Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Produktivitas Padi Kaltim Ditarget Naik Jadi 7 Ton per Hektare Lewat PMAAS
    Ekonomi

    Produktivitas Padi Kaltim Ditarget Naik Jadi 7 Ton per Hektare Lewat PMAAS

    R’syaBy R’syaJuli 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Kalimantan Timur (Kaltim), Ahmad Subhan (Ist)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Kalimantan Timur (Kaltim) Ahmad Subhan menargetkan produktivitas padi di Kaltim meningkat menjadi di atas 6 hingga 7 ton per hektare melalui penerapan metode Padi Tanam Hemat Air Super (PMAAS). Inovasi budidaya tersebut diproyeksikan mampu mendongkrak hasil panen yang selama ini rata-rata masih berada di kisaran 3,5–4 ton per hektare.

    “Harapannya produktivitas padi di Kalimantan Timur bisa meningkat menjadi di atas 6 hingga 7 ton per hektare,” ujarnya di Kelurahan Sambutan, Samarinda, Jumat, 3 Juli 2026.

    Program PMAAS merupakan bagian dari strategi mendukung swasembada pangan nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Pemerintah menargetkan metode tersebut diterapkan secara bertahap pada sekitar 7.000 hektare lahan pertanian di sejumlah kabupaten dan kota di Kaltim dengan pendampingan penyuluh pertanian.

    Subhan mengatakan, PMAAS telah menunjukkan hasil yang menjanjikan di sejumlah daerah. Bahkan, apabila seluruh tahapan budidaya diterapkan sesuai standar, produktivitasnya berpotensi mencapai hingga 10 ton gabah per hektare.

    Menurutnya, peningkatan produktivitas menjadi pilihan yang lebih efektif dibandingkan membuka lahan sawah baru. Optimalisasi lahan yang sudah ada dinilai mampu menghasilkan tambahan produksi lebih cepat melalui penerapan teknologi budidaya dan pola tanam yang lebih efisien.

    Ia menjelaskan, metode PMAAS menerapkan pola tanam yang lebih rapat sehingga populasi tanaman dalam satu hektare meningkat. Selain itu, sistem budidaya tersebut mengedepankan efisiensi penggunaan air tanpa mengurangi potensi hasil panen.

    Langkah tersebut dinilai semakin penting seiring perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan pangan di Kaltim. Karena itu, peningkatan hasil panen menjadi salah satu strategi untuk menjaga ketersediaan beras daerah tanpa harus terus memperluas lahan pertanian.

    Melalui penerapan PMAAS, pemerintah berharap produksi padi di Benua Etam meningkat secara berkelanjutan sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung kebutuhan pangan masyarakat yang terus bertambah.

     

    Ahmad Subhan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) padi Padi Tanam Hemat Air Super (PMAAS)
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Beda dengan Pemprov Kaltim, Pemkot Samarinda Tak Wajibkan ASN Menginap di Hotel Pemda

    Oktober 8, 2026

    Harga TBS Sawit Kaltim Menguat, Dinas Perkebunan Ingatkan Petani Soal Tengkulak

    Oktober 6, 2026

    Kebutuhan Daging Domba Kaltim Buka Peluang Ekonomi bagi Peternak Lokal

    Oktober 6, 2026

    Inflasi Kaltim Tembus 3,98 Persen, Harga Pangan dan Transportasi Jadi Beban Terbesar

    Oktober 2, 2026

    Ratusan Kapal Beraktivitas di Muara Berau, Potensi PAD Kaltim Masih Dihitung

    Oktober 1, 2026

    DPRD Kaltim Bongkar Gap Kuota Pertalite, Usulan Daerah Dua Kali Lipat

    September 30, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    AminahOktober 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Polresta Samarinda mulai menelusuri laporan dugaan kelalaian medis yang melibatkan dokter spesialis…

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026

    Musim Hujan Kaltim Baru Mulai November, El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027

    Oktober 9, 2026

    Infrastruktur Dominasi Aspirasi Warga Gunung Pinang, Masuk Usulan Musrenbang 2027

    Oktober 9, 2026
    1 2 3 … 3,379 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.