Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Konflik Lahan Korpri Loa Bakung Tak Kunjung Tuntas, Pemprov Kaltim Revisi Aturan Sewa Lahan

    Mei 20, 2026

    Kas Daerah Tertekan, Utang Proyek Pemkot Samarinda Capai Rp400 Miliar

    Mei 20, 2026

    DPRD Pertanyakan Efektivitas Digitalisasi Pendidikan Samarinda Tanpa Parameter Jelas

    Mei 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Andi Harun: Tekanan APBN Berimbas ke Daerah, Daya Beli Masyarakat Terancam
    Ekonomi

    Andi Harun: Tekanan APBN Berimbas ke Daerah, Daya Beli Masyarakat Terancam

    Andika SaputraBy Andika SaputraApril 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat memberikan pernyataan mengenai kondisi ekonomi saat ini (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun mengingatkan kondisi ekonomi saat ini menghadapi tekanan serius, baik di tingkat nasional maupun daerah.

    Ia menilai situasi tersebut tidak hanya berdampak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tetapi juga berimbas langsung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta daya beli masyarakat.

    Menurutnya, tekanan terhadap APBN dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang melampaui asumsi pemerintah.

    “APBN kita mematok kurs dolar Rp16.500, sementara hari ini sudah mendekati Rp17.000. Ini tentu memengaruhi perhitungan defisit,” ujarnya, Jumat 3 April 2026 malam.

    Selain itu, kenaikan harga minyak dunia juga menjadi faktor signifikan yang memperberat beban negara.

    “APBN mematok harga minyak sekitar 70 dolar per barel, sementara saat ini sudah mendekati 100 dolar. Ini memberi tekanan tambahan,” jelasnya.

    Ia menambahkan kondisi tersebut akan berdampak pada pembiayaan impor dan transaksi perdagangan luar negeri yang menggunakan dolar, sehingga berpotensi menambah defisit anggaran.

    Tak hanya itu Andi Harun juga menyinggung kemungkinan penyesuaian kebijakan pemerintah, termasuk terkait subsidi, yang berpotensi memengaruhi masyarakat.

    “Kalau kebijakan itu berubah sementara daya beli masyarakat belum pulih, maka dampaknya akan sangat terasa,” tegasnya.

    Menurutnya, kondisi itu perlu disikapi dengan kehati-hatian, mengingat dampaknya bisa meluas ke berbagai sektor, baik ekonomi maupun sosial.

    Ia juga memperkirakan adanya penyesuaian anggaran ke depan, termasuk kemungkinan pemotongan belanja di berbagai lini.

    “Hampir pasti akan ada penyesuaian. Ini harus kita antisipasi bersama,” katanya.

    Di tingkat daerah ia menyebut kapasitas fiskal juga mengalami penurunan signifikan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun pemerintah kabupaten/kota turut merasakan dampaknya.

    Untuk Kota Samarinda sendiri ia mengungkapkan terjadi penurunan APBD yang cukup besar dibandingkan sebelumnya.

    “Dari sekitar Rp5,8 triliun, sekarang turun menjadi sekitar Rp3,5 triliun. Ini tentu berdampak pada program pembangunan,” ungkapnya.

    Dalam kondisi tersebut ia menegaskan bahwa pemerintah harus lebih selektif dalam menentukan prioritas dan mengelola anggaran secara efisien.

    Selain itu Andi Harun juga mengajak mahasiswa untuk memahami persoalan bangsa secara lebih komprehensif, tidak hanya dari satu sudut pandang.

    “Kita harus melihat persoalan ini dari berbagai aspek, baik ekonomi, sosial, maupun politik, agar respons kita proporsional,” ujarnya.

    Ia juga menekankan pentingnya keberanian dalam menghadapi tantangan, termasuk dalam menyikapi persoalan ekonomi yang dihadapi saat ini.

    “Keberanian itu penting, bukan hanya dalam konteks pribadi, tapi juga dalam menghadapi persoalan sosial dan ekonomi,” pungkasnya.

    Andi Harun APBD APBN
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    WFH Diawasi Real-Time, Andi Harun Yakin ASN Samarinda Tak Berani Main Mata

    Mei 16, 2026

    Samarinda Tuan Rumah Judo Kapolri Cup 2026, Wali Kota Tekankan Sportivitas

    Mei 16, 2026

    Festival Samarinda Naik Kelas, Andi Harun Dorong Payung Hukum Perda untuk Agenda Budaya

    Mei 14, 2026

    Bangkit dari Abu, Wajah Baru Pasar Segiri Siap Sambut Pedagang Kembali

    Mei 4, 2026

    Tambahan Modal Rp500 Miliar Dipertanyakan, Pemkot Samarinda Ingatkan Ancaman Dilusi Saham

    April 30, 2026

    Laba Naik, Dividen Turun: Andi Harun Soroti Kredit Macet dan Transparansi Bankaltimtara

    April 30, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Konflik Lahan Korpri Loa Bakung Tak Kunjung Tuntas, Pemprov Kaltim Revisi Aturan Sewa Lahan

    SittiMei 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Polemik status kepemilikan lahan di kawasan Perumahan Korpri Loa Bakung Kota Samarinda…

    Kas Daerah Tertekan, Utang Proyek Pemkot Samarinda Capai Rp400 Miliar

    Mei 20, 2026

    DPRD Pertanyakan Efektivitas Digitalisasi Pendidikan Samarinda Tanpa Parameter Jelas

    Mei 20, 2026

    Kejati Kaltim Sita Lagi Rp57 Miliar Kasus Tambang Kukar, Total Uang Diselamatkan Capai Rp271 Miliar

    Mei 20, 2026

    Rekrutmen CASN 2026 Makin Dekat, Kepala BKN Pastikan Pengumuman Segera Dirilis

    Mei 20, 2026
    1 2 3 … 3,099 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.