Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pakar Hukum Soroti Kasus Korupsi yang Menggantung, Minta Penegak Hukum Segera Ambil Keputusan

    Juni 20, 2026

    Donor Darah, Selain Menolong Sesama Juga Bermanfaat Bagi Kesehatan Tubuh

    Juni 20, 2026

    BPKAD Kaltim Pastikan Setiap Pendapatan Daerah Sekecil Apapun Nilainya, Harus Masuk Kas Daerah

    Juni 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Daerah»Perilaku Demonstran Dinilai Tidak Seperti Biasanya, Kapolda Duga Aksi Mahasiswa Disusupi
    Daerah

    Perilaku Demonstran Dinilai Tidak Seperti Biasanya, Kapolda Duga Aksi Mahasiswa Disusupi

    MartinusBy MartinusOktober 1, 201902 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter : Romi Ali Darmawan- Editor : Redaksi
    Insitekaltim,Samarinda : Aksi Kaltim Bersatu, diduga disusupi kelompok tertentu. Dugaan tersebut disampaikan oleh Kapolda Kaltim, Irjen Pol Priyo Widyanto, saat ditemui di Hotel Bumi Senyiur, Selasa,(01/10/2019) sore hari tadi.
    Menurutnya, metode demonstrasi yang sudah ke 3 kalinya tersebut, tidak seperti biasanya. Menurutnya, Aksi yang dilakukan oleh massa aksi kemarin tidak memiliki ujung, dan menolak untuk berdialog dengan Anggota DPRD Kaltim, yang sudah membuka ruang kepada mahasiswa, untuk mengirimkan perwakilan sebanyak 30 orang untuk masuk.
    Selain itu, Irjen Pol Priyo Widyanto, menduga adanya penyusup dari kelompok tertentu yang masuk dalam barisan demonstrasi kemarin.
    “Ini yang harus kita paham kepada mahasiswa, mahasiswa itu masih polos, masih idealis, tapi jangan kira semuanya itu seperti dirinya, harus berpikir ada kelompok-kelompok yang membuat aksi ini tidak tuntas-tuntas” sebut  Priyo Widyanto.
    Selain itu, Priyo Widyanto menambahkan, bahwa mulai dari, coretan dinding yang melambangkan paham tertentu, dan juga ajakan untuk memakai baju hitam-hitam dinilai menjadi ciri kelompok tersebut.
    Sementara itu, dikonfirmasi terpisah melalui What’s App dan via telpon, sore hari tadi. Humas Aksi Kaltim Bersatu, Yohanes Richardo, menegaskan bahwa penolakan yang dilakukan oleh pihak mahasiswa untuk berdialog adalah sebagai bentuk mosi tidak percaya kepada Anggota DPRD, yang dinilai menjadi biang adanya rancangan undang-undang yang tidak sesuai dengan kepentingan rakyat.
    “Kami tidak ingin berdialog, karena dirinya sudah tidak percaya lagi dengan anggota DPR bung, lewat mosi tidak percaya yang kami bacakan kemarin, dan kami ingin masuk untuk membacakan tuntutan kami, secara langsung di dalam Gedung DPR, karena kami rasa Anggota Dewan sudah tidak mewakili kami, jadi kami tetap bertahan” ucap Ricardo, saat di konfirmasi via telpon.
    Terkait adanya dugaan susupan, Ricardo mengatakan bahwa partisipasi dari berbagai macam kelompok dinilai wajar dalam gerakan rakyat, menurutnya pihaknya tetap terfokus kepada tuntutan-tuntutan yang ingin mereka sampaikan.
    ” Kalau soal kelompok tertentu, itu masanya banyak, kami tidak terlalu memfokuskan hal itu, kami fokuskan adalah tuntutan kami, nah kalau pakaian hitam-hitam, adalah upaya penyeragaman massa aksi agar tidak adanya kelompok-kelompok yang tidak berada dalam konsolidasi kami” sebut Yohanes Richardo.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    Pakar Hukum Soroti Kasus Korupsi yang Menggantung, Minta Penegak Hukum Segera Ambil Keputusan

    Juni 20, 2026

    Sengketa Lahan Yayasan Melati Belum Berakhir, Kadisdikbud Kaltim Prioritaskan Stabilitas

    Juni 18, 2026

    Usai Menang PK PM Noor, Kubu Heryono Bersihkan Spanduk Ilegal dan Desak Pengosongan

    Juni 18, 2026

    TAG Kaltim Digugat ke PTUN Samarinda, Persoalkan Jumlah dan Anggaran Rp10,7 Miliar

    Juni 11, 2026

    Rita Widyasari, Perusahaan Keluarga Sudah Berdiri Sebelum Saya Menjabat

    Juni 6, 2026

    Pengembangan Perkara TPPU Bergulir, Rita Desak KPK Teliti Seluruh Fakta dan Dokumen

    Juni 6, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pakar Hukum Soroti Kasus Korupsi yang Menggantung, Minta Penegak Hukum Segera Ambil Keputusan

    R’syaJuni 20, 2026

    Insitkaltim, Samarinda – Praktik penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang berlangsung bertahun-tahun tanpa kepastian…

    Donor Darah, Selain Menolong Sesama Juga Bermanfaat Bagi Kesehatan Tubuh

    Juni 20, 2026

    BPKAD Kaltim Pastikan Setiap Pendapatan Daerah Sekecil Apapun Nilainya, Harus Masuk Kas Daerah

    Juni 20, 2026

    Pasar Pagi Usai Revitalisasi Sepi Pembeli, Akses dan Tata Letak Jadi Sorotan

    Juni 20, 2026

    1.667 Lulusan Diwisuda, Rektor Unmul: Awal Perjalanan Menuju Kontribusi Nyata

    Juni 20, 2026
    1 2 3 … 3,158 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.