
Insitekaltim, Samarinda – Alokasi anggaran untuk sektor pembinaan dan peningkatan prestasi atlet di Kota Samarinda dinilai sangat memprihatinkan.
Bagaimana tidak, sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) yang kerap menjadi barometer prestasi olahraga, dana yang dikucurkan untuk mempertajam keahlian para atlet lokal pada tahun anggaran 2026 ini tercatat hanya menyentuh angka seratus juta rupiah lebih.
Minimnya komitmen fiskal ini disoroti tajam oleh Komisi IV DPRD Kota Samarinda pasca-rapat dengar pendapat bersama Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda. Anggaran yang terlampau mini tersebut dinilai tidak akan mampu mendongkrak prestasi olahraga daerah secara makro.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie mengonfirmasi, program pengembangan atlet di Kota Tepian saat ini terpaksa berjalan pincang dan seadanya akibat benturan regulasi pagu anggaran yang sangat ketat.
“Program pengembangan atlet itu tetap berjalan seperti biasa dengan keterbatasan. Dananya cuma sedikit aja, cuma Rp100 sekian juta aja. Jadi tidak begitu besar juga kan, cuma untuk peningkatan skill yang sifatnya mendasar saja,” ungkap Novan di Gedung DPRD Samarinda, Kamis, 2 Juli 2026.
Defisit anggaran pembinaan ini melengkapi rapor buram pengelolaan sektor olahraga di bawah naungan Dispora Par Samarinda.
Selain urusan atlet, hampir seluruh bidang di instansi tersebut dilaporkan tidak dapat bergerak agresif lantaran tidak memiliki ruang finansial yang memadai untuk mengeksekusi program-program strategis.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan tuntutan publik yang menginginkan Samarinda terus menelurkan bibit-bibit atlet berprestasi untuk berlaga di tingkat nasional maupun internasional.
“Kendalanya memang mereka hari ini di bidang-bidangnya adalah keterbatasan anggaran, karena geliat untuk pergerakannya juga cukup sedikit. Nah, itulah yang memang potensinya terpangkas,” ungkap Novan.
Untuk menyelamatkan wajah dunia olahraga Samarinda dalam jangka pendek, parlemen mendorong Dispora Par untuk bergerak taktis pada paruh kedua tahun ini. Satu-satunya asa untuk mendapatkan tambahan dana segar kini bertumpu pada usulan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026.
Injeksi dana tambahan ini dinilai sangat mendesak. Mengingat pada bulan November 2026 nanti, Kota Samarinda harus mempersiapkan diri untuk ambil bagian dalam ajang Pekan Olahraga Korps Pegawai Republik Indonesia (Porkorpris).
“Usulannya ada, tapi memang hari ini yang paling mendesak untuk usulan 2027 ada, cuma anggaran yang paling agresif hari ini di perubahan (APBD-P) untuk menjelang Porkorpris di bulan November nanti,” tukasnya.

