Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Resmi Nahkodai PAN Kaltim, Erwin Izharuddin Dilantik Zulhas di Hadapan Ribuan Kader

    April 26, 2026

    PAN Kaltim Target 4 Besar, Jasno Tegaskan Mesin Partai Siap Digerakkan Maksimal

    April 26, 2026

    Rudy Mas’ud Serukan Politik Berbasis Kepentingan Rakyat di Pelantikan PAN Kaltim

    April 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Menuju Eliminasi Malaria 2027, Kaltim Intensifkan Pengawasan Daerah Endemis
    Diskominfo Kaltim

    Menuju Eliminasi Malaria 2027, Kaltim Intensifkan Pengawasan Daerah Endemis

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaJuni 18, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda –Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat langkah menuju target eliminasi malaria di seluruh kabupaten dan kota pada tahun 2027. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin, menyampaikan bahwa hingga pertengahan tahun 2025, 6 dari 10 kabupaten/kota di Kaltim telah dinyatakan bebas malaria.

    “Dari sepuluh kabupaten/kota, sudah enam yang bebas malaria. Yang masih belum adalah Penajam Paser Utara (PPU), Paser, Berau, dan Kutai Timur (Kutim),” ujar Jaya saat ditemui di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Selasa, 17 Juni 2025.

    Jaya mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah di wilayah PPU dan Paser. Kedua daerah tersebut masih mencatat angka kasus malaria tahunan yang cukup tinggi, yakni di atas 5 persen. Padahal, untuk meraih status eliminasi malaria, angka kasus tahunan harus di bawah 1 persen.

    “Sebenarnya sebagian besar daerah sudah memenuhi syarat. Tapi PPU dan Paser masih di atas 5 persen. Itu yang sedang kita kejar agar bisa segera ditekan,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Jaya menjelaskan bahwa habitat nyamuk pembawa parasit malaria, yaitu nyamuk Anopheles, masih banyak ditemukan di kawasan hutan sekitar wilayah Ibu Kota Negara (IKN), khususnya di kawasan Muser Paser. Meski bukan berasal dari area inti IKN, keberadaan hutan yang luas dan aktivitas manusia di dalamnya memicu risiko penularan.

    “Yang membawa parasit itu bukan nyamuk di IKN-nya, tapi dari kawasan hutan di sekitarnya. Warga atau pekerja yang beraktivitas di sana seringkali pulang membawa parasit malaria, dan bisa menular ke orang lain,” ungkapnya.

    Untuk menekan laju penyebaran, Dinas Kesehatan Kaltim telah membentuk pos pemantau malaria di wilayah rawan tersebut. Pos ini bertugas memeriksa kondisi kesehatan, khususnya darah, para pekerja yang keluar-masuk kawasan hutan. Upaya ini dinilai cukup efektif karena telah menunjukkan penurunan jumlah kasus secara bertahap.

    “Kita sudah bentuk pos pemantau malaria. Jadi siapa saja yang masuk ke area hutan dicek, dan saat keluar pun dicek lagi. Kalau terdeteksi membawa parasit, langsung ditangani. Ini sangat membantu menekan angka kasus,” tutur Jaya.

    Ia optimistis, dengan strategi terpadu yang melibatkan deteksi dini, edukasi masyarakat, serta pengawasan ketat, target eliminasi malaria di seluruh kabupaten/kota pada 2027 bisa tercapai. Terlebih lagi, dukungan lintas sektor, termasuk dari pengelola kawasan IKN dan instansi terkait, terus diperkuat.

    “Target kita tetap 2027 semua wilayah di Kaltim bebas malaria. Perlu sinergi semua pihak, apalagi dengan hadirnya IKN, mobilitas manusia tinggi dan perlu pengawasan ekstra,” pungkas Jaya.

    Dengan strategi yang terus dimatangkan dan kerja sama lintas sektor, Provinsi Kalimantan Timur berharap bisa menjadi provinsi yang sepenuhnya terbebas dari ancaman malaria dalam dua tahun ke depan.(Adv/DiskominfoKaltim)

    Editor: Sukri

    Eliminasi Malaria 2027 IKN Jaya Mualimin
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Rudy Mas’ud Serukan Politik Berbasis Kepentingan Rakyat di Pelantikan PAN Kaltim

    April 26, 2026

    Tekankan Pengawasan Orang Asing, Sinergi Lintas Instansi Jadi Kunci

    April 8, 2026

    Budaya Digital Kian Menguat, Faisal Ingatkan Pemuda Soal Dampak dan Peluang

    April 7, 2026

    Ekonomi Kaltim Terancam Ketergantungan Tambang, BI Dorong Pariwisata dan UMKM Jadi Penyelamat

    Maret 31, 2026

    Dikejar Keterbatasan Anggaran, Samarinda Genjot Pariwisata Lewat Branding dan Inovasi

    Maret 31, 2026

    Kaltim Bidik Kelapa Genjah sebagai Primadona Baru di Era IKN

    Maret 27, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Resmi Nahkodai PAN Kaltim, Erwin Izharuddin Dilantik Zulhas di Hadapan Ribuan Kader

    Andika SaputraApril 26, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Tongkat estafet kepemimpinan Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Timur (Kaltim) resmi berganti.…

    PAN Kaltim Target 4 Besar, Jasno Tegaskan Mesin Partai Siap Digerakkan Maksimal

    April 26, 2026

    Rudy Mas’ud Serukan Politik Berbasis Kepentingan Rakyat di Pelantikan PAN Kaltim

    April 26, 2026

    Borneo FC Libas Semen Padang 3-0 di Segiri, Tempel Ketat Persib di Papan Atas

    April 26, 2026

    Usai Pelepasan, Andi Harun Titip Doa Jemaah Haji untuk Samarinda

    April 25, 2026
    1 2 3 … 3,074 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.