Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Samarinda Dorong Penguatan Wisata Sungai dan Kalender Event Budaya

    Mei 16, 2026

    Pelantikan PDKT Kaltim 2026–2031, DPRD Samarinda Soroti Penguatan Peran Masyarakat Adat

    Mei 16, 2026

    Samarinda Tuan Rumah Judo Kapolri Cup 2026, Wali Kota Tekankan Sportivitas

    Mei 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Ekonomi Kaltim Terancam Ketergantungan Tambang, BI Dorong Pariwisata dan UMKM Jadi Penyelamat
    Ekonomi

    Ekonomi Kaltim Terancam Ketergantungan Tambang, BI Dorong Pariwisata dan UMKM Jadi Penyelamat

    Andika SaputraBy Andika SaputraMaret 31, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim Bayu Adi Hardianto, saat foto bersama dengan jajaran Pemkot dan Pemprov. ( insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Ketergantungan Kalimantan Timur (Kaltim) terhadap sektor pertambangan dinilai menjadi tantangan serius bagi stabilitas ekonomi daerah terutama saat terjadi fluktuasi harga komoditas global.

    Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kaltim Bayu Adi Hardianto mengungkapkan, struktur ekonomi Kaltim saat ini masih sangat bergantung pada sektor sumber daya alam seperti batu bara dan kelapa sawit.

    Menurutnya kondisi ini membuat pertumbuhan ekonomi daerah tidak stabil dan sangat bergantung pada kondisi pasar global.

    “Kalau harga komoditas naik ekonomi kita ikut naik. Tapi saat harga turun dampaknya juga langsung terasa ke daerah,” ujarnya, Selasa 31 Maret 2026.

    Ia menilai ketergantungan tersebut perlu segera diimbangi dengan penguatan sektor alternatif yang lebih berkelanjutan, salah satunya melalui pengembangan pariwisata dan UMKM berbasis potensi lokal.

    “Pariwisata ini sebenarnya punya potensi besar. Modalnya tidak terlalu besar, karena kita sudah punya kekayaan alam dan budaya,” jelasnya.

    Keberadaan Kampung Tenun Samarinda dinilai menjadi salah satu contoh konkret yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis budaya, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

    Selain itu, momentum hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) juga disebut sebagai peluang besar untuk menarik arus wisatawan ke Kaltim, khususnya ke Samarinda.

    “Wisatawan yang datang ke IKN tidak harus langsung ke sana. Mereka bisa singgah dulu di Samarinda, dan ini peluang ekonomi yang harus ditangkap,” katanya.

    Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pengembangan sektor tersebut seperti keterbatasan akses permodalan, pemasaran produk, serta rendahnya keterlibatan generasi muda dalam usaha kerajinan lokal.

    Sebagai solusi BI bersama pemangku kepentingan menghadirkan program BIMA ETAM (Business Matching Pembiayaan dan Edukasi Literasi Keuangan UMKM).

    Program ini memberikan berbagai fasilitas bagi pelaku UMKM, mulai dari konsultasi pembiayaan, pengecekan riwayat kredit, hingga pelatihan pencatatan keuangan digital melalui aplikasi Si Apik.

    “Melalui BIMA ETAM, UMKM bisa mendapatkan solusi terpadu untuk mengembangkan usahanya, termasuk akses pembiayaan yang lebih mudah,” jelasnya.

    Ia menyebut program tersebut telah menjangkau ribuan pelaku UMKM dan berhasil menyalurkan pembiayaan produktif dengan nilai miliaran rupiah.

    Ke depan BI berharap sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha dapat terus diperkuat ag bgar sektor pariwisata dan UMKM mampu menjadi tulang punggung baru ekonomi daerah.

    “Ini bukan hanya alternatif, tapi bisa menjadi masa depan ekonomi Kaltim yang lebih stabil dan berkelanjutan,” pungkasnya.

    Bank Indonesia Bayu Adi Hardianto IKN SDA
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Rudy Mas’ud Serukan Politik Berbasis Kepentingan Rakyat di Pelantikan PAN Kaltim

    April 26, 2026

    Sensus Ekonomi 2026 Segera Digelar, Tantangan Kepercayaan Warga Jadi Catatan DPRD

    April 15, 2026

    Pemprov Kaltim Siap Dukung Budidaya Ikan di Lahan Eks Tambang

    April 9, 2026

    Pemkot Samarinda Imbau Kurangi Plastik, Pastikan Stok BBM Aman

    April 8, 2026

    Tekankan Pengawasan Orang Asing, Sinergi Lintas Instansi Jadi Kunci

    April 8, 2026

    Budaya Digital Kian Menguat, Faisal Ingatkan Pemuda Soal Dampak dan Peluang

    April 7, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Samarinda Dorong Penguatan Wisata Sungai dan Kalender Event Budaya

    Ratu ArifanzaMei 16, 2026

    Insitekaltim, Samarinda — Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda Viktor Yuan mendorong penguatan sektor pariwisata…

    Pelantikan PDKT Kaltim 2026–2031, DPRD Samarinda Soroti Penguatan Peran Masyarakat Adat

    Mei 16, 2026

    Samarinda Tuan Rumah Judo Kapolri Cup 2026, Wali Kota Tekankan Sportivitas

    Mei 16, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026
    1 2 3 … 3,094 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.