Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DWP Kaltim Dorong Pemberdayaan Anggota Lewat Peluang Ekonomi Kreatif Hampers

    Juli 22, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan Perwali untuk Akhiri Tumpang Tindih Program dan Data Antar-OPD

    Juli 22, 2026

    Andi Harun Bantah Jembatan Mahkota II Gelap karena Tak Ada Anggaran, Kabel Dicuri Saat APBD Berjalan

    Juli 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Andi Harun: Tekanan APBN Berimbas ke Daerah, Daya Beli Masyarakat Terancam
    Ekonomi

    Andi Harun: Tekanan APBN Berimbas ke Daerah, Daya Beli Masyarakat Terancam

    Andika SaputraBy Andika SaputraApril 4, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat memberikan pernyataan mengenai kondisi ekonomi saat ini (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun mengingatkan kondisi ekonomi saat ini menghadapi tekanan serius, baik di tingkat nasional maupun daerah.

    Ia menilai situasi tersebut tidak hanya berdampak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tetapi juga berimbas langsung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta daya beli masyarakat.

    Menurutnya, tekanan terhadap APBN dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang melampaui asumsi pemerintah.

    “APBN kita mematok kurs dolar Rp16.500, sementara hari ini sudah mendekati Rp17.000. Ini tentu memengaruhi perhitungan defisit,” ujarnya, Jumat 3 April 2026 malam.

    Selain itu, kenaikan harga minyak dunia juga menjadi faktor signifikan yang memperberat beban negara.

    “APBN mematok harga minyak sekitar 70 dolar per barel, sementara saat ini sudah mendekati 100 dolar. Ini memberi tekanan tambahan,” jelasnya.

    Ia menambahkan kondisi tersebut akan berdampak pada pembiayaan impor dan transaksi perdagangan luar negeri yang menggunakan dolar, sehingga berpotensi menambah defisit anggaran.

    Tak hanya itu Andi Harun juga menyinggung kemungkinan penyesuaian kebijakan pemerintah, termasuk terkait subsidi, yang berpotensi memengaruhi masyarakat.

    “Kalau kebijakan itu berubah sementara daya beli masyarakat belum pulih, maka dampaknya akan sangat terasa,” tegasnya.

    Menurutnya, kondisi itu perlu disikapi dengan kehati-hatian, mengingat dampaknya bisa meluas ke berbagai sektor, baik ekonomi maupun sosial.

    Ia juga memperkirakan adanya penyesuaian anggaran ke depan, termasuk kemungkinan pemotongan belanja di berbagai lini.

    “Hampir pasti akan ada penyesuaian. Ini harus kita antisipasi bersama,” katanya.

    Di tingkat daerah ia menyebut kapasitas fiskal juga mengalami penurunan signifikan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun pemerintah kabupaten/kota turut merasakan dampaknya.

    Untuk Kota Samarinda sendiri ia mengungkapkan terjadi penurunan APBD yang cukup besar dibandingkan sebelumnya.

    “Dari sekitar Rp5,8 triliun, sekarang turun menjadi sekitar Rp3,5 triliun. Ini tentu berdampak pada program pembangunan,” ungkapnya.

    Dalam kondisi tersebut ia menegaskan bahwa pemerintah harus lebih selektif dalam menentukan prioritas dan mengelola anggaran secara efisien.

    Selain itu Andi Harun juga mengajak mahasiswa untuk memahami persoalan bangsa secara lebih komprehensif, tidak hanya dari satu sudut pandang.

    “Kita harus melihat persoalan ini dari berbagai aspek, baik ekonomi, sosial, maupun politik, agar respons kita proporsional,” ujarnya.

    Ia juga menekankan pentingnya keberanian dalam menghadapi tantangan, termasuk dalam menyikapi persoalan ekonomi yang dihadapi saat ini.

    “Keberanian itu penting, bukan hanya dalam konteks pribadi, tapi juga dalam menghadapi persoalan sosial dan ekonomi,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    DWP Kaltim Dorong Pemberdayaan Anggota Lewat Peluang Ekonomi Kreatif Hampers

    Juli 22, 2026

    Antrean SPBU Dinilai Dipicu Selisih Harga BBM, Dishub Usulkan Penataan Distribusi Pertalite

    Juli 22, 2026

    Pemda Samarinda Siapkan Parkir Berlangganan, Sebagai Sumber PAD Baru

    Juli 21, 2026

    Ribuan Kios Pasar Pagi Belum Aktif, Berakibat Potensi Ekonomi Belum Tergarap Maksimal

    Juli 20, 2026

    Tak Lagi Hanya Blokir Situs, Pemerintah Kini Sasar Ekosistem Judi Online

    Juli 19, 2026

    Belum Meratanya Nomenklatur di Daerah, Jadi Kendala Perkembangan Ekonomi Kreatif

    Juli 18, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DWP Kaltim Dorong Pemberdayaan Anggota Lewat Peluang Ekonomi Kreatif Hampers

    R’syaJuli 22, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Atikah Ujang mendorong…

    Pemkot Samarinda Siapkan Perwali untuk Akhiri Tumpang Tindih Program dan Data Antar-OPD

    Juli 22, 2026

    Andi Harun Bantah Jembatan Mahkota II Gelap karena Tak Ada Anggaran, Kabel Dicuri Saat APBD Berjalan

    Juli 22, 2026

    Dugaan Maladministrasi Pegawai Disdag Samarinda Rampung Diperiksa, Sanksi Tunggu BKPSDM

    Juli 22, 2026

    Srikandi Merdeka Cup 2026 Jaring Talenta Timnas Putri U-17

    Juli 22, 2026
    1 2 3 … 3,232 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.