengalami peningkatan.

    Di tengah kondisi ekonomi yang dinilai sedang mengalami tekanan termasuk penurunan kelas menengah ia menekankan pentingnya peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagai stimulus ekonomi.

    Lebih lanjut Andi Harun mengacu pada arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya fokus pada belanja prioritas di tengah keterbatasan fiskal.

    “Belanja harus difokuskan pada pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” ujarnya.

    Ia menegaskan sektor-sektor tersebut menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat sekaligus menjadi bagian penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Kota Samarinda.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Sungai Mahakam Hadapi Masalah Alur hingga Tata Kelola, Pengelolaan Terpadu Dinilai Mendesak

    Agustus 7, 2026

    150 Anak Jadi Tersangka Narkoba dalam 10 Bulan, BNN Dorong Penguatan Rehabilitasi

    Juli 20, 2026

    Rooftop Pasar Pagi Bakal Jadi Kafe Panorama Sungai Mahakam

    Juli 19, 2026

    42 Calon Paskibraka Samarinda Digembleng Disiplin, Integritas, dan Jiwa Bela Negara

    Juli 17, 2026

    Kemiskinan Samarinda Turun, Serapan Anggaran Dinsos Baru 31 Persen

    Juli 15, 2026

    BUMRT Bakal Kelola Kandang Anti Bau, Varia Niaga Siapkan Model Bisnis dan Pendampingan

    Juli 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    PDIP Dorong RUU Perampasan Aset Rampung, DPR Pasang Target 15 Desember

    Andika SaputraAgustus 29, 2026

    Insitekaltim, Jakarta – PDI Perjuangan menegaskan dukungannya terhadap penyelesaian Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset yang…

    Parkir Teras Samarinda Jadi Potensi PAD, Jasno Dorong Sistem Portal

    Agustus 29, 2026

    DPRD Samarinda Dorong Plaza 21 Citra Niaga Jadi Kantong Parkir

    Agustus 29, 2026

    Banjir Kampung Jawa Belum Tuntas, Jasno Desak Drainase Pasundan Dilanjutkan

    Agustus 28, 2026

    Terowongan Rampung Tapi Belum Dibuka, Jasno Soroti Izin Kementerian

    Agustus 28, 2026
    1 2 3 … 3,305 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.