Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Tanah Pemkot Samarinda Masih Dalam Proses Sertifikasi, BPKAD Percepat Sertifikasi 1.700 Aset

    Juli 1, 2026

    Istilah Pendidikan Makin Keren tapi Masuk Sekolah Makin Susah

    Juli 1, 2026

    Haaland Bawa Norwegia ke 16 Besar, Pantai Gading Tersingkir Dramatis

    Juli 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Ekonomi Kaltim Terancam Ketergantungan Tambang, BI Dorong Pariwisata dan UMKM Jadi Penyelamat
    Ekonomi

    Ekonomi Kaltim Terancam Ketergantungan Tambang, BI Dorong Pariwisata dan UMKM Jadi Penyelamat

    Andika SaputraBy Andika SaputraMaret 31, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim Bayu Adi Hardianto, saat foto bersama dengan jajaran Pemkot dan Pemprov. ( insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Ketergantungan Kalimantan Timur (Kaltim) terhadap sektor pertambangan dinilai menjadi tantangan serius bagi stabilitas ekonomi daerah terutama saat terjadi fluktuasi harga komoditas global.

    Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kaltim Bayu Adi Hardianto mengungkapkan, struktur ekonomi Kaltim saat ini masih sangat bergantung pada sektor sumber daya alam seperti batu bara dan kelapa sawit.

    Menurutnya kondisi ini membuat pertumbuhan ekonomi daerah tidak stabil dan sangat bergantung pada kondisi pasar global.

    “Kalau harga komoditas naik ekonomi kita ikut naik. Tapi saat harga turun dampaknya juga langsung terasa ke daerah,” ujarnya, Selasa 31 Maret 2026.

    Ia menilai ketergantungan tersebut perlu segera diimbangi dengan penguatan sektor alternatif yang lebih berkelanjutan, salah satunya melalui pengembangan pariwisata dan UMKM berbasis potensi lokal.

    “Pariwisata ini sebenarnya punya potensi besar. Modalnya tidak terlalu besar, karena kita sudah punya kekayaan alam dan budaya,” jelasnya.

    Keberadaan Kampung Tenun Samarinda dinilai menjadi salah satu contoh konkret yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis budaya, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

    Selain itu, momentum hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) juga disebut sebagai peluang besar untuk menarik arus wisatawan ke Kaltim, khususnya ke Samarinda.

    “Wisatawan yang datang ke IKN tidak harus langsung ke sana. Mereka bisa singgah dulu di Samarinda, dan ini peluang ekonomi yang harus ditangkap,” katanya.

    Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pengembangan sektor tersebut seperti keterbatasan akses permodalan, pemasaran produk, serta rendahnya keterlibatan generasi muda dalam usaha kerajinan lokal.

    Sebagai solusi BI bersama pemangku kepentingan menghadirkan program BIMA ETAM (Business Matching Pembiayaan dan Edukasi Literasi Keuangan UMKM).

    Program ini memberikan berbagai fasilitas bagi pelaku UMKM, mulai dari konsultasi pembiayaan, pengecekan riwayat kredit, hingga pelatihan pencatatan keuangan digital melalui aplikasi Si Apik.

    “Melalui BIMA ETAM, UMKM bisa mendapatkan solusi terpadu untuk mengembangkan usahanya, termasuk akses pembiayaan yang lebih mudah,” jelasnya.

    Ia menyebut program tersebut telah menjangkau ribuan pelaku UMKM dan berhasil menyalurkan pembiayaan produktif dengan nilai miliaran rupiah.

    Ke depan BI berharap sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha dapat terus diperkuat ag bgar sektor pariwisata dan UMKM mampu menjadi tulang punggung baru ekonomi daerah.

    “Ini bukan hanya alternatif, tapi bisa menjadi masa depan ekonomi Kaltim yang lebih stabil dan berkelanjutan,” pungkasnya.

    Bank Indonesia Bayu Adi Hardianto IKN SDA
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Kopdes Merah Putih dan BUMDes, Beriringan Fokus Lengkapi Ekonomi Desa

    Juli 1, 2026

    Pemkot Samarinda Mulai Cicil Pembayaran Utang ke Kontraktor, Target Lunas Akhir 2026

    Juni 30, 2026

    Heni Purwaningsih Pastikan: Kenaikan BBM Berdampak Terhadap Inflasi dan Harga Barang di Kaltim

    Juni 29, 2026

    Kepala BPS RI Imbau Masyarakat Kaltim Terima Petugas Sensus Ekonomi 2026

    Juni 27, 2026

    Kehadiran Kopdes Merah Putih Jadi Peluang Bangun Sinergi Antarlembaga Ekonomi Desa

    Juni 27, 2026

    Hetifah: Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kompas Kebijakan Hadapi Ketidakpastian Global

    Juni 27, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Tanah Pemkot Samarinda Masih Dalam Proses Sertifikasi, BPKAD Percepat Sertifikasi 1.700 Aset

    Nur AjijahJuli 1, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) terus mempercepat proses sertifikasi aset…

    Istilah Pendidikan Makin Keren tapi Masuk Sekolah Makin Susah

    Juli 1, 2026

    Haaland Bawa Norwegia ke 16 Besar, Pantai Gading Tersingkir Dramatis

    Juli 1, 2026

    Sengkarut Jalur Zonasi di Samarinda, Siswa Palaran Terlempar 7 Kilometer ke Seberang

    Juli 1, 2026

    Kopdes Merah Putih dan BUMDes, Beriringan Fokus Lengkapi Ekonomi Desa

    Juli 1, 2026
    1 2 3 … 3,184 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.