Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    21 Gerai Koperasi Merah Putih Samarinda Terbangun

    Oktober 19, 2026

    Saksikan Kemenangan 2-0, Wawali Samarinda Apresiasi Perjuangan Pesut Etam

    Oktober 19, 2026

    DPRD Samarinda Soroti Minimnya Penerangan Permukiman, Lampu Jalan Mulai Diusulkan

    Oktober 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Ekonomi Kaltim Terancam Ketergantungan Tambang, BI Dorong Pariwisata dan UMKM Jadi Penyelamat
    Ekonomi

    Ekonomi Kaltim Terancam Ketergantungan Tambang, BI Dorong Pariwisata dan UMKM Jadi Penyelamat

    Andika SaputraBy Andika SaputraMaret 31, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim Bayu Adi Hardianto, saat foto bersama dengan jajaran Pemkot dan Pemprov. ( insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Ketergantungan Kalimantan Timur (Kaltim) terhadap sektor pertambangan dinilai menjadi tantangan serius bagi stabilitas ekonomi daerah terutama saat terjadi fluktuasi harga komoditas global.

    Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kaltim Bayu Adi Hardianto mengungkapkan, struktur ekonomi Kaltim saat ini masih sangat bergantung pada sektor sumber daya alam seperti batu bara dan kelapa sawit.

    Menurutnya kondisi ini membuat pertumbuhan ekonomi daerah tidak stabil dan sangat bergantung pada kondisi pasar global.

    “Kalau harga komoditas naik ekonomi kita ikut naik. Tapi saat harga turun dampaknya juga langsung terasa ke daerah,” ujarnya, Selasa 31 Maret 2026.

    Ia menilai ketergantungan tersebut perlu segera diimbangi dengan penguatan sektor alternatif yang lebih berkelanjutan, salah satunya melalui pengembangan pariwisata dan UMKM berbasis potensi lokal.

    “Pariwisata ini sebenarnya punya potensi besar. Modalnya tidak terlalu besar, karena kita sudah punya kekayaan alam dan budaya,” jelasnya.

    Keberadaan Kampung Tenun Samarinda dinilai menjadi salah satu contoh konkret yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis budaya, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

    Selain itu, momentum hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) juga disebut sebagai peluang besar untuk menarik arus wisatawan ke Kaltim, khususnya ke Samarinda.

    “Wisatawan yang datang ke IKN tidak harus langsung ke sana. Mereka bisa singgah dulu di Samarinda, dan ini peluang ekonomi yang harus ditangkap,” katanya.

    Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pengembangan sektor tersebut seperti keterbatasan akses permodalan, pemasaran produk, serta rendahnya keterlibatan generasi muda dalam usaha kerajinan lokal.

    Sebagai solusi BI bersama pemangku kepentingan menghadirkan program BIMA ETAM (Business Matching Pembiayaan dan Edukasi Literasi Keuangan UMKM).

    Program ini memberikan berbagai fasilitas bagi pelaku UMKM, mulai dari konsultasi pembiayaan, pengecekan riwayat kredit, hingga pelatihan pencatatan keuangan digital melalui aplikasi Si Apik.

    “Melalui BIMA ETAM, UMKM bisa mendapatkan solusi terpadu untuk mengembangkan usahanya, termasuk akses pembiayaan yang lebih mudah,” jelasnya.

    Ia menyebut program tersebut telah menjangkau ribuan pelaku UMKM dan berhasil menyalurkan pembiayaan produktif dengan nilai miliaran rupiah.

    Ke depan BI berharap sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha dapat terus diperkuat ag bgar sektor pariwisata dan UMKM mampu menjadi tulang punggung baru ekonomi daerah.

    “Ini bukan hanya alternatif, tapi bisa menjadi masa depan ekonomi Kaltim yang lebih stabil dan berkelanjutan,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Kenali Inseminasi Buatan, Cara Meningkatkan Kualitas Keturunan Sapi

    Oktober 16, 2026

    Harga TBS Sawit Kaltim Turun, Tertinggi Rp3.542 per Kilogram

    Oktober 16, 2026

    Kemarau Ganggu Ketersediaan Pakan, Peternak Sapi di Kaltim Perlu Siapkan Silase

    Oktober 15, 2026

    Kaltim Masih Bergantung Sapi dari Luar Daerah, 58 Ekor Disalurkan ke Peternak Samarinda

    Oktober 14, 2026

    Harga Cabai di Samarinda Naik, Disdag Sebut Biaya Pengiriman Jadi Pemicu

    Oktober 13, 2026

    Wagub Kaltim Dorong Peningkatan PAD dari Sektor Energi, Soroti PI dan Antrean BBM

    Oktober 10, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    21 Gerai Koperasi Merah Putih Samarinda Terbangun

    SintaOktober 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda — Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kota Samarinda telah mencapai 21…

    Saksikan Kemenangan 2-0, Wawali Samarinda Apresiasi Perjuangan Pesut Etam

    Oktober 19, 2026

    DPRD Samarinda Soroti Minimnya Penerangan Permukiman, Lampu Jalan Mulai Diusulkan

    Oktober 19, 2026

    Andi Harun: Perubahan Tak Cukup dari Jalanan, Harus Masuk ke Ruang Kebijakan

    Oktober 19, 2026

    Lima Provinsi di Kalimantan Diusulkan Bersatu Dorong Penanganan Karhutla ke Pusat

    Oktober 19, 2026
    1 2 3 … 3,393 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.