Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sekolah Rakyat Ubah Kepercayaan Diri Siswa, Wali Murid Berharap Program Terus Berlanjut

    Juni 21, 2026

    Tak Lagi Sekadar Olahraga, Tenis Menjelma Jadi Gaya Hidup Modern

    Juni 21, 2026

    APBD 2027 Belum Dibahas, DPRD Samarinda Waspadai Dampak Gelombang Efisiensi Anggaran

    Juni 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»Pemkot Samarinda Soroti Lonjakan Harga LPG 3 Kg di Pengecer hingga Rp28 Ribu
    Pemkot Samarinda

    Pemkot Samarinda Soroti Lonjakan Harga LPG 3 Kg di Pengecer hingga Rp28 Ribu

    Andika SaputraBy Andika SaputraMaret 12, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Pengecekan Berat LPG 3kg oleh Pemkot Samarinda (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyoroti kenaikan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) di tingkat pengecer yang mencapai Rp28 ribu per tabung, padahal harga di pangkalan masih berada di kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET) sekitar Rp18 ribu.

    Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Sekretariat Daerah (Sekda) Kota Samarinda Nadya Turisna mengatakan, harga LPG di tingkat pangkalan sebenarnya masih sesuai dengan HET yang telah ditetapkan pemerintah. Namun, perbedaan harga mulai terjadi setelah LPG berpindah tangan ke pengecer sebelum sampai kepada masyarakat.

    “HET di pangkalan tetap sekitar Rp18 ribu per tabung. Tetapi ketika sudah sampai di pengecer, harganya bisa naik sampai Rp28 ribu,” ujarnya saat ditemui di kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Samarinda, Kamis 12 Maret 2026.

    Menurut Nadya, persoalan tersebut bukan disebabkan oleh keterbatasan pasokan, melainkan lebih pada rantai distribusi setelah LPG keluar dari pangkalan. Dalam proses distribusi tersebut, satu tabung LPG bisa berpindah tangan beberapa kali sebelum sampai ke konsumen akhir, sehingga harga di lapangan menjadi lebih tinggi.

    Kata dia, ketika LPG sudah berada di tingkat pengecer, ruang intervensi pemerintah menjadi sangat terbatas karena harga lebih banyak ditentukan oleh mekanisme permintaan di masyarakat.

    “Kalau sudah di pengecer agak sulit kita intervensi, karena mereka melihat permintaan masyarakat yang tinggi,” jelasnya.

    Kondisi tersebut pun kerap dimanfaatkan sebagian pihak untuk menaikkan harga, terutama ketika kebutuhan masyarakat meningkat.

    Untuk mengatasi persoalan itu, Pemkot Samarinda terus melakukan komunikasi dengan Pertamina guna mencari langkah yang memungkinkan pangkalan turut berperan dalam menekan harga di tingkat pengecer.

    Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan langkah intervensi seperti menggelar operasi pasar LPG dengan harga lebih murah. Meski demikian, kebijakan tersebut tidak dapat dilakukan secara rutin karena dapat berdampak pada pedagang kecil yang bergantung pada penjualan LPG.

    “Operasi pasar biasanya dilakukan pada momen tertentu saja. Kalau terlalu sering, pedagang bisa kehilangan pembeli,” katanya.

    Pemkot Samarinda juga berencana membahas persoalan harga LPG tersebut dalam rapat pengendalian inflasi daerah untuk mencari solusi yang lebih konkret. Melalui koordinasi dengan berbagai pihak, pemerintah berharap distribusi LPG di Samarinda tetap lancar dan harga di masyarakat dapat lebih terkendali menjelang Hari Raya Idulfitri.

     

    Gas LPG Nadya Turisna Pemkot Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Menggerakkan Kembali Aktivitas Pasar Pagi, Pemkot Samarinda Siapkan Anggaran Rp3 Miliar Pasang Sistem Sliding Door

    Juni 21, 2026

    Pemkot Pastikan LPG 3 Kg untuk Warga Miskin Aman, 18 Ribu Penerima Terdata

    Juni 19, 2026

    Bukan Sekadar Estetika, Arsitektur Modern Samarinda Jadi Media Belajar Visual Pelajar

    Juni 19, 2026

    Persiapan Jadi Penyangga IKN, Samarinda Hadapi Ancaman Urbanisasi dan Inflasi

    Juni 11, 2026

    Kejari Samarinda Dalami Dugaan Penyalahgunaan Aset Pemkot di Palaran

    Juni 9, 2026

    Gandeng Kejari Pemkot Samarinda Telusuri Dugaan Pemanfaatan Ilegal Lahan 30 Hektare di Palaran

    Juni 9, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sekolah Rakyat Ubah Kepercayaan Diri Siswa, Wali Murid Berharap Program Terus Berlanjut

    Nur AjijahJuni 21, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sekolah Rakyat Terintegrasi 57 Samarinda, kini memiliki 86 siswa. Terdiri 41 siswa SD,…

    Tak Lagi Sekadar Olahraga, Tenis Menjelma Jadi Gaya Hidup Modern

    Juni 21, 2026

    APBD 2027 Belum Dibahas, DPRD Samarinda Waspadai Dampak Gelombang Efisiensi Anggaran

    Juni 21, 2026

    Mayoritas Guru Sekolah Rakyat Samarinda dari Luar Kaltim, DPRD: Yang Dinilai Kualitasnya

    Juni 21, 2026

    Kaesang Sentil Kader PSI Kaltim: Foto Jokowi Dua, Ketua Umum Hanya Satu

    Juni 21, 2026
    1 2 3 … 3,160 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.