Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sekda Samarinda Tantang Seluruh OPD Raih Predikat Informatif, Keterbukaan Informasi Jadi Prioritas 2026

    Oktober 30, 2026

    FKUB Loa Janan Ilir Dibentuk, Dialog Antarumat Beragama Jadi Prioritas

    Oktober 30, 2026

    Ringankan Beban Korban Kebakaran, Dinsospemmas Samarinda Distribusikan 46 Paket Pangan

    Oktober 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Pemprov Kaltim Sisir Program SKPD yang Terancam Gagal Terealisasi
    Diskominfo Kaltim

    Pemprov Kaltim Sisir Program SKPD yang Terancam Gagal Terealisasi

    AminahBy AminahMei 14, 2025Updated:Juni 3, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim Sri Wahyuni
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tengah melakukan penyisiran berbagai program dan kegiatan di lingkungan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang berpotensi tidak terealisasi hingga akhir tahun anggaran 2025.

    Langkah ini menjadi bagian dari agenda penguatan koordinasi dan percepatan kinerja setelah adanya pergantian kepemimpinan di awal Mei lalu.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim Sri Wahyuni menyampaikan hal ini usai memimpin rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Rabu 14 Mei 2025, bersama seluruh kepala perangkat daerah.

    Dalam pertemuan itu, Sri Wahyuni menyampaikan bahwa evaluasi dilakukan untuk memetakan hambatan riil di lapangan serta mengidentifikasi program yang berisiko tidak dapat diselesaikan tepat waktu.

    “Jadi rakor ini adalah bagian dari tindak lanjut briefing sebelumnya. Kita ingin mengetahui secara langsung apa saja yang menjadi kendala di perangkat daerah, terutama dalam mengejar capaian kinerja. Apalagi setelah transisi kepemimpinan yang baru selesai di bulan Mei ini,” ujar Sri Wahyuni usai rapat.

    Dalam rapat tersebut, Sri Wahyuni meminta seluruh SKPD menyerahkan data kegiatan yang masuk dalam prognosis hingga Desember 2025. Informasi itu kini sedang direkap sebagai bahan analisis terhadap tingkat serapan dan pelaksanaan program.

    “Kami minta data dari semua perangkat daerah, termasuk kegiatan yang mungkin baru akan berjalan pada bulan Juni atau Juli. Dari situ kita bisa lihat sisa waktu semester kedua ini, berapa persen yang realistis bisa diserap,” lanjutnya.

    Salah satu tantangan teknis yang juga mengemuka adalah perubahan sistem katalog pengadaan barang dan jasa dari versi 5 ke versi 6. Pergantian sistem ini turut memengaruhi proses pelaksanaan sejumlah program yang menggunakan mekanisme e-katalog.

    Sri Wahyuni menyampaikan, Biro Pengadaan Barang dan Jasa telah melakukan sosialisasi kepada SKPD untuk penyesuaian dengan versi terbaru.

    “Ada penyesuaian teknis, dan memang butuh waktu untuk semua pihak menyesuaikan dengan sistem baru. Tapi sosialisasi dari Biro PBJ sudah berjalan, harapannya ke depan pelaksanaan lebih baik,” tambahnya.

    Selain menyoroti sisi teknis, rakor juga menjadi momentum untuk mengkaji kemungkinan realokasi program. Beberapa kegiatan yang dinilai tidak mungkin terlaksana dalam sisa waktu yang ada akan dikaji ulang, termasuk potensi revisi anggaran atau pelimpahan ke tahun berikutnya.

    Sri Wahyuni menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam membuat proyeksi dan menetapkan target program, agar pelaksanaan anggaran bisa lebih akurat dan tidak menyisakan pekerjaan rumah di akhir tahun.

    “Kita harus realistis dan cermat. Identifikasi ini dilakukan sejak dini agar tidak terjadi akumulasi pekerjaan yang tidak tertangani,” jelasnya.

    Selain aspek perencanaan dan pengadaan, rapat juga membahas koordinasi lintas perangkat daerah, khususnya dalam program-program lintas sektor yang saling terkait. Sri Wahyuni menilai sinergi antarperangkat daerah sangat diperlukan, terutama untuk menghindari tumpang tindih atau keterlambatan akibat kurangnya komunikasi antarunit.

    Hasil dari rekapitulasi data akan menjadi dasar untuk penyusunan strategi percepatan realisasi kegiatan di semester kedua 2025. Pemprov juga akan memantau pelaksanaan kegiatan prioritas secara berkala.

    Rapat ini menjadi penanda awal dari agenda evaluasi berkelanjutan yang akan digelar setiap triwulan, guna memastikan bahwa seluruh program strategis daerah dapat berjalan sesuai dengan rencana. Sri Wahyuni menyebut, keterbukaan dan pelaporan yang akurat dari perangkat daerah menjadi kunci dari proses pengendalian kinerja pemerintahan.

    “Kami ingin melihat data real, bukan sekadar laporan administratif. Ini penting untuk memastikan bahwa langkah korektif bisa diambil lebih cepat dan tepat sasaran,” tutupnya. (ADV/Diskominfokaltim)

    Editor: Sukri

    Pemprov Kaltim Sekda Kaltim SKPD Sri Wahyuni
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Pemprov Kaltim Matangkan Tata Kelola Sangkulirang-Mangkalihat

    Oktober 30, 2026

    90,20 Persen Seragam Gratis Kaltim Tersalurkan, Puluhan Ribu Paket Masih dalam Distribusi

    Oktober 22, 2026

    Karhutla Tol Balsam Meluas, Pemprov Kaltim Buka Peluang Usulkan Status Bencana Nasional

    Oktober 14, 2026

    BPSDM Kaltim Dorong Gaya Kepemimpinan yang Lebih Peka terhadap Psikologi ASN

    September 30, 2026

    36 Pekerjaan 2025 Lewati Tahun Anggaran, Sekda Kaltim Pastikan Pembayaran Sesuai Progres

    September 30, 2026

    Dinkes Kaltim Petakan Program Bermasalah, Percepatan Layanan Jadi Prioritas

    September 30, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sekda Samarinda Tantang Seluruh OPD Raih Predikat Informatif, Keterbukaan Informasi Jadi Prioritas 2026

    SintaOktober 30, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mendorong peningkatan transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.…

    FKUB Loa Janan Ilir Dibentuk, Dialog Antarumat Beragama Jadi Prioritas

    Oktober 30, 2026

    Ringankan Beban Korban Kebakaran, Dinsospemmas Samarinda Distribusikan 46 Paket Pangan

    Oktober 30, 2026

    Teras Samarinda Didorong Jadi Ruang Publik Ramah UMKM, Pemkot Perketat Pengawasan Pengelolaan

    Oktober 30, 2026

    Lurah Budaya Pampang Pantau Probebaya, Pastikan Pembangunan Lingkungan Tepat Sasaran

    Oktober 30, 2026
    1 2 3 … 3,418 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.