Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kemarau Tekan Panen Kaltim, Bulog Andalkan Pasokan Beras dari Sulsel dan Jatim

    September 24, 2026

    Transisi Global Fund, Kaltim Mulai Hitung Kebutuhan Anggaran Penanggulangan HIV/AIDS

    September 23, 2026

    KPK Supervisi Perencanaan APBD Kaltim, Pemprov Siapkan Penyesuaian untuk RAPBD 2027

    September 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Politik»Pangkas Celah Titipan, Parlemen Kaltim Minta Kuota Sekolah Negeri Dikunci
    Politik

    Pangkas Celah Titipan, Parlemen Kaltim Minta Kuota Sekolah Negeri Dikunci

    AminahBy AminahJuni 18, 2026Updated:Juli 5, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Penasihat Fraksi PAN-Nasdem DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2026 mendapat pengawalan ketat dari jajaran legislatif Karang Paci.

    Langkah ini diambil guna merespons evaluasi sistem penerimaan tahun-tahun sebelumnya yang dinilai masih menyisakan celah hukum yang rawan diintervensi oleh kepentingan sepihak pasca-penutupan pendaftaran.

    Penasihat Fraksi PAN-Nasdem DPRD Kaltim Darlis Pattalongi menegaskan bahwa parlemen menuntut komitmen penuh dari instansi terkait agar sistem kuota tahun ini dikunci secara absolut di muka demi memutus mata rantai praktik akomodatif atau jalur titipan oleh oknum tertentu.

    Darlis membeberkan, pada periode terdahulu, birokrasi penentuan kuota siswa dinilai sangat longgar. Masih ada celah bagi sekolah-sekolah tertentu untuk mengusulkan penambahan kuota secara bertahap, bahkan setelah pengumuman pendaftaran resmi ditutup.

    Proses yang melibatkan usulan ke Dinas Pendidikan, diteruskan ke Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), hingga persetujuan Kementerian tersebut, ditengarai kuat kerap dimanfaatkan sebagai pintu masuk kepentingan non-prosedural. Namun, untuk pelaksanaan tahun ajaran 2026 ini, celah birokrasi tersebut resmi dipangkas total.

    “Kalau tahun kemarin, kuota itu bisa bertambah setelah pengumuman pendaftaran ditutup dengan dalih pendaftar tidak tercover. Nah, di situlah yang menjadi pintu adanya titipan-titipan dari pihak tertentu,” terang Darlis, Rabu, 17 Juni 2026.

    “Tapi untuk tahun 2026 ini, tidak ada lagi (penambahan kuota). Sudah ditutup. Jadi kuota final itu sudah dikunci sebelum pendaftaran dimulai. Ini semakin menutup peluang adanya titipan,” Sambungnya.

    Sebagai bentuk nyata dari fungsi pengawasan anggaran dan kebijakan, Komisi IV DPRD Kaltim bergerak cepat dengan memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk menguji kesiapan infrastruktur digital operasional SPMB. Pihak legislatif memberikan warning keras agar reformasi sistem ini tidak dicederai oleh kendala-kendala teknis klasik di lapangan.

    “Kita memastika aplikasi yang digunakan oleh Dinas Pendidikan harus dijamin keandalannya. Jangan sampai sistemnya macet atau mengalami trouble di tengah jalan, karena itu akan menjadi masalah krusial di sekolah-sekolah. Kita minta itu diantisipasi sejak dini,” lanjut Politisi PAN tersebut.

    Selain menyoroti potensi maladministrasi pada kuota sekolah negeri, Fraksi PAN-Nasdem juga menyoroti dampak sosiologis kebijakan ini terhadap ekosistem pendidikan swasta di Kaltim.

    Darlis mengingatkan, ambisi memperluas daya tampung sekolah negeri secara ugal-ugalan berisiko mematikan geliat sekolah swasta yang juga memikul tanggung jawab mencerdaskan bangsa.

    “Kuota itu betul-betul harus dihitung sesuai daya tampung, tanpa mengabaikan sekolah swasta. Jangan sampai kuota negeri diperlebar, lalu di satu sisi mematikan swasta. Kita punya tanggung jawab moral agar sekolah swasta juga bisa hidup dan mendapatkan murid,” jelasnya

    Darlis melemparkan imbauan bernada edukasi sosial-politik bagi masyarakat Kaltim. Ia mendesak kelompok masyarakat yang memiliki ketahanan ekonomi lebih tinggi untuk tidak membebani kuota sekolah negeri yang disubsidi oleh daerah.

    Langkah ini dianggap sebagai solusi taktis untuk memperkecil persaingan tidak sehat di jalur negeri, sekaligus mendistribusikan keadilan akses bagi warga yang kurang mampu.

    “Bagi masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi, mereka sangat terbentur dengan beban pembiayaan jika harus ke swasta. Maka, kita mengimbau kepada masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih, demi memperkecil beban di sekolah negeri, arahkan anak-anaknya ke sekolah swasta saja. Biarkan fasilitas negeri dinikmati oleh mereka yang benar-benar membutuhkan subsidi pemerintah,” Imbaunya.

     




    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Parkir Berlangganan Samarinda Belum Siap, DPRD Soroti Sistem dan Target Rp200 Miliar

    September 23, 2026

    Gerindra Buka Semua Pintu Koalisi, Duet dengan PDIP Belum Jadi Kesepakatan

    September 22, 2026

    Gerindra Punya Dua Nama di Bursa Pilwali Samarinda, Helmi: Semua Kader Punya Potensi

    September 21, 2026

    APBD Perubahan Samarinda Dibayangi Dana Kurang Salur dan PAD Seret

    September 21, 2026

    Air Bersih Menipis, Dewan Samarinda Usul Dana Probebaya Bangun Sumur

    September 20, 2026

    Jembatan Lembak Cermin Ketimpangan Anggaran, Legislator Kaltim Sebut Kebijakan Pusat Zalim

    September 19, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kemarau Tekan Panen Kaltim, Bulog Andalkan Pasokan Beras dari Sulsel dan Jatim

    IraSeptember 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Musim kemarau berkepanjangan mulai berdampak pada produksi padi di Kalimantan Timur (Kaltim).…

    Transisi Global Fund, Kaltim Mulai Hitung Kebutuhan Anggaran Penanggulangan HIV/AIDS

    September 23, 2026

    KPK Supervisi Perencanaan APBD Kaltim, Pemprov Siapkan Penyesuaian untuk RAPBD 2027

    September 23, 2026

    Sodetan KM 2 Loa Janan Ulu Terancam Timbulkan Masalah Baru, Sungai Penerima Belum Ditangani

    September 23, 2026

    SK Nomor Tanding Terbit, Samarinda Masih Menanti THB Porprov 2026

    September 23, 2026
    1 2 3 … 3,360 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.