Insitekaltim, Samarinda – Terkait usulan hak angket di DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), yang mengabarkan Partai Amanat Nasional (PAN) Kaltim menarik dukungan. Informasi ini dibantah Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PAN Kaltim Erwin Izharuddin.
Ia menyebut, partainya tidak menarik dukungan terhadap usulan hak angket di DPRD Kaltim.
Ia menjelaskan, sikap PAN saat ini bukan menarik diri. Melainkan meninjau ulang, melalui proses koordinasi internal partai dan fraksi gabungan bersama NasDem.
Pernyataan tersebut disampaikan, menyusul berkembangnya isu perubahan sikap PAN terhadap hak angket yang sebelumnya telah ditandatangani Fraksi PAN-NasDem, dalam rapat konsultasi DPRD Kaltim pada Senin, 4 Mei 2025.
“Kita bukan menarik ya, tapi meninjau. Habis itu berdiskusi sesuai prosedurnya bagaimana hak angket itu. Kita rembukan karena kita ini fraksi gabungan, bukan fraksi sendiri,” kata Erwin kepada wartawan saat berdialog dengan Aliansi Perjuangan Masyarakat (APM), Kamis, 14 Mei 2026.
Menurutnya, keputusan final belum diambil lantaran PAN masih harus menyamakan persepsi di internal partai, termasuk dengan anggota DPRD dari PAN yang duduk di parlemen provinsi.
Ia menyebut, rapat internal akan dilakukan terlebih dahulu sebelum pembahasan dilanjutkan bersama NasDem, sebagai mitra fraksi gabungan di DPRD Kaltim.
“Sesama internal kita dewan besok meeting, diskusi mengenai angket. Baru ke NasDem. Jadi berita-berita saya menarik ya, mungkin bahasanya lebih halusnya meninjau,” ujarnya.
Meski melakukan evaluasi internal, Erwin menegaskan, proses hak angket di DPRD tetap berjalan karena syarat administratif telah terpenuhi.
Usulan hak angket diketahui , telah ditandatangani 23 anggota DPRD. Melebihi syarat minimal 10 anggota atau dua fraksi, untuk dapat diproses ke tahap paripurna.
“Angket itu kan enggak bisa ditarik lagi, sudah menjadi forum untuk dibahas. Sudah akan masuk paripurna. Karena minimal 10 orang kan sudah 23. PAN pun lari kan baru satu orang, tetap jalan itu,” katanya.
Namun demikian, ia mengingatkan tantangan utama ada pada proses politik di rapat paripurna nanti. Yakni apakah usulan tersebut, dapat berjalan lancar atau tidak.
“Yang jadi masalah nanti ya paripurnanya itu berjalan lancar apa tidak angketnya,” ujarnya.
Erwin mengakui, terdapat dinamika di internal PAN. Karena hanya satu anggota fraksi, yang ikut menandatangani usulan hak angket, sementara anggota lainnya belum.
Kondisi itu, membuat PAN merasa perlu membangun keputusan kolektif agar tidak muncul perbedaan sikap di internal fraksi.
“Karena yang tiga orang kan enggak ikut menandatangani. Jadi kita kuat dulu di PAN baru ke NasDem, baru kita di paripurna bicara satu fraksi,” jelasnya.
Ia menegaskan, PAN ingin memastikan sikap akhir partai lahir dari kesepakatan bersama, baik melalui musyawarah maupun mekanisme lain yang disepakati.
“Yang penting satu suara kita, jangan sampai pecah nanti,” katanya.
Terkait arah sikap PAN nantinya, Erwin mengatakan partainya tetap berpijak pada aspirasi masyarakat.
Menurut dia, anggota DPRD pada dasarnya merupakan representasi rakyat. Sehingga suara publik, tetap menjadi pertimbangan utama.
“Kita sesuai arahan rakyat saja. PAN kan bantu rakyat,” ucapnya.
Namun, ia menegaskan seluruh keputusan tetap harus melalui standar prosedural internal partai sebelum diumumkan secara resmi.
“Besok saya langsung adakan rapat harian. Kemungkinan untuk mendukung hak angket masih ada,” ujarnya.
Menanggapi isu di media sosial yang menyebut, perubahan sikap PAN dipengaruhi lobi politik atau kedekatan dengan Gubernur Kaltim, Erwin membantah keras tudingan tersebut.
Ia menegaskan, tidak ada intervensi dari pihak mana pun. Termasuk dari pemerintah provinsi, maupun elite politik di Kaltim.
“Enggak ada. Jangankan masuk angin, masuk pusat aja enggak. Insyaallah enggak lah, kita aman,” tegasnya.
Erwin bahkan menyebut dirinya, menjaga independensi politik. Dengan tidak meminta bantuan apa pun, kepada kepala daerah, termasuk saat pelantikan partai.
“Saya enggak mau diintervensi siapa pun. Jadi keputusan saya benar-benar keputusan bersama, bukan diintervensi pemerintah atau apa,” tandasnya.

