Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Masih Konsolidasi Internal, PAN Kaltim Tinjau Ulang Sikap soal Hak Angket Bukan Menarik Dukungan

    Mei 14, 2026

    Festival Samarinda Naik Kelas, Andi Harun Dorong Payung Hukum Perda untuk Agenda Budaya

    Mei 14, 2026

    Ramai Disebut Kandidat Ketua KONI, Syahariah Mas’ud Tegas Bantah: Itu Hoaks

    Mei 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Penyakit Pernapasan dan Pencernaan Dominasi Pasca Libur, Kadinkes Samarinda Imbau Jaga Lingkungan
    Kesehatan

    Penyakit Pernapasan dan Pencernaan Dominasi Pasca Libur, Kadinkes Samarinda Imbau Jaga Lingkungan

    RidhoBy RidhoMaret 25, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, Ismed Kusasih saat ditemui awak media (Insitekaltim/Ridho Wardhana)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda Ismed Kusasih menyebutkan penyakit saluran pernapasan dan pencernaan masih mendominasi kasus kesehatan masyarakat pasca masa libur panjang, termasuk setelah Lebaran.

    Hal ini disampaikan berdasarkan data surveilans yang dipantau Dinkes Samarinda seiring meningkatnya aktivitas dan interaksi masyarakat selama liburan.

    “Itu tetap saja dua hal itu, yang berhubungan dengan saluran pernapasan dan yang berhubungan dengan pencernaan,” ujar Ismed Rabu, 25 Maret 2026.

    Ia menjelaskan, munculnya penyakit sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni kondisi lingkungan dan faktor individu. Lingkungan yang bersih dan terjaga dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran penyakit, terutama penyakit menular.

    Menurutnya, kegiatan gotong royong yang rutin dilakukan warga di tingkat RT hingga kelurahan di Samarinda turut berkontribusi dalam menekan angka penyakit, termasuk demam berdarah dengue (DBD).

    “Kalau lingkungannya terjaga baik, insyaallah kita bisa menghindari penyakit. Alhamdulillah dalam dua hingga tiga tahun terakhir, kasus DBD sangat menurun,” jelasnya.

    Selain hal itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan secara individu melalui pola hidup sehat. Daya tahan tubuh yang baik, pola makan seimbang, serta istirahat yang cukup menjadi faktor penting dalam mencegah penyakit pasca liburan.

    “Kalau secara individual, kita punya kewajiban menjaga diri dari penyakit. Artinya memperbaiki imunitas, pola makan yang baik, tidur yang cukup, dan seterusnya,” tambahnya.

    Lebih lanjut, Ismed menyebutkan bahwa penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes juga tetap menjadi perhatian. Kedua penyakit tersebut masuk dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang wajib dipantau oleh Dinkes.

    “Untuk penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes, itu juga tetap kami pantau. Pasiennya rutin berobat ke puskesmas maupun rumah sakit, sehingga kondisinya bisa terkontrol,” pungkasnya.

    Dinkes Samarinda pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada pasca libur panjang dengan menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan pola hidup sehat guna mencegah peningkatan kasus penyakit.

    Dinkes DPD dr Ismed Kusasih SPM
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Rudy Mas’ud Serukan Politik Berbasis Kepentingan Rakyat di Pelantikan PAN Kaltim

    April 26, 2026

    Kasus HIV dan TBC Meningkat, Dinkes Samarinda Tegaskan Fokus pada Deteksi Dini

    April 15, 2026

    Pengalihan 49 Ribu Peserta JKN, Dinkes Samarinda Pastikan Pelayanan Tetap Jalan

    April 15, 2026

    Camat Samarinda Ulu Dukung Perda TBC, Soroti Pentingnya Jaminan Sosial bagi Penderita

    April 14, 2026

    Kasus TBC Samarinda Tembus 4.000, Dinkes Genjot Deteksi Dini di Tengah Keterbatasan Anggaran

    April 13, 2026

    Target Eliminasi 2030, Penanganan TBC dan HIV/AIDS di Samarinda Perlu Kolaborasi

    April 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Masih Konsolidasi Internal, PAN Kaltim Tinjau Ulang Sikap soal Hak Angket Bukan Menarik Dukungan

    Nur AjijahMei 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Terkait usulan hak angket di DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), yang mengabarkan Partai Amanat…

    Festival Samarinda Naik Kelas, Andi Harun Dorong Payung Hukum Perda untuk Agenda Budaya

    Mei 14, 2026

    Ramai Disebut Kandidat Ketua KONI, Syahariah Mas’ud Tegas Bantah: Itu Hoaks

    Mei 14, 2026

    Enam Raperda Di Luar Jalur Disepakati, DPRD dan Pemkot Samarinda Kejar Target Satu Tahun

    Mei 14, 2026

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026
    1 2 3 … 3,093 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.