Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Titipan dan Jual Beli Kursi Jadi Musuh Utama SPMB 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Sanksi Berat

    Juni 19, 2026

    Fokus Utama Layanan Pemda, HIV Masih Jadi Tantangan Kesehatan, Samarinda Catat 492 Kasus Sepanjang 2025

    Juni 19, 2026

    Belum Berdampak Signifikan, Pemkot Samarinda Perketat Pemantauan Inflasi Kenaikan BBM

    Juni 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Proyek Jalan ke Bandara APT Pranoto Tertunda, Subandi Singgung Efisiensi APBD Kaltim
    DPRD Kaltim

    Proyek Jalan ke Bandara APT Pranoto Tertunda, Subandi Singgung Efisiensi APBD Kaltim

    SittiBy SittiMei 20, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Badan Kehormatan DPRD Kalimantan Timur, Subandi
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Rencana pembangunan jalan pendekat menuju Bandara APT Pranoto kembali mengalami penundaan. Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Subandi mengungkapkan penundaan tersebut berkaitan langsung dengan kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan dalam program prioritas Pemprov Kaltim.

    Saat ditemui usai rapat dengar pendapat bersama UPTD Wilayah II Dinas PUPR Pera di Gedung E DPRD Kaltim, Senin 19 Mei 2025, Subandi menjelaskan jalan yang dimaksud merupakan akses penting yang menghubungkan kawasan Bayur dan Batu Besaung menuju Bandara APT Pranoto Samarinda.

    “Pembebasan lahannya sudah selesai. Rencana awal, tahun 2026 sudah bisa dilalui kendaraan. Tapi karena ada efisiensi dan penyesuaian program prioritas, akhirnya pembangunan jalan itu dipending,” ucap Subandi.

    Menurutnya, proyek tersebut seharusnya menjadi salah satu solusi utama untuk mengurai kemacetan menuju Bandara APT Pranoto, khususnya saat musim hujan dan ketika arus kendaraan meningkat. Jalur alternatif tersebut dinilai strategis dalam mendukung konektivitas transportasi udara dari dan ke Kota Samarinda.

    Tak hanya soal jalan menuju bandara, Subandi juga menyoroti minimnya anggaran dan peralatan yang dimiliki UPTD Wilayah II Dinas PUPR Pera yang membawahi wilayah Samarinda, Kukar, dan Mahakam Ulu (Mahulu).

    “Anggaran mereka hanya sekitar Rp28 miliar, dan itu masih dibagi untuk tiga wilayah. Sementara BBM saja sudah menyerap Rp10 miliar. Sisanya tak seberapa untuk perawatan jalan,” ungkapnya.

    Selain keterbatasan anggaran, UPTD juga kekurangan alat berat. Berdasarkan data LKjIP Dinas PUPR Pera tahun 2024, UPTD Wilayah II hanya memiliki 3 unit eksavator, 3 motor grader, 2 vibrator roller, dan beberapa kendaraan penunjang lainnya. Akibatnya, petugas lapangan harus saling meminjam alat lintas wilayah untuk menutupi kekurangan.

    “Mereka harus berbagi eksavator, karena jumlahnya terbatas. Kalau rusak atau dipakai di wilayah lain, otomatis pekerjaan jadi tertunda,” jelas Subandi.

    Ia juga menyinggung beberapa titik rawan seperti Jalan H.A.M Rifaddin dan Kilometer 28 Batuah, yang menjadi penghubung utama antarwilayah dan kerap rusak berat saat intensitas hujan tinggi.

    “Meski statusnya jalan nasional, kami tetap minta BBPJN turun tangan untuk perbaikan cepat. Masyarakat tidak bisa menunggu,” katanya.

    Subandi menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya peningkatan alokasi anggaran untuk UPTD agar mampu menjawab kebutuhan infrastruktur dasar yang masih menjadi keluhan utama warga.

    “Solusinya satu, kita harus perjuangkan peningkatan anggaran. Kalau tidak, UPTD tak akan mampu bergerak maksimal. Sementara keluhan di masyarakat terus datang,” pungkasnya.

    DPRD Kaltim Pembangunan Jalan Subandi
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Pangkas Celah Titipan, Parlemen Kaltim Minta Kuota Sekolah Negeri Dikunci

    Juni 18, 2026

    Belajar dari Polemik Guru, DPRD Dorong Penguatan Beasiswa Ikatan Dinas Medis Kaltim

    Juni 18, 2026

    Untuk Dapat Layanan Medis Lanjutan, Masyarakat Pedalaman Harus Ke Samarinda dan Balikpapan

    Juni 18, 2026

    Distribusi Guru Tak Merata, Sekolah di Kaltim Terpaksa Berbagi Tenaga Pengajar

    Juni 17, 2026

    SMK di PPU Masih Bergelut dengan Drainase dan Jalan Becek, Aktivitas Belajar Sering Terganggu

    Juni 16, 2026

    Kekosongan Jabatan Definitif di Disdikbud Kaltim Dinilai Jadi Pangkal Kisruh Surat Tugas Guru

    Juni 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Titipan dan Jual Beli Kursi Jadi Musuh Utama SPMB 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Sanksi Berat

    SittiJuni 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan tidak akan…

    Fokus Utama Layanan Pemda, HIV Masih Jadi Tantangan Kesehatan, Samarinda Catat 492 Kasus Sepanjang 2025

    Juni 19, 2026

    Belum Berdampak Signifikan, Pemkot Samarinda Perketat Pemantauan Inflasi Kenaikan BBM

    Juni 19, 2026

    Bukan Sekadar Estetika, Arsitektur Modern Samarinda Jadi Media Belajar Visual Pelajar

    Juni 19, 2026

    Didesak Maju Pilwali Samarinda, Saefuddin Zuhri Pilih Fokus Bekerja Ketimbang Berpolitik

    Juni 19, 2026
    1 2 3 … 3,155 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.