Insitekaltim, Kukar – Gelaran Piala Dunia 2026 mulai disambut antusias masyarakat. Selain menjadi ajang menyaksikan tim-tim terbaik dunia berlaga, turnamen sepak bola empat tahunan itu juga menjadi momen berkumpul dan mempererat kebersamaan antarwarga melalui kegiatan nonton bareng (nobar).
Salah seorang pemilik warung kopi (warkop) di Desa Prangat Selatan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Ipul mengatakan, antusiasme warga mulai terlihat sejak pertandingan-pertandingan awal Piala Dunia. Untuk menarik pengunjung sekaligus memberikan kenyamanan saat menonton, ia memasang layar lebar menggunakan proyektor di warungnya.
Menurut Ipul, kehadiran layar lebar membuat warungnya lebih ramai dibanding hari biasa. Warga dari berbagai kalangan datang untuk menyaksikan pertandingan bersama.
“Selain memang suka sepak bola, warung jadi lebih ramai kalau ada pertandingan Piala Dunia. Saya pasang layar lebar pakai proyektor supaya lebih seru. Yang datang bukan cuma bapak-bapak, anak-anak juga ikut nonton. Semuanya gabung dan sama-sama antusias,” ujarnya di Desa Prangat Selatan, Rabu, 10 Juni 2026.
Ia mengaku suasana nobar menghadirkan keseruan tersendiri karena para penonton dapat saling berdiskusi dan mendukung tim favorit masing-masing selama pertandingan berlangsung.
Antusiasme serupa juga dirasakan Rehan, seorang lulusan SMA yang mengaku tidak ingin melewatkan pertandingan tim-tim unggulan pada Piala Dunia tahun ini. Rehan menuturkan dirinya mendukung Argentina dan Spanyol. Ketertarikannya pada kedua tim tersebut tidak lepas dari kekagumannya terhadap para pemain yang menjadi idolanya.
“Saya dukung Argentina dan Spanyol. Kalau Argentina karena saya suka Messi, sedangkan Spanyol karena ada Lamine Yamal. Jadi semangat banget nunggu pertandingan mereka,” ungkapnya.
Rehan menyebut Piala Dunia selalu menghadirkan suasana berbeda dibanding kompetisi sepak bola lainnya. Ia bahkan siap meluangkan waktu untuk mengikuti pertandingan-pertandingan penting meski sebagian digelar pada malam hingga dini hari.
Piala Dunia 2026 menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara peserta dan digelar di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Kehadiran lebih banyak peserta diperkirakan membuat persaingan semakin menarik dan menambah antusiasme penggemar sepak bola di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Dengan bergulirnya turnamen tersebut, kegiatan nobar di warung kopi dan ruang-ruang publik diperkirakan akan semakin ramai seiring meningkatnya semangat masyarakat untuk mendukung tim favorit mereka di panggung sepak bola dunia.
Sebagai informasi, laga pembuka dijadwalkan pada 11 Juni 2026 waktu Meksiko, yang jika dikonversi ke Indonesia menjadi 12 Juni dini hari WIB. Turnamen berlangsung hingga final pada 19 Juli 2026.

