Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    536 Pengendara Ditindak pada Hari Pertama Operasi Patuh Mahakam di Samarinda

    Oktober 26, 2026

    Konflik Lahan hingga Ketimpangan Harga TBS Bayangi Pekebun Sawit Kaltim

    Oktober 26, 2026

    Manfaatkan Transaksi MiChat, Tiga Pria Rampas Ponsel dan Uang Korban di Samarinda

    Oktober 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Penyakit Pernapasan dan Pencernaan Dominasi Pasca Libur, Kadinkes Samarinda Imbau Jaga Lingkungan
    Kesehatan

    Penyakit Pernapasan dan Pencernaan Dominasi Pasca Libur, Kadinkes Samarinda Imbau Jaga Lingkungan

    RidhoBy RidhoMaret 25, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, Ismed Kusasih saat ditemui awak media (Insitekaltim/Ridho Wardhana)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda Ismed Kusasih menyebutkan penyakit saluran pernapasan dan pencernaan masih mendominasi kasus kesehatan masyarakat pasca masa libur panjang, termasuk setelah Lebaran.

    Hal ini disampaikan berdasarkan data surveilans yang dipantau Dinkes Samarinda seiring meningkatnya aktivitas dan interaksi masyarakat selama liburan.

    “Itu tetap saja dua hal itu, yang berhubungan dengan saluran pernapasan dan yang berhubungan dengan pencernaan,” ujar Ismed Rabu, 25 Maret 2026.

    Ia menjelaskan, munculnya penyakit sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni kondisi lingkungan dan faktor individu. Lingkungan yang bersih dan terjaga dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran penyakit, terutama penyakit menular.

    Menurutnya, kegiatan gotong royong yang rutin dilakukan warga di tingkat RT hingga kelurahan di Samarinda turut berkontribusi dalam menekan angka penyakit, termasuk demam berdarah dengue (DBD).

    “Kalau lingkungannya terjaga baik, insyaallah kita bisa menghindari penyakit. Alhamdulillah dalam dua hingga tiga tahun terakhir, kasus DBD sangat menurun,” jelasnya.

    Selain hal itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan secara individu melalui pola hidup sehat. Daya tahan tubuh yang baik, pola makan seimbang, serta istirahat yang cukup menjadi faktor penting dalam mencegah penyakit pasca liburan.

    “Kalau secara individual, kita punya kewajiban menjaga diri dari penyakit. Artinya memperbaiki imunitas, pola makan yang baik, tidur yang cukup, dan seterusnya,” tambahnya.

    Lebih lanjut, Ismed menyebutkan bahwa penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes juga tetap menjadi perhatian. Kedua penyakit tersebut masuk dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang wajib dipantau oleh Dinkes.

    “Untuk penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes, itu juga tetap kami pantau. Pasiennya rutin berobat ke puskesmas maupun rumah sakit, sehingga kondisinya bisa terkontrol,” pungkasnya.

    Dinkes Samarinda pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada pasca libur panjang dengan menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan pola hidup sehat guna mencegah peningkatan kasus penyakit.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Dinkes Bantah Kematian Balita di Samarinda akibat Karhutla, Dokter Belum Bisa Memastikan

    Oktober 18, 2026

    Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Kasus ISPA di Kaltim Tembus 13 Ribu

    Oktober 16, 2026

    Kasus ISPA Samarinda Tembus 36 Ribu

    Oktober 15, 2026

    Sering Minum Setelah Makan Malam? Perhatikan Dampaknya bagi Ginjal dan Tidur

    Oktober 4, 2026

    Dinkes Kaltim Petakan Program Bermasalah, Percepatan Layanan Jadi Prioritas

    September 30, 2026

    Kompensasi Rp5 Miliar Belum Terealisasi, Kasus Pasien RSUD AWS Berlanjut ke DPRD Kaltim

    September 29, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    536 Pengendara Ditindak pada Hari Pertama Operasi Patuh Mahakam di Samarinda

    AminahOktober 26, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sebanyak 536 pengendara tercatat mendapat penindakan pada hari pertama Operasi Patuh Mahakam…

    Konflik Lahan hingga Ketimpangan Harga TBS Bayangi Pekebun Sawit Kaltim

    Oktober 26, 2026

    Manfaatkan Transaksi MiChat, Tiga Pria Rampas Ponsel dan Uang Korban di Samarinda

    Oktober 26, 2026

    Sawit Topang Ekonomi Kaltim, Kebun Rakyat Baru 233 Ribu Hektare dari Total 1,4 Juta

    Oktober 26, 2026

    Orado Samarinda Jajaki Peluang Tembus Kompetisi Olahraga Tingkat Daerah

    Oktober 26, 2026
    1 2 3 … 3,408 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.