Insitekaltim, Samarinda – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang disediakan pemerintah. Hingga pertengahan 2026, jumlah warga yang mengikuti program tersebut, baru mencapai 161.511 orang atau masih relatif kecil dibandingkan total penduduk Kalimantan Timur (Kaltim).
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim mengajak masyarakat lebih aktif memanfaatkan Program CKG.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan, peningkatan partisipasi masyarakat menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Dalam mengoptimalkan, pelaksanaan program skrining kesehatan tersebut.
“Untuk pemaksimalan CKG atau skrining kesehatan ini, saya minta juga terus ditingkatkan. Ini sangat tergantung dari partisipasi masyarakat,” kata Jaya.
Menurutnya, selama pelaksanaan program, tingkat partisipasi masyarakat yang datang ke puskesmas. Untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, masih berada pada kisaran dua hingga 3 persen dari total penduduk Kaltim.
Karena itu, Dinkes Kaltim terus mendorong masyarakat, agar memanfaatkan layanan yang tersedia di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Khususnya puskesmas, yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.
Jaya menjelaskan, saat ini mekanisme pelayanan CKG telah dipermudah. Masyarakat, tidak lagi harus menunggu momen ulang tahun. Untuk mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, seperti pada tahap awal pelaksanaan program.
“Mereka bisa langsung mendaftar ke puskesmas. Yang penting satu tahun minimal satu kali datang untuk diperiksa. Tidak perlu lagi menunggu hari ulang tahun,” ujarnya.
Selain menyasar masyarakat umum, program tersebut juga difokuskan pada kelompok usia sekolah. Pemeriksaan kesehatan bagi pelajar dinilai penting, untuk mendeteksi sejak dini. Berbagai persoalan kesehatan, yang dapat memengaruhi tumbuh kembang maupun proses belajar anak.
Terlebih dalam waktu dekat akan memasuki tahun ajaran baru, sehingga pemeriksaan kesehatan bagi peserta didik menjadi salah satu sasaran yang terus didorong pemerintah.
Berdasarkan data Dinkes Kaltim, sebanyak 175.025 warga telah melakukan registrasi untuk mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 161.511 orang, hadir dan menjalani pemeriksaan, atau setara dengan tingkat kehadiran mencapai 92,28 persen.
Kelompok usia dewasa senior 40 hingga 59 tahun menjadi peserta terbanyak dengan jumlah 39.449 orang. Disusul kelompok dewasa muda usia 18 hingga 39 tahun sebanyak 25.781 orang.
Sementara pada kelompok anak-anak, usia sekolah 7 hingga 12 tahun mendominasi jumlah peserta dengan total 24.020 anak yang telah mengikuti pemeriksaan kesehatan.
Adapun kelompok lanjut usia di atas 60 tahun juga menunjukkan tingkat partisipasi yang cukup baik dengan jumlah kunjungan mencapai 18.356 orang.
Saat ini layanan CKG telah tersedia di 188 puskesmas, tersebar di 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Dinkes berharap kemudahan akses tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai langkah deteksi dini berbagai penyakit.
“Yang penting masyarakat datang dan memanfaatkan layanan yang sudah tersedia. Semakin cepat terdeteksi, semakin cepat pula penanganannya,” pungkas Jaya.

