Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Kaltim Bidik Mall Lembuswana Jadi Mesin PAD Terbesar

    Agustus 24, 2026

    Teras Samarinda Segmen 2-4 Siap Diresmikan, Pemkot Masih Benahi Sejumlah Bagian

    Agustus 24, 2026

    32 Ibu dan 301 Bayi Meninggal, Kaltim Soroti Koordinasi Rujukan Antarwilayah

    Agustus 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Menuju Eliminasi Malaria 2027, Kaltim Intensifkan Pengawasan Daerah Endemis
    Diskominfo Kaltim

    Menuju Eliminasi Malaria 2027, Kaltim Intensifkan Pengawasan Daerah Endemis

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaJuni 18, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda –Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat langkah menuju target eliminasi malaria di seluruh kabupaten dan kota pada tahun 2027. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin, menyampaikan bahwa hingga pertengahan tahun 2025, 6 dari 10 kabupaten/kota di Kaltim telah dinyatakan bebas malaria.

    “Dari sepuluh kabupaten/kota, sudah enam yang bebas malaria. Yang masih belum adalah Penajam Paser Utara (PPU), Paser, Berau, dan Kutai Timur (Kutim),” ujar Jaya saat ditemui di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Selasa, 17 Juni 2025.

    Jaya mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah di wilayah PPU dan Paser. Kedua daerah tersebut masih mencatat angka kasus malaria tahunan yang cukup tinggi, yakni di atas 5 persen. Padahal, untuk meraih status eliminasi malaria, angka kasus tahunan harus di bawah 1 persen.

    “Sebenarnya sebagian besar daerah sudah memenuhi syarat. Tapi PPU dan Paser masih di atas 5 persen. Itu yang sedang kita kejar agar bisa segera ditekan,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Jaya menjelaskan bahwa habitat nyamuk pembawa parasit malaria, yaitu nyamuk Anopheles, masih banyak ditemukan di kawasan hutan sekitar wilayah Ibu Kota Negara (IKN), khususnya di kawasan Muser Paser. Meski bukan berasal dari area inti IKN, keberadaan hutan yang luas dan aktivitas manusia di dalamnya memicu risiko penularan.

    “Yang membawa parasit itu bukan nyamuk di IKN-nya, tapi dari kawasan hutan di sekitarnya. Warga atau pekerja yang beraktivitas di sana seringkali pulang membawa parasit malaria, dan bisa menular ke orang lain,” ungkapnya.

    Untuk menekan laju penyebaran, Dinas Kesehatan Kaltim telah membentuk pos pemantau malaria di wilayah rawan tersebut. Pos ini bertugas memeriksa kondisi kesehatan, khususnya darah, para pekerja yang keluar-masuk kawasan hutan. Upaya ini dinilai cukup efektif karena telah menunjukkan penurunan jumlah kasus secara bertahap.

    “Kita sudah bentuk pos pemantau malaria. Jadi siapa saja yang masuk ke area hutan dicek, dan saat keluar pun dicek lagi. Kalau terdeteksi membawa parasit, langsung ditangani. Ini sangat membantu menekan angka kasus,” tutur Jaya.

    Ia optimistis, dengan strategi terpadu yang melibatkan deteksi dini, edukasi masyarakat, serta pengawasan ketat, target eliminasi malaria di seluruh kabupaten/kota pada 2027 bisa tercapai. Terlebih lagi, dukungan lintas sektor, termasuk dari pengelola kawasan IKN dan instansi terkait, terus diperkuat.

    “Target kita tetap 2027 semua wilayah di Kaltim bebas malaria. Perlu sinergi semua pihak, apalagi dengan hadirnya IKN, mobilitas manusia tinggi dan perlu pengawasan ekstra,” pungkas Jaya.

    Dengan strategi yang terus dimatangkan dan kerja sama lintas sektor, Provinsi Kalimantan Timur berharap bisa menjadi provinsi yang sepenuhnya terbebas dari ancaman malaria dalam dua tahun ke depan.(Adv/DiskominfoKaltim)

    Editor: Sukri

    Eliminasi Malaria 2027 IKN Jaya Mualimin
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    32 Ibu dan 301 Bayi Meninggal, Kaltim Soroti Koordinasi Rujukan Antarwilayah

    Agustus 24, 2026

    Asap Karhutla Mengancam, Kasus ISPA Kaltim Tembus 216 Ribu

    Agustus 23, 2026

    Kaltim Baru 56 Persen Temukan Kasus TBC, Dinkes Dorong 1.033 Desa Jadi Desa Siaga

    Agustus 11, 2026

    Kaltim Rawan Penyakit Gigitan dan Sengatan, Jumlah Korban Didominasi Perempuan

    Agustus 7, 2026

    Rencana Pembangunan RSUD Baru Kutai Barat, Mulai 2027 Serap Anggaran Capai Rp297 Miliar

    Agustus 2, 2026

    Warga Diminta Segera Melapor Bila Muncul Riwayat Pemeriksaan Tak Dikenal di Satu Sehat

    Juli 31, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Kaltim Bidik Mall Lembuswana Jadi Mesin PAD Terbesar

    Ratu ArifanzaAgustus 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda — DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) mendorong Mall Lembuswana Samarinda dapat menjadi salah satu…

    Teras Samarinda Segmen 2-4 Siap Diresmikan, Pemkot Masih Benahi Sejumlah Bagian

    Agustus 24, 2026

    32 Ibu dan 301 Bayi Meninggal, Kaltim Soroti Koordinasi Rujukan Antarwilayah

    Agustus 24, 2026

    Kemenpora: Partisipasi Olahraga Jadi Kunci Lahirkan Atlet Disabilitas Berprestasi

    Agustus 24, 2026

    Pemadaman Listrik Berulang, Abdul Rohim Desak PLN Beri Kompensasi Warga Samarinda

    Agustus 24, 2026
    1 2 3 … 3,295 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.