Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dishub Samarinda Bidik PAD Lewat Nama Halte

    Oktober 16, 2026

    DPRD Soroti Masalah Lahan Jalan Pelita Merdeka, Administrasi Dinilai Tak Tuntas

    Oktober 16, 2026

    Kenali Inseminasi Buatan, Cara Meningkatkan Kualitas Keturunan Sapi

    Oktober 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»PAD Samarinda Triwulan I 2026 Lampaui Target, Pajak Daerah Jadi Penopang Utama
    Samarinda

    PAD Samarinda Triwulan I 2026 Lampaui Target, Pajak Daerah Jadi Penopang Utama

    Andika SaputraBy Andika SaputraApril 10, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Bapenda Kota Samarinda, Cahya Ernawan saat memaparkan realisasi PAD Kota Samarinda pada Triwulan I Tahun (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda pada Triwulan I tahun 2026 berhasil melampaui target yang ditetapkan. Dari target sebesar Rp1,4 triliun, capaian hingga akhir Maret tercatat Rp212,4 miliar atau sekitar 15,14 persen, sedikit di atas target triwulan sebesar 15 persen.

    Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Samarinda Cahya Ernawan menyampaikan, pencapaian tersebut ditopang terutama oleh sektor pajak daerah yang menunjukkan kinerja cukup baik di awal tahun.

    “Untuk pajak daerah dari target Rp920,5 miliar, realisasinya mencapai Rp185,05 miliar atau sekitar 20,10 persen. Ini sudah melampaui target triwulan pertama,” ujarnya, Jumat 10 April 2026.

    Komponen pajak daerah didominasi oleh Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) yang mencapai Rp104,94 miliar, atau berkontribusi sekitar 56 persen dari total pajak daerah.

    Dari sektor ini pajak makan dan minum menjadi penyumbang terbesar dengan nilai sekitar Rp40,09 miliar atau 21,67 persen.

    Selain itu, pajak tenaga listrik juga mencatatkan realisasi Rp39,04 miliar, diikuti pajak jasa perhotelan Rp14,83 miliar, pajak parkir Rp1,75 miliar, serta pajak kesenian dan hiburan Rp9,21 miliar.

    Sementara itu, opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) turut memberikan kontribusi sebesar Rp25,93 miliar dan opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar Rp21,30 miliar.

    Di sisi lain beberapa sektor masih perlu menjadi perhatian, seperti Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang baru terealisasi Rp10,89 miliar atau 8,93 persen dari target, serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar Rp21,12 miliar.

    “Untuk PBB kami sudah siapkan insentif di triwulan kedua guna mendorong peningkatan capaian. Sedangkan BPHTB sifatnya fluktuatif karena bergantung pada aktivitas jual beli,” jelasnya.

    Adapun retribusi daerah baru terealisasi sebesar Rp17,9 miliar atau 4,43 persen dari target Rp403 miliar.

    Namun, angka tersebut belum termasuk pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sekitar Rp32 miliar yang masih menunggu pengesahan dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

    Sementara itu hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan tercatat Rp1,6 miliar atau 7,19 persen, yang berasal dari dividen Bank Kaltimtara. Untuk komponen lain-lain PAD yang sah, realisasi mencapai Rp7,83 miliar atau sekitar 14 persen.

    Cahya menambahkan bahwa struktur PAD masih sangat dominan pada konsumsi masyarakat, khususnya sektor makan minum dan energi listrik yang relatif stabil.

    “Ini menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat masih berjalan baik. Ke depan kami akan fokus mendorong sektor yang masih rendah agar capaian PAD lebih optimal di triwulan berikutnya,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Tanggap Darurat Samarinda Diperpanjang hingga 19 Oktober, Karhutla Capai 643 Hektare

    Oktober 8, 2026

    Disnaker Samarinda Kembangkan Auto-Matching AK1 untuk Percepat Pencari Kerja Temukan Lowongan

    Oktober 7, 2026

    Dua Bulan Padamkan Karhutla, 15 Relawan Samarinda Mengeluh Sesak Napas

    Oktober 7, 2026

    Seluruh Buaya Muara di Taman Satwa Palaran Direlokasi, Kolam Kini Kosong

    Oktober 5, 2026

    Harga Pertamax Naik, Pekerja di Samarinda Kurangi Pulang ke Marangkayu

    Oktober 3, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Dishub Samarinda Bidik PAD Lewat Nama Halte

    SintaOktober 16, 2026

    Insitekaltim, Samarinda  — Pemanfaatan halte sebagai media promosi komersial mulai disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.…

    DPRD Soroti Masalah Lahan Jalan Pelita Merdeka, Administrasi Dinilai Tak Tuntas

    Oktober 16, 2026

    Kenali Inseminasi Buatan, Cara Meningkatkan Kualitas Keturunan Sapi

    Oktober 16, 2026

    Harga TBS Sawit Kaltim Turun, Tertinggi Rp3.542 per Kilogram

    Oktober 16, 2026

    Sri Puji Ungkap Kendala Pendidikan Loa Kumbar, dari MBG hingga Tunjangan Guru

    Oktober 16, 2026
    1 2 3 … 3,389 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.